Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Optimalisasi Pemberdayaan Terapi Komplementer Sebagai Upaya Pengendalian Masalah Hipertensi di Desa Paremono Kecamatan Mungkid Aviana, Prita Putri; Cahyani, Nadia Dwi; Reynaldi, Agus; Kartika, Putri Eka; Priyo, Priyo; Fidian, Athia; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Community Empowerment Vol 6 No 4 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.179 KB) | DOI: 10.31603/ce.3812

Abstract

Masalah kesehatan yang sering dihadapi oleh lansia adalah hipertensi. Penyakit ini akan memperburuk kondisi lansia apabila tidak segera ditangani dan kebanyakan lansia mengatasi hipertensi dengan mengkonsumsi obat-obatan. Dusun Simping, Desa Paremono merupakan peringkat pertama penderita hipertensi di Kecamatan Mungkid. Agar tidak khawatir dengan efek samping dari obat yang di konsumsi, maka terapi komplementer saat ini menjadi terapi alternatif untuk mengatasi hipertensi. Faktor yang menyebabkan tingginya angka hipertensi adalah pola hidup masyarakat yang masih kurang dan masih belum mengetahui cara mengendalikan hipertensi itu secara mandiri. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan pelatihan, simulasi, dan pendampingan bagi penderita hipertensi. Sehingga pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan mengajarkan cara mengendalikan hipertensi menggunakan terapi komplementer maupun dengan terapi non- farmakologi bagi penderita hipertensi. Hal ini yang menjadi dasar kegiatan pengabdian untuk menurunkan kejadian hipertensi di tempat pengabdian. Hasil pemberian 3 terapi herbal masing masing selama 3 hari terjadi penurunan rata rata tekanan darah sebagai berikut: pemberian bawang putih tekanan darah sistole menurun sebanyak 15 mmHg dan diastole 10mmHg, pemberian mentimun: tekanan darah sistole mengalami penurunan 22,5 mmHg dan diastole 2,5 mmHg, dan pemberian seledri mengalami penurunan 30 mmHg dan diastole 10 mmHg. Artinya secara umum klien mengalami penurunan tekanan setelah dilakukan pendampingan selama 3 hari dengan menggunakan terapi herbal. Dengan tingkat penurunan menjadi normal yaitu 120/80-130/90 mmHg.
HUBUNGAN INTAKE CAIRAN DENGAN PENYEMBUHAN LUKA POST OPERASI APENDISITIS DI RS SWASTA LAMONGAN Sri Hananto Ponco Nugroho
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2013: PROSIDING KONFERENSI NASIONAL PPNI JAWA TENGAH
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.844 KB)

Abstract

Insidens apendisitis akut di Indonesia menempati urutan tertinggi diantara kasus kegawatan abdomen yang merupakan salah satu penyebab dari akut abdomen dan merupakan penyebab paling umum inflamasi akut pada kuadran bawah kanan dari rongga abdomen, serta penyebab umum bedah abdomen darurat. Pasca pembedahanakan menimbulkan luka, dimana penyembuhan luka dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya adalah intake cairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intake cairan dengan penyembuhan luka post operasi apendisitis. Desain penelitian menggunakan korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruhpasien post operasi apendisitis sebanyak 24 pasien dan sampelnya 21 pasien. Variabel independent adalah intake cairan dan variabel dependennya adalah penyembuhan luka. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi, pengolahan data dengan editing, coding, scoring, tabulating kemudian dianalisis menggunakan Koefisiensi Kontingensi dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden yaitu 14 pasien (66,7%) intake cairannya normal dan sebagain besar responden yaitu 11 pasien (52,4%) penyembuhan luka abnormal. Hasil uji Koefisien Kontingensi didapatkan C=0,596 dan p=0,001 dimana p 0,05 artinya ada hubungan antara intake cairan dengan penyembuhan luka post operasi apendisitis. Untuk membantu proses penyembuhan luka, pasien dianjurkan intake cairan yang maksimal agar kebutuhan cairan terpenuhi dan penyembuhan luka menjadi normal.Kata kunci : Intake Cairan, Penyembuhan Luka,  Apendisitis
Honey healing: A sweet solution to alleviate diarrhea and curb bowel movement frequency in children Qaromah, Yafiana; Nugroho, Sri Hananto Ponco; Sulistyono, Dwi
Innovation in Health for Society Vol 4 No 2 (2024): July - December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.12123

