Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

RELIGIOUS ORIENTATION AS THE HIDDEN CURRICULUM IN THE LEARNING PROCESS DURING THE COVID-19 PANDEMIC Mirza Basyiruddin; Rukayah Rukayah; Roemintoyo Roemintoyo
Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Laboratorium Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.849 KB) | DOI: 10.33578/jpfkip.v10i3.8293

Abstract

Religious orientation is a hidden curriculum that affects the process of implementing education in an institution. This is evident from the existence of various religious activities held at schools to instill students’ religious values in order to make them religious individuals. This study aimed to reveal various religious activities occured as a hidden curriculum in one of the public elementary schools in Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen. 2 problems were investigated in this study. The first was to reveal various religious activities and their suitability with the religion professed by students. The second was to describe the process of these activities before and during the Covid-19 pandemic. This study utilized a qualitative approach because of the suitability of its characteristics to assess and describe the reality that occured. Case study was a form of qualitative research chosen in this study since there were specific problems being studied. The results showed that there were religious activities such as praying before and after lessons, reciting Al-Quran, reading Asmaul Husna, scheduling dhuha prayers, dhuhur prayers in congregation, kultum after dhuhur prayer, routine infaq, saying greetings, and in neat uniform. These activities had undergone the implementation adjustments during the covid-19 pandemic
Hubungan Perhatian Orangtua dengan Hasil belajar Siswa Kelas IV Gugus II Jalin KARMATANG KARMATANG; Rukayah Rukayah; Sidrah Afriani Rachman
JPPSD:Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.257 KB) | DOI: 10.26858/pjppsd.v1i2.24024

Abstract

Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah hubungan perhatian orangtua dengan hasil belajar siswa. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional yang bertujuan untuk mengetahui hubungan yang signifikan antara perhatian orangtua dengan hasil belajar siswa kelas IV Gugus II Jaling. Data diperoleh dengan menggunakan angket dan dokumentasi hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perhatian orangtua dengan hasil belajar siswa kelas IV Gugus II Jaling dengan t hitung (2,32467) > nilai t tabel (1,68288) yang berarti bahwa Ha diterima. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perhatian orangtua berdampak terhadap respon siswa sehingga memengaruhi hasil belajar siswa yang diperoleh.
Persepsi Guru Kelas Terhadap Pelaksanaan Pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) Satri Ayu; Rukayah Rukayah; Sidrah Afriani Rachman
JPPSD:Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universtas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.208 KB) | DOI: 10.26858/pjppsd.v1i2.24004

Abstract

Masalah dalam peneilitan ini adalah adanya perbedaan pendapat guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran daring mulai dari pelaksanaan, dampak(kelebihan&kekuranngan), dan kesan yang dirasakan selama pembelajaran daring. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi guru kelas terhadap pelaksanaan pembelajaran Daring, dampak (kelebihan & kekurangan) pelaksanaan pembelajaran daring, dan kesan yang dirasakan guru kelas selama pembelajaran Daring. Hasil penelitian ini mengungkapkan deskripsi persepsi guru kelas mengenai pelaksanaan, dampak (kelebihan & kekurangan), dan kesan terhadap pembelajaran daring. Mayoritas guru kelas menanggap bahwa pelaksanaan pembelajaran daring sudah tepat dilaksanakan. Akan tetapi, masih banyak kendala/kekurangan dalam pelaksanaanya seperti, jaringan dan fasilitas untuk pembelajaran daring masih terbatas. Selain itu, terdapat kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran daring seperti meningkatkan kemampuan pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam memanfatakan teknlogi. Adapun kesan yang dirasakan guru kelas adalah memberikan dampak positif dan negatif serta memberikan rasa suka duka selama pembelajaran. Berdasarkan dari analisis data dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring kurang efektif diterapkan karena pembelajaran daring membuat tujuan pembelajaran tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik. Dari kesimpulan tersebut, maka dampak yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui bahwa persepsi guru kelas terhadap pembelajaran daring berbeda satu sama lain dan pelaksanaan pembelajaran daring memiliki banyak kendala.Masalah dalam peneilitan ini adalah adanya perbedaan pendapat guru kelas dalam melaksanakan pembelajaran daring mulai dari pelaksanaan, dampak(kelebihan&kekuranngan), dan kesan yang dirasakan selama pembelajaran daring. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui persepsi guru kelas terhadap pelaksanaan pembelajaran Daring, dampak (kelebihan & kekurangan) pelaksanaan pembelajaran daring, dan kesan yang dirasakan guru kelas selama pembelajaran Daring. Hasil penelitian ini mengungkapkan deskripsi persepsi guru kelas mengenai pelaksanaan, dampak (kelebihan & kekurangan), dan kesan terhadap pembelajaran daring. Mayoritas guru kelas menanggap bahwa pelaksanaan pembelajaran daring sudah tepat dilaksanakan. Akan tetapi, masih banyak kendala/kekurangan dalam pelaksanaanya seperti, jaringan dan fasilitas untuk pembelajaran daring masih terbatas. Selain itu, terdapat kelebihan dari pelaksanaan pembelajaran daring seperti meningkatkan kemampuan pendidik, peserta didik, dan orang tua dalam memanfatakan teknlogi. Adapun kesan yang dirasakan guru kelas adalah memberikan dampak positif dan negatif serta memberikan rasa suka duka selama pembelajaran. Berdasarkan dari analisis data dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pembelajaran daring kurang efektif diterapkan karena pembelajaran daring membuat tujuan pembelajaran tidak tersampaikan sepenuhnya kepada peserta didik. Dari kesimpulan tersebut, maka dampak yang dihasilkan dari penelitian ini diketahui bahwa persepsi guru kelas terhadap pembelajaran daring berbeda satu sama lain dan pelaksanaan pembelajaran daring memiliki banyak kendala.
Analisis kesalahan penggunaan ejaan bahasa Indonesia pada teks karangan narasi peserta didik kelas v SD Joko Edy Prayitno; Rukayah Rukayah; Joko Daryanto
Didaktika Dwija Indria Vol 9, No 1 (2021): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v9i1.49033

