Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Implementa Husada

Pengaruh Pemberian Susu Kedelai (Glicine Max L. Merr) terhadap Kadar HDL dan LDL pada Wanita Menopause (Studi pada Ibu-Ibu Pengajian Aisyiyah Ranting Melati Medan) Masitha Pratiwi; Amelia EKa Damayanty
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v1i1.4540

Abstract

Pendahuluan: Hormon estrogen pada wanita memiliki fungsi untuk meningkatkan profil kolesterol darah, dengan meningkatkan kadar High Density Lipoprotein (HDL) dan mengurangi Low Density Lipoprotein (LDL). Tetapi ketika wanita mengalami menopause, produksi hormon estrogen akan menurun, sehingga wanita lebih rentan mengalami dislipidemia. Fitoestrogen pada kedelai memiliki aktivitas seperti estrogen yang berguna untuk mengurangi LDL dan meningkatkan HDL. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian susu kedelai (Glicine Max L. Merr) terhadap kadar HDL dan LDL pada wanita menopause. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan satu kelompok pretest posttest dengan memberikan susu kedelai selama 3 bulan. Hasil: Tingkat HDL rata-rata sebelum dan sesudah pengobatan adalah 56,90 mg / dl dan 57,00 mg / dl dengan nilai p 0,326 (p> 0,05). Tingkat LDL rata-rata sebelum dan sesudah pengobatan adalah 145,85 mg / dl dan 133,47 mg / dl dengan nilai p 0,0001 (p <0,05). Kesimpulan: Pemberian susu kedelai berpengaruh pada kadar LDL dan tidak berpengaruh pada kadar HDL pada wanita menopause.Kata kunci: Susu Kedelai, HDL, LDL, Menopause
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Preventif Menurunkan Kejadian Stunting di Posyandu Sempurna Ujung Kelurahan Sudirejo 1 Kota Medan Tsaniya Difa Hermanto; Amelia Eka Damayanty
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11897

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan suatu gangguan dimana terjadi penurunan pertumbuhan fisik sebagai salah satu dampak kekurangan gizi kronis. Stunting sendiri masih merupakan salah satu permasalahan yang cukup mengkahawatirkan di Indonesia. Pemerintah telah mencanangkan beberapa intervensi guna mencegah stunting di kemudian hari, seperti intervensi gizi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan: untuk mengetahui serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya. Metode: penyuluhan ini dilakukan di posyandu sempurna ujung kelurahan Sudirejo 1 dengan total peserta penyuluhan sebanyak 20. Gambaran pengetahuan masyarakat diketahui dengan membandingkan jawaban pretest dan postest dari kuesioner yang dibagikan. Hasil: dari hasil postest setelah penyuluhan dilakukan, didapati peningkatan pengetahuan masyarakat dengan nilai rerata 96 dari nilai rerata pretest 86 yang didapat sebelum penyuluhan.
Dampak Bahan Kimia Berbahaya dalam Makanan terhadap Kesehatan Isra Thristy; Amelia Eka Damayanty; Nanda Sari Nuralita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11846

Abstract

Abstrak: Masyarakat telah menggunakan dan mengkonsumsi bahan makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya dalam kehidupan sehari-hari. Bahan kimia berbahaya ini apabila menumpuk di dalam tubuh dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Zat adiktif makanan yang dimaksud dalam hal ini adalah pengawet, penyedap, pewarna, pemantap, antioksidan, pengemulsi, pengumpal, pemucat, pengental, dan anti gumpal. Bahan tambahan pangan (BTP) merupakan bahan tambahan yang secara sengaja ditambahkan pada makanan/minuman dengan maksud untuk memperbaiki tampilan makanan/minuman. jenis bahan tambahan pangan golongan pengawet yang dilarang penggunaannya dalam produk pangan antara lain adalah formalin dan asam borat. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan melalui penyuluhan atau edukasi dan diakhiri dengan diskusi. Kegiatan tersebut diharapakan dapat meningkatkan kesadaran terhadap masyarakat tentang penggunaan bahan kimia berbahaya maupun bahan aditif makanan khususnya di lingkungan keluarga. Dari hasil kegiatan ini didapatkan terjadi peningkatan pengetahuna masyarakat mengenai bahan kimia yang terkandung dalam makanan, dampaknya dan cara sederhana mendeteksinya yaitu menjadi 76% peserta memiliki pengetahuan baik