Abstract

Diarrhea is the second leading cause of death among children under five years of age. It can persist for an extended period, leading to dehydration and potential malnutrition. While the literature presents various complementary therapies for managing diarrhea, there is a notable lack of studies specifically addressing the use of honey to mitigate hyperactivity of bowel movements in affected patients. Therefore, the objective of this study was to evaluate the benefits of honey in children experiencing diarrhea. The study involved two pediatric patients who were administered pure honey over a two-day period. The dosage consisted of 5 cc of honey mixed with 10 cc of water, given three times daily at 07:00, 17:00, and 21:00. The honey used in the study was confirmed to be pure. The findings suggest that pure honey is effective in reducing the frequency of bowel movements in children with acute diarrhea. This conclusion is supported by the observed outcomes in both patients, which indicated a reduction in bowel movement frequency following the administration of honey. Consequently, it is recommended that pure honey be considered as a complementary treatment for children suffering from acute diarrhea. Keywords: Children care; diarrhea; honey treatment; innovation in health; medication
Implementation of Degenerative Diseases and Stunting Prevention Program in Kradenan Utara Hamlet, Magelang Distric Wahyuningtyas, Eka Sakti; Nugroho, Sri Hananto Ponco; Wijayatri, Ratna; Sabrien, Diva Adela; Azzahra, Ni'matun Nada; Khasanan, Putri Uswatun; Aisyah, Shofi Afra; Aulia, Salshabilla Ramadhisa
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 8 No. 1 (2025): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v8i1.5582

Abstract

This PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu) activity is related to prevention and management programs for degenerative diseases and stunting to improve community welfare holistically, especially in Kradenan Utara Hamlet. The types of degenerative diseases include hypertension, Diabetes Mellitus, and gout or uric acid. Therefore, to anticipate the existence of these diseases, disease screening is carried out through screening examinations for degenerative diseases for the community, giving herbal medicine for the management of degenerative diseases, education on stunting problems, and workshops on making tea from Salak as management of degenerative diseases. This PPMT implementation aims to empower the community related to preventive programs in degenerative diseases and stunting to improve holistic public health in North Kradenan Hamlet, Kradenan Village, Srumbung District, Magelang Regency. The method used in this community service is through educational, participatory, and community development methods. This PPMT (Pengabdian Pada Masyarakat Terpadu) activity has a beneficial impact on the community in Kradenan Utara Hamlet being able to understand how to prevent stunting, which initially did not know to understand better. The community knows the risk of degenerative diseases. The result of this PPMT is the follow-up of several work programs to monitor degenerative diseases and their treatment using herbs (medicinal plants), namely herbal medicine and Salak tea, and monitoring stunting problems.
Advanced modeling techniques to enhance toilet training in children Handayani, Indri; Wardani, Septi; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Innovation in Health for Society Vol 4 No 1 (2024): January - June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ihs.11530