Abstract

This study aims to describe: (1) the form of the error, (2) the cause of the error, and (3) the teacher's efforts to overcome the misuse of Indonesian spelling in the essays of fifth grade students of SD Negeri Bumi 1. 67 Surakarta. This research is a qualitative descriptive study with a sample of students' narrative essays. The sampling technique used purposive sampling. Data collection techniques using document analysis and interviews. The data validity test used theory and source triangulation techniques, and referred to PUEBI and KBBI. The data analysis technique uses interactive analysis which includes four stages, namely: (1) data collection, (2) data reduction, (3) data presentation, and (4) drawing conclusions. Percentage of errors in using letters (39.04%), writing words (44.52%), using punctuation marks (10.52%), and writing absorption elements (5.48%). The causes of misuse of Indonesian spelling in student essays include: (1) students do not understand spelling rules and are not aware of mistakes in writing, (2) teachers have not implemented certain strategies, models, or media. The teacher's effort to overcome this is by providing direct corrections and providing training to students to become accustomed to writing.
MODUS EKSPRESI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT BUGIS: SUATU KAJIAN ELONG UGI DENGAN PERSPEKTIF HERMENEUTIKA (EXPRESSION MODE OF BUGIS LOCAL WISDOM: A STUDY OF ELONG UGI WITH HERMENEUTIC PERSPECTIVES) Rukayah Rukayah; Aziz Thaba
Metalingua: Jurnal Penelitian Bahasa Vol 16, No 2 (2018): Metalingua Edisi Desember 2018
Publisher : Balai Bahasa Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.377 KB) | DOI: 10.26499/metalingua.v16i2.134

Abstract

Modus adalah tujuan atau fungsi tuturan yang menjelaskan suatu realitas. Tuturan tidak tercipta dari sebuah imajinasi belaka melainkan cerminan atau gambaran dari cara pandang, ideologi, sikap, dan perilaku penuturnya. Modus tuturan sering tidak dijabarkan dalam wujudnya, melainkan berupa bias makna dari pemakaian bahasa dalam tuturan itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menemukan modus dalam sebuah tuturan, seringkali mitra tutur atau peneliti wacana baik lisan maupun tulisan harus menginterpretasi tuturan tersebut melalui pendalaman dan pengkajian.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan ancangan hermeneutik. Data penelitian ini berupa teks elong ugi dari berbagai buku. Pengumpulan data berupa kajian dokumen (buku). Dalam pengumpulan data, peneliti bertindak sebagai instrument kunci dibantu kawan/rekan sejawat yang memahami tentang elong ugi. Analisis dilakukan sejak awal pengumpuan data, klasifikasi data terpilih, penyajian data, penarikan simpulan. Pun analisis data dikerjakan secara hermeneutik dengan model intraktif-dialektis. Maksudnya pengumpulan data dan analisis data dilakukan secara serentak, bolak balik dengan mengikuti mode hermeneutika Recouer, yakni pemahaman secara cermat melalui level semantik, refleksif, dan eksistensial. Untuk memverifikasi semua temuan penelitian, dilakukan triangulasi temuan kepada pakar bahasa Bugis, ahli sastra Bugis, dan budayawan Bugis. Hasil penelitian ditemukan bahwa modus tuturan yang mengekspresikan Kearifan Lokal (KL) masyarakat Bugis dalam Elong Ugi (EU) meliputi: (1) membangun identitas sosial mansyarakat Bugis,  (b) membangun komunitas sosial, dan (c) membangun konsep pendidikan sepanjat hayat.
Analisis strategi guru dalam pembelajaran bahasa Indonesia bercerita pada pembelajaran berbasis online di kelas V SD Maulida Khalifah; Rukayah Rukayah; Joko Daryanto
Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 1 (2022): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v10i1.49831

