Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemilihan Bahasa Dakwah Habib DR. Segaf Baharun, M.H.I Dalam Majelis al Hikam Muhammad Iqbal Dewantara
Wasilatuna: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 3 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah Institut Agama Islam Darullughah Waddawah Bangil Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38073/wasilatuna.v3i1.356

Abstract

Tujuan daripada dilakukannya penulisan ini adalah untuk mengetahui tentang bagaimana pengungkapan dan diksi bahasa daripada dakwah Dr. Segaf Baharun, M.H. Termasuk juga bagaimana ketepatan dan kesesuaian pemilihan kata, jenis gaya bahasa dan makna kata yang digunakan oleh beliau. Pendekatan yang digunakan untuk mengidentifikasi persoalan tersebut ialah pendekatan kualitatif deskriptif. Dimana teknik pengumpulan datanya menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawanc­ara. Dan teknik analisis data menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman. Dari hasil pembahasan penulisan ini, diketahui bahwa ketepatan bahasa yang digunakan oleh Dr. Segaf Baharun, M.H dalam dakwahnya di majelis Al Hikam ialah menyampaikan pembahasan dengan terjemah bahasa bersifat kontekstual, yakni berupa proses pendidikan yang holistic dan bermaksud untuk memotivasi dalam memaknai materi kitab yang sedang dipelajari dengan mengaitkan materi yang disampaikan dengan kehidupan dan keibadahan sehari-hari (individu, sosial dan budaya). Hingga para mustami’ merasakan betul-betul terbimbing langsung dari materi tersebut. Hal yang dikhususkan pada penulisan ini adalah diksi bahasa daripada dakwah Habib Dr. Segaf Baharun, M.H, maka diharapkan untuk penulisan berikutnya dapat difokuskan mengenai gaya non verbal (retorika) daripada ceramah Habib Dr. Segaf Baharun, M.H.I.
conseling PROGRAM PELATIHAN PEER COUNSELING SEBAGAI UPAYA LAYANAN PREVENTIF DI SEKOLAH muhammad, fuadi; Muhammad Iqbal Dewantara
Al Musyrif: Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam Vol 4 No 2 (2021): October
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.683 KB) | DOI: 10.38073/almusyrif.v4i2.742

Abstract

Students' understanding of the importance of the need for counseling services in schools should always be campaigned by school counselors, but the obstacles that occur in the field are very much an obstacle for counselors. The presence of peer counseling training is expected to be an alternative solution that is preventive in nature and students are more open when sharing or venting with their peers. Peer counselors are expected to become facilitators to explore problems or diagnose peer problems before they get treatment from professionals. The results of this study proved that the enthusiasm of prospective peer counselors in following and simulating peer counseling activities was very good and maximal.
MODERASI BERAGAMA DALAM STUDI ISLAM: Transformasi Kurikulum, Pedagogi, Dan Budaya Kampus Di Indonesia Muhammad Iqbal Dewantara
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 2 No 01 (2025): almustofa
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan fondasi konseptual dan praksis dari gagasan "Membumikan Moderasi" dalam ranah studi Islam di perguruan tinggi Indonesia. Upaya ini lahir dari keprihatinan terhadap menguatnya eksklusivisme keagamaan dan narasi radikal yang berpotensi mengganggu harmoni sosial dalam konteks masyarakat multikultural. Melalui pendekatan kualitatif berbasis studi kasus, penelitian ini mendalami strategi integrasi nilai-nilai moderasi dan inklusivitas dalam kurikulum, metode pedagogis, serta ekosistem kelembagaan di dua perguruan tinggi Islam di Jawa Timur. Teknik pengumpulan data mencakup wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus (FGD), observasi kelas, dan penelaahan dokumen akademik serta kebijakan institusi.Hasil temuan memperlihatkan bahwa nilai-nilai moderasi tidak sekadar dikonstruksi secara teoritis, melainkan dijalankan melalui tiga pilar utama: integrasi kurikulum yang adaptif dan kontekstual (seperti fiqh al-aqalliyat dan pembacaan sosial terhadap teks), pedagogi dialogis berbasis partisipasi dan refleksi kritis, serta penguatan atmosfer kampus yang menumbuhkan nilai keberagaman melalui kegiatan kemahasiswaan dan kebijakan inklusif. Ketiga aspek ini bekerja secara sinergis membentuk profil mahasiswa yang tidak hanya memahami Islam secara substantif, tetapi juga mempraktikkannya secara ramah, terbuka, dan kontekstual. Dengan demikian, studi ini menawarkan kerangka konseptual yang memposisikan moderasi beragama sebagai sebuah proses transformatif yang terjalin dalam struktur kurikulum, dinamika pembelajaran, dan budaya kelembagaan kampus. Implikasi praktis dari temuan ini mencakup rekomendasi pengembangan kurikulum dan kebijakan pendidikan tinggi Islam yang lebih responsif terhadap tantangan keberagaman dan kebangsaan Indonesia
INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DI SETIAP MATA PELAJARAN: Pemetaan Model Dan Tantangan Implementasi Kurikulum Merdeka Muhammad Iqbal Dewantara
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 1 No 01 (2024): Transformasi Nilai-Nilai Islam dalam Era Digital: Harmoni Tradisi dan Wahyu
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study addresses the growing need for integrating Islamic values across subjects within the Merdeka Curriculum, as previous research has predominantly focused on Islamic Religious Education (PAI) alone. The purpose of this research is to map the level of Islamic value integration across various subjects, identify integration models, and explore implementation challenges. This qualitative case study involved 15 teachers from five subjects in three secondary schools, selected through purposive sampling. Data were collected via in-depth interviews, classroom observations, and document analysis, with validity ensured through member checking and reliability tested using intercoder agreement. Data were analyzed thematically using NVivo 12. Results indicate the highest integration levels in PAI (70%) and Social Studies (65%), and the lowest in Mathematics (25%) and Science (28%), with three dominant integration models: thematic, project-based, and local-contextual. These findings extend Content Integration theory by offering a new conceptual model and recommend strengthening cross-subject teacher training for effective value integration.