Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transplantasi Karang dengan Metode SPIDER di Pantai Harlen Kampung Tablasupa Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Yunus Pajanjan Paulangan; Syafyudin Yusuf; Barnabas Barapadang; Baigo Hamuna; Kristopholus Rumbiak; Popi Ida Laila Ayer; Vera Kostansie Mandey; Efray Wanimbo; Natan Baransano
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8 No 3 (2023): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v8i3.359

Abstract

Ekosistem terumbu karang merupakan salah satu ekosistem utama di wilayah pesisir dan laut yang memiliki peran yang sangat besar terutama dalam mendukung sektor perikanan dan pariwisata. Perairan pantai Harlen Kampung Tablasupa memiliki ekosistem terumbu karang yang baik dan potensial untuk dimanfaatkan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ironisnya, pada beberapa lokasi telah mengalami kerusakan akibat penangkapan ikan yang menggunakan bahan peledak (bom) maupun akar tuba. Oleh karena itu, perlu upaya rehabilitasi yang telah rusak salah satunya dengan transplantasi karang. Transplantasi karang merupakan teknologi memperbanyak koloni dengan memanfaatkan reproduksi aseksual karang secara fragmentasi dari suatu koloni karang. Transplantasi bertujuan untuk mempercepat regenerasi karang yang telah mengalami kerusakan. Metode yang digunakan adalah metode rangka besi yang menyerupai jaring laba-laba sehingga dikenal dengan Metode Spider. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Pusat Studi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Universitas Cenderawasih dengan melibatkan beberapa mitra dengan dukungan pendanaan dari PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat melalui Program PLN Peduli. Hasil transplantasi menunjukkan bahwa metode Spider sangat berhasil, dimana tingkat kelangsungan hidup mencapai 92%. Tingkat kelangsungan hidup tersebut diduga karena pemilihan lokasi yang tepat dan kemampuan jenis yang ditransplantasi dapat beradaptasi terhadap lingkungan perairan sekitarnya. Coral reef ecosystems are one of the main ecosystems in coastal and marine areas which have a very large role, especially in supporting the fisheries and tourism sectors. The coastal waters of Harlen Kampung Tablasupa have a good coral reef ecosystem and have the potential to be utilized for improving people's welfare. Ironically, several locations have been damaged by fishing using blast fishing and tuba roots poison. Therefore, rehabilitation efforts that have been damaged are needed, one of which is coral transplantation. Coral transplantation is a technology to multiply colonies by utilizing the asexual reproduction of corals by fragmentation of a coral colony. Transplantation aims to accelerate the regeneration of corals that have been damaged. The method used is the Spider Method. This activity was carried out by the Center for the Study of Marine and Fisheries Resources, University of Cenderawasih, involving several partners with funding support from PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua and Papua Barat through the PLN Care Program. The results showed that the Spider method was very successful with a 92% survival rate. The survival rate is thought to be due to the selection of the right location and the ability of the transplanted species to adapt to the surrounding aquatic environment.
DISCRETE CALCULUS ANALYSIS OF POVERTY DYNAMICS IN JAYAPURA REGENCY, 2017–2024, BASED ON SDG GOAL 1 Marthinus Yohanes Ruamba; Ortis Fredy Waromi; Natan Baransano
International Journal of Multidisciplinary Reseach Vol. 2 No. 2 (2026): April
Publisher : International Journal of Multidisciplinary Reseach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Poverty in Jayapura Regency, one of the buffer areas of Papua Province’s capital region, is a key challenge in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs) Goal 1: No Poverty. This study aims to analyze the rate of change and dynamics of poverty in Jayapura Regency for the period 2017-2024 and project it to 2030 using a discrete calculus or finite-difference approach. The research method is quantitative descriptive with secondary data on the percentage of the poor population from the Central Statistics Agency (BPS). The analysis was conducted by calculating the first derivative (rate of change) and the second derivative (acceleration/deceleration) discretely. The results show that the poverty rate declined from from 13.01% (2017) to 11.60% (2024). However, derivative analysis reveals a significant deceleration phase in the 2022-2024 period, culminating in a a reversal to a positive rate of change (+0.15 percentage points) in 2024. This critical finding suggests that the post-pandemic momentum for poverty reduction has weakened and is beginning to reverse. Simple linear projections up to 2030 indicate that the SDG target for eliminating extreme poverty is at risk of being missed without significant policy acceleration. The differential calculus approach has proven effective as an early detection tool for detecting changes in momentum that are not always visible from static annual data.
Analisis Ekologis dan Kesesuaian Lokasi untuk Budidaya Ikan Kerapu (Epinephelus Sp) Dalam Rangka Pengembangan Minawisata Perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura Papua Vera Kostansie Mandey; Krithopolus Rumbiak; Tamara Kainama; Popi Ida Laila Ayer; Korinus Rejauw; Natan Baransano; Maklon Warpur
ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Vol 9 No 1 (2026): ACROPORA: Jurnal Ilmu Kelautan dan Perikanan Papua Edisi Mei 2026
Publisher : Cenderawasih University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/acr.v9i1.5473

Abstract

Perairan Holtekam merupakan perairan yang ada di Kota Jayapura. Memiliki potensi sumberdaya hayati di wilayah pesisir dan laut seperti terumbu karang yang masih bagus dan merupakan tempat wisata bagi masyarakat. Potensi perairan Kampung Holtekam bila dikembangan untuk budidaya perikanan ikan kerapu akan memberikan pemasukan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perairan Kampung Holtekam berpotensi tidak hanya sebagai sentra produksi perikanan, namun juga wisata bahari (minawisata). ikan kerapu (Epinephelus sp) termasuk ikan ekonomis penting karena nilai jualnya tinggi, disukai banyak konsumen, bergizi tinggi dan jumlah produksinya besar. Untuk membudidaya ikan kerapu (Epinephelus sp) memerlukan faktor-faktor lingkungan perairan yang sesuai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni – Agustus 2024 di perairan Kampung Holtekam Distrik Muara Tami Kota Jayapura. Penelitian ini dilakukan secara insitu pada 4 titik pengambilan data di perairan Pantai Pasir 2. Pada penelitian ini terdapat data primer dan sekunder yang digunakan, pengumpulan data primer dilakukan dengan survey lapangan dan data sekunder diperoleh dari database online/internet. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, didapatkan beberapa parameter lingkungan perairan yang mencakup kecerahan, kedalaman, kecepatan arus, Suhu, salinitas, pH, dan DO di perairan Holtekam masing-masing adalah 6-7 m 7-10 m, 0,3-0,32 m/detik, 30,0- 30,2°C, 31,0-32,2%o, 7-7,5, 7,0-7,0. masih sesuai dengan baku mutu. Sedangkan Amoniak (NH3-N) 3,10- 4,20, Nitrat (NO2-N, 1,40- 3, 40 dan Fosfat (PO4 – P) 0,71 - 1,20. Ketiga parameter ini kelompokkan kedalam kelas tidak sesuai (S3).