Abstract

The aim of this study was to describe the teacher strategy in storytelling skills Indonesia language learning in online based-learning on the 5th grade of SD Ta’mirul Islam Surakarta in the academic year 2020/2021. This research uses descriptive qualitative research methods with a case study approach. Taking research subjects using the Purposive Sampling Technique by conducting interviews, observation, and document studies on the informants. The data source of this study was teacher of grade 5 at SD Ta’mirul Islam Surakarta and six childern as research samples. The results of this study idicate that teacher uses many strategies in storytelling skills Indonesia language learning in online based-learning. There are obstacles faced by teacher and students on that learning.
Analisis keterampilan berpikir kritis peserta didik pada pembelajaran IPA di kelas IV Sekolah Dasar Mellissa Damayanti; Rukayah Rukayah; Roy Ardiansyah
Didaktika Dwija Indria Vol 10, No 5 (2022): Didaktika Dwija Indria
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/ddi.v10i5.69616

Abstract

This study aims to analyze the critical thinking skills of students in science learning in class IV. The method used in this research is qualitative research. The subjects of this study were fourth grade students of SD Negeri 1 Kayugeritan for the 2021/2022 academic year. The data obtained from this study came from the results of tests on students' critical thinking skills in science learning. Test the validity of the data in this study using content validity. The data analysis technique used in this research is using the theory of Miles and Huberman which consists of data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study are the critical thinking skills of fourth grade students of SD Negeri 1 Kayugeritan are different. There are 20 students who are declared skilled in critical thinking and 7 students who are not yet skilled in critical thinking. Based on the indicators of critical thinking skills, there are still students who have not met these indicators. 
EVALUASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI KABUPATEN SEMARANG Rukayah Rukayah; Bambang Ismanto
Kelola: Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/j.jk.2016.v3.i2.p178-191

Abstract

This study aimed to evaluate the implementation of school based management in SD Negeri Genuk 01 District West Ungaran in terms of context, input, process and product. This study was qualitative evaluative research using CIPP (Context, Input, Process, Product) model of evaluation developed by Stufflebeam. Data collection techniques used were interviews, observation and documentation. Test validity of data using triangulation technique. The results showed that: 1) from the context evaluation, school based management is needed by all stakeholders of the school to improve the quality of education; 2) from the input evaluation, human resources, curriculum, facilities, and funds were sufficient and ready to be used for the implementation of the school based management in primary School Genuk 01; 3) from the process evaluation, the implementation of school based management was not fully in accordance with the plan, especially in the decision making process and the learning process; 4) from the product evaluation, product (output) produced has not been as expected. It is therefore recommended that the school based management program continued with improvements in program implementation process.
TINJAUAN MAQÂSID AL-SYARÎ’AH TERHADAP BUDAYA ORGANISASI DAN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM KASUS MERGER BANK SYARIAH INDONESIA Rukayah Rukayah
Jurnal Justisia Ekonomika: Magister Hukum Ekonomi Syariah Vol 7 No 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/justeko.v7i2.20443

Abstract

Post-merger integration will definitely bring up new dynamics or problems in aspects of corporate culture and human resources. The clash of organizational culture conflicts is a critical factor that determines the success or failure of a merger process, therefore, the topic of organizational culture is an important one to study because, from here, the identity of a business organization will be revealed. Implementation of a good organizational culture will definitely be directly proportional to sharia compliance. Two years after the merger, Bank Sharia Indonesia has shown a positive trend towards the company's performance. The problem of this research can be formulated as follows: how is the strategy of Bank Sharia Indonesia in harmonizing organizational culture clashes during mergers, how is the implementation of sharia values (sharia compliance), and how is the review of maqâsid al-syarî'ah in both of these? This study aims to determine the strategy of Bank Sharia Indonesia in harmonizing organizational culture clashes that arise during a merger and how it is implemented in adherence to sharia values. The method used in this research is descriptive-qualitative with a case study approach. The results of this study found BSI strategies for harmonizing organizational culture. First, the BSI founder created the "AKHLAK" work culture, called trustworthy, competent, harmonious, loyal, adaptive, and collaborative, which was applied to all BSI personnel. Secondly, they consolidated before the merger the legal action of the three banks in the merger process; BSI did not lay off any of the HR of the banks participating in the merger.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TAKE AND GIVE DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA Adnan K; Rukayah Rukayah; Sudarto, Sudarto; Nur Syahrina
Jurnal Pendidikan Dasar dan Sosial Humaniora Vol. 3 No. 3: Januari 2024
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a classroom action research that aimed to see the desciptions of the increasing of the number of the Fifth Grade students at SD Inpres 5/81 Tibojong whose his or her science learning outcomes have achieved completeness and incompleteness through the implementation of the Take and Give learning model. The subjects of this research were 20 fifth grade students. The action design in this research consists of two cycles with four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The data collection technique used is a test technique at the end of each cycle. The data analysis technique used is percentage descriptive statistical techniques. The research results showed an increase in the number of students who achieved complete science learning outcomes from 70% complete and 30% incomplete in cycle I to 90% complete and 10% incomplete in cycle II. Conclusion: the application of the Take and Give learning model can increase the number of class V students at SD Inpres 5/81 Tibojong, East Tanete Riattang District, Bone Regency whose science learning outcomes reach completion, which also means that the application of the Take and Give learning model can improve students' science learning outcomes