Korinus Rejauw
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potensi Penyerapan Karbon Pada Padang Lamun (Seagrass) Di Teluk Youtefa Kota Jayapura, Papua Linda Hetty Yanne Fatahan; Basa T. Rumahorbo; Korinus Rejauw
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.025 KB) | DOI: 10.31957/acr.v4i1.1749

Abstract

Climate change has been global warming as greenhouse gas emissions (GHG) caused by increased emissions of gases such as carbon dioxide (CO2), methane (CH4), nitrous oxide (N2O), and chlorofluorocarbons (CFC) so that solar energy is trapped in the earth's atmosphere. Various efforts have been made to reduce the impact of climate change, one of which is by utilizing the oceans and coastal ecosystems as natural CO2 sinks. The purpose of this study was to determine the density, carbon sequestration in biomass and the habitat conditions of seagrass beds conducted in March 2021 in Youtefa Bay, Jayapura Papua. Seagrass density was carried out using the quadrant transect method, carbon content analysis was carried out using the ashing method. The results of the study found 1 species of seagrass, namely Enhalus acoroides, the density values ranged from 85.69 ind/m² - 102.56 ind/m². the value of biomass under the substrate ranged from 3321.75 - 3580.75 gbk/m² which was greater than the value of the biomass above the substrate, which ranged from 720.19 to 955.79 gbk/m², followed by the value of the carbon content under the substrate (roots and rhizomes) ranged from 87.30 – 96.92 g C/m² while the value of carbon content above the substrate (leaf) ranged from 35.99 – 44.84 g C/m². The total carbon stock in Youtefa Bay waters, Jayapura City, Papua ranges from 4859.38 – 6687.89 tons/ha.Key Words: Biomass; Carbon Content; Carbon Sequestration; Ashing Method; Youtefa Bay
Analisis Ekologis dan Kesesuaian Lokasi untuk Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus Sp) Dalam Rangka Pengembangan Minawisata Perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura Papua Vera Kostansie Mandey; Krithopolus Rumbiak; Tamara Kainama; Popi Ida Laila Ayer; Korinus Rejauw; Natan Baransano; Maklon Warpur
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 9 No 1 (2026): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2026
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v9i1.5473

Abstract

Perairan Holtekam merupakan perairan yang ada di Kota Jayapura. Memiliki potensi sumberdaya hayati di wilayah pesisir dan laut seperti terumbu karang yang masih bagus dan merupakan tempat wisata bagi masyarakat. Potensi perairan Kampung Holtekam bila dikembangan untuk budidaya perikanan ikan kerapu akan memberikan pemasukan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perairan Kampung Holtekam berpotensi tidak hanya sebagai sentra produksi perikanan, namun juga wisata bahari (minawisata). ikan kerapu (Epinephelus sp) termasuk ikan ekonomis penting karena nilai jualnya tinggi, disukai banyak konsumen, bergizi tinggi dan jumlah produksinya besar. Untuk membudidaya ikan kerapu (Epinephelus sp) memerlukan faktor-faktor lingkungan perairan yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024 di perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Penelitian ini dilakukan secara insitu pada 4 titik pengambilan data di perairan Pantai Pasir 2. Pada penelitian ini terdapat data primer dan sekunder yang digunakan, pengumpulan data primer dilakukan dengan survey lapangan dan data sekunder diperoleh dari database online/internet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan beberapa parameter lingkungan perairan yang mencakup kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, Suhu, salinitas, pH, dan DO di perairan Holtekam masing-masing adalah 6-7 m 7-10 m, 0,3-0,32 m/detik, 30,0- 30,2°C, 31,0-32,2%o, 7-7,5, 7,0-7,0. masih sesuai dengan baku mutu. Sedangkan Amoniak (NH3-N) 3,10- 4,20, Nitrat (NO2-N, 1,40- 3, 40 dan Fosfat (PO4 – P) 0,71 - 1,20. Ketiga parameter ini kelompokkan kedalam kelas tidak sesuai (S3).