Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Perhatian Orangtua dengan Hasil belajar Siswa Kelas IV Gugus II Jalin KARMATANG KARMATANG; Rukayah Rukayah; Sidrah Afriani Rachman
JPPSD:Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.257 KB) | DOI: 10.26858/pjppsd.v1i2.24024

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah hubungan perhatian orangtua dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara perhatian orangtua dengan hasil belajar siswa kelas IV Gugus II Jaling. Data diperoleh dengan menggunakan angket dan dokumentasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perhatian orangtua dengan hasil belajar siswa kelas IV Gugus II Jaling dengan t hitung (2,32467) > nilai t tabel (1,68288) yang berarti bahwa Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perhatian orangtua berdampak terhadap respon siswa sehingga memengaruhi hasil belajar siswa yang diperoleh.
Persepsi Guru Kelas Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Satri Ayu; Rukayah Rukayah; Sidrah Afriani Rachman
JPPSD:Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.208 KB) | DOI: 10.26858/pjppsd.v1i2.24004

Abstract

Masalah dalam peneilitan ini adalah adanya perbedaan pendapat guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran daring mulai dari pelaksanaan, dampak(kelebihan&kekuranngan), dan kesan yang dirasakan selama pembelajaran daring. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi guru kelas terhadap pelaksanaan pembelajaran Daring, dampak (kelebihan & kekurangan) pelaksanaan pembelajaran daring, dan kesan yang dirasakan guru kelas selama pembelajaran Daring. Hasil penelitian ini mengungkapkan deskripsi persepsi guru kelas mengenai pelaksanaan, dampak (kelebihan & kekurangan), dan kesan terhadap pembelajaran daring. Mayoritas guru kelas menanggap bahwa pelaksanaan pembelajaran daring sudah tepat dilaksanakan. Akan tetapi, masih banyak kendala/kekurangan dalam pelaksanaanya seperti, jaringan dan fasilitas untuk pembelajaran daring masih terbatas. Selain itu, terdapat kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran daring seperti meningkatkan kemampuan pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam memanfatakan teknlogi. Adapun kesan yang dirasakan guru kelas adalah memberikan dampak positif dan negatif serta memberikan rasa suka duka selama pembelajaran. Berdasarkan dari analisis data dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring kurang efektif diterapkan karena pembelajaran daring membuat tujuan pembelajaran tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik. Dari kesimpulan tersebut, maka dampak yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui bahwa persepsi guru kelas terhadap pembelajaran daring berbeda satu sama lain dan pelaksanaan pembelajaran daring memiliki banyak kendala.Masalah dalam peneilitan ini adalah adanya perbedaan pendapat guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran daring mulai dari pelaksanaan, dampak(kelebihan&kekuranngan), dan kesan yang dirasakan selama pembelajaran daring. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi guru kelas terhadap pelaksanaan pembelajaran Daring, dampak (kelebihan & kekurangan) pelaksanaan pembelajaran daring, dan kesan yang dirasakan guru kelas selama pembelajaran Daring. Hasil penelitian ini mengungkapkan deskripsi persepsi guru kelas mengenai pelaksanaan, dampak (kelebihan & kekurangan), dan kesan terhadap pembelajaran daring. Mayoritas guru kelas menanggap bahwa pelaksanaan pembelajaran daring sudah tepat dilaksanakan. Akan tetapi, masih banyak kendala/kekurangan dalam pelaksanaanya seperti, jaringan dan fasilitas untuk pembelajaran daring masih terbatas. Selain itu, terdapat kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran daring seperti meningkatkan kemampuan pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam memanfatakan teknlogi. Adapun kesan yang dirasakan guru kelas adalah memberikan dampak positif dan negatif serta memberikan rasa suka duka selama pembelajaran. Berdasarkan dari analisis data dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring kurang efektif diterapkan karena pembelajaran daring membuat tujuan pembelajaran tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik. Dari kesimpulan tersebut, maka dampak yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui bahwa persepsi guru kelas terhadap pembelajaran daring berbeda satu sama lain dan pelaksanaan pembelajaran daring memiliki banyak kendala.
Penerapan Model Pembelajaran Koperatif Tipe Two Stay Two Stray Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPAS Siswa Kelas IV SD Inpres 12/79 Biru 1 Kabupaten Bone Anugrah Achmad Adiyaksa; Awaluddin Muin; Sidrah Afriani Rachman
Journal of Primary Education Innovation and Research Vol 1 No 02 (2025): Journal of Primary Education Innovation and Research
Publisher : PT. Lontara Digitech Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar IPAS siswa kelas IV SD Inpres 12/79 Biru 1 Kabupaten Bone melalui model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray. Masalah yang dihadapi yaitu rendahnya motivasi belajar siswa yang ditandai dengan kurangnya partisipasi, perhatian, serta interaksi selama proses pembelajaran, yang disebabkan oleh dominannya metode ceramah dan minimnya kesempatan bertanya atau berpendapat. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan angket. Teknik analisis data dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perolehan motivasi belajar siswa pada siklus I terdapat 12 dari 20 siswa yang mencapai indikator keberhasilan dengan persentase 60% (Cukup), sedangkan pada siklus II terdapat 18 dari 20 siswa yang mencapai indikator keberhasilan dengan persentase 90% (Baik). Persentase aktivitas guru pada siklus I mencapai 76,19% (Cukup), dan pada siklus II mencapai 90,47% (Baik). Persentase aktivitas siswa pada siklus I mencapai 71,42% (Cukup), dan pada siklus II mencapai 85,71% (Baik). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Strayefektif dalam meningkatkan motivasi belajar IPAS siswa kelas IV SD Inpres 12/79 Biru 1 Kabupaten Bone
HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN APLIKASI TIKTOK DENGAN POLA INTERAKSI SOSIAL TEMAN SEBAYA KELAS V B SD NEGERI 10 MANURUGE Firdaus; Sidrah Afriani Rachman; M. Fadillah Al Hidayah
MACCA : Science-Edu Journal Vol. 3 No. 1 (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/msej.v3i1.4559

Abstract

This study is a quantitative research with a correlational design aimed to determine the relationship between the intensity of using the TikTok application and peer social interaction patterns among fifth-grade students of SD Negeri 10 Manurunge. The population of this study consisted of 28 students from the fifth grade. Data were collected using a closed questionnaire, and the data were analyzed through descriptive statistical analysis and inferential statistical analysis using SPSS version 23. Based on the descriptive analysis, the average score of TikTok usage intensity was 48.04 and the average score of peer social interaction was 48.79, both of which fall into the currently category. The results of inferential statistical analysis using Spearman’s rho test showed a significance value of 0.000 ≤ 0.05 with a correlation coefficient of 0.696. This indicates a strong positive relationship between the intensity of TikTok usage and peer social interaction patterns. Thus, the higher the intensity of TikTok usage, the higher the peer social interaction patterns of fifth-grade students at SD Negeri 10 Manurunge.