Abstract

Toilet training in children is a crucial developmental milestone, focusing on teaching them to control defecation and urination. The absence of effective toilet training can result in several challenges, including social embarrassment when interacting with toilet-trained peers and increased stress and anxiety for both the child and parents. This study aims to evaluate the effectiveness of oral and modeling techniques in enhancing toilet training. Utilizing a case study design, we employed participatory observation, unstructured interviews, and documentation to gather data. The sample consisted of a pediatric patient aged 18-24 months. Data analysis was performed using domain analysis after tabulation. The findings indicate that employing oral and modeling techniques significantly improves toilet training outcomes in children. These methods are recommended for parents to implement in-home care settings to facilitate successful toilet training. Keywords: Toilet training; oral techniques; modeling techniques; pediatric care; innovation in pediatric care
The Relationship Between Nurse Therapeutic Communication and Anxiety Levels of the Family of Treated Patients in the ICU Ardianingrum, Nadia; Rahayu, Heni Setyowati Esti; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan di ruang ICU selama ini berpusat pada kebutuhan fisiologis pasien.Hal tersebut menimbulkan kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien. Untuk ituManajemen pelayanan di ruang ICU harus mempersiapkan cara dan metode dalam membantu keluarga pasien agar mengurangi kecemasan yang dialami oleh keluarga pasien. Perbaikan komunikasi dari perawat, prosedur penanganan yang jelas, serta informasi keadaan terkini pasien akan membantu keluarga dalam menurunkan kecemasan yang dialami. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mereview apakah ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan yang dialami keluarga pasien. Penelitian ini menggunakan metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan database Google Scholar. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seperti populasi namun sesuai dengan kriteria inklusi yakni artikel dipublikasikan dari 2015-2019, artikel tersedia dalam full text, original artikel, artikel berbahasa Indonesia dan berbahasa Inggris, artikel hubungan komunikasi terapeutik terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien, penelitian bertempat di ruang ICU. Berdasarkan hasil penelitian komunuksi terapeutik perawat menyatakan 7 artikel komunikasi terapeutik perawat baik. Tingkat kecemasan keluarga pasien menyatakan 3 artikel tingkat kecemasan yang dialami keluarga sedang hingga berat dan sejumlah 4 artikel menyatakan tingkat kecemasan yang dialami keluarga ringan. Hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien menyatakan 6 artikel ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien, dan 1 artikel menyatakan tidak ada hubungan antara komunikasi terapeutik perawat terhadap tingkat kecemasan keluarga pasien.
Hubungan Stres Kerja Perawat Dengan Perilaku Caring Di Rumah Sakit Umum Daerah Muntilan Sofiatun, Putri; Widiyanto, Puguh; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 15th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Nurses are one of the health workers from hospital services andbecome a benchmark in determining the quality of hospital health services. Incarrying out nursing duties, nurses must have a professional attitude startingfrom the physical, psychological, social, and spiritual aspects. Watson's theory ofhuman care reveals that caring is a form of relationship that is needed betweenthe giver and recipient of nursing care, to improve and protect patients, whichwill affect the patient's ability to recover. Caring behavior that is not good willhave an impact on decreasing service quality and client satisfaction, especially inhospitals, besides that it can reduce the number of client visits to health facilitiesand can later cause financial losses to health facilities, where the image of theinstitution is determined by the quality of service which will later be able toincrease client satisfaction and service quality. Objective: to determine therelationship between nurse work stress and caring behavior in MuntilanHospital. Methods: this type of research is descriptive correlation, with a crosssectional approach which data collection uses simple random sampling techniqueand the data is processed using the Spearman test with a sample of nurses in theinpatient room of Muntilan Hospital, totaling 47 nurses. Results: Spearman ranktest results show that there is a significant relationship between nurse workstress and caring behavior with a value (p=0.001 and r=-0.450). Conclusion:There is a relationship between nurse work stress and caring behavior withsufficient correlation strength.
Care of Patient di Pelayanan Kesehatan Primer dalam Mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Millati, Karima; Kamal, Sodiq; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Mahasiswa (Student Paper Presentation)
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan primer dilakukan pada seluruh masyarakat untuk memastikan derajat kesehatan dan kesejahteraan dengan optimal yang berfokus pada rangkaian promotif, preventif, kuratif, maupun rehabilitatif.Joint Comission International (JCI) merupakan salah satu standar yang digunakan dalam ranah publik internasional dan siap digunakan oleh setiap organisasi pelayanan kesehatan dan badan umum dalam upaya meningkatkan perawatan pasien.Care of patient di pelayanan kesehatan primer menjadi salah satu ukuran kualitas pelayanan guna mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi cakupan program care of patient pada pelayanan kesehatan primer di Borobudur dalam mendukung Kawasan Strategis Pariwisata Nasional mengacu pada standar Joint Comission International. Penelitian ini merupakan penelitian metode deskriptif dengan jumlah sampel 50 responden yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan analisis univariat.Sebagian besar tenaga kesehatan di Pelayanan Kesehatan Primer Borobudur dengan jumlah 42 responden (84%) dalam melakukan care of patient sudah berada di kategori partially met sesuai dengan standar JCI yang meliputi care deliver, high-risk services, resuscitation services, nutritional support, pain management, dan end-of-life care.
Penerapan teknik swedish massage untuk menurunkan kadar glukosa darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 Wintika, Zsal Zsa Zara; Nugroho, Sri Hananto Ponco; Margono, Margono
Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (2021): Borobudur Nursing Review Vol 1 No 2 (July-December 2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5439

Abstract

Introduction: Diabetes Mellitus is a chronic disease characterized by blood glucose levels exceeding normal limits. Diabetes Mellitus is a disease whose prevalence continues to increase in the world, both in developed and developing countries. Treatment of Diabetes Mellitus efforts to reduce blood sugar levels can be done by pharmacological and non-pharmacological methods. The pharmacological method can use drugs such as insulin and examples of non-pharmacological therapy to lower blood glucose levels can use Swedish massage because this massage technique can make the body feel relaxed and reduce stress thereby increasing adrenal hormones that stimulate insulin secretion. Objective : This application aims to determine the effectiveness of Swedish Massage to reduce blood glucose levels in Gelangan. Methods: The method used in this application is a case study applied to one patient suffering from type 2 Diabetes Mellitus. By doing the initial method of assessment. Results: There was a decrease in blood glucose levels in the sample with clients with type 2 Diabetes Mellitus at the age of 52 years with an average decrease of 50 mg/dL during the implementation of the Swedish massage twelve times using vaseline. Conclusion: Swedish Massage therapy can reduce blood glucose levels using vaseline. Suggestion: Therefore Swedish Massage can be applied to people with Diabetes Mellitus to help stabilize blood glucose levels. Keywords: Diabetes Mellitus, Swedish Massage, Blood Glucose
Terapi SEFT (spiritual emosional freedom technique) pada remaja dalam upaya peningkatan kualitas tidur pada kasus insomnia Fitriana, Nurinda; Wardani, Septi; Nugroho, Sri Hananto Ponco
Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (2022): Borobudur Nursing Review Vol 2 No 1 (January-June 2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bnur.5443

Abstract

Latar belakang: Insomnia merupakan salah satu gangguan tidur yang paling sering dijumpai dan dialami oleh remaja karena berbagai faktor salah satunya perubahan gaya hidup. Insomnia sering terjadi pada remaja dikarenakan penggunaan media elektronik secara instens yang berakibat padakualitas tidur. Insomnia menyebabkan beberapa masalah antara lain rentan mengalami masalah kesehatan fisik, gangguan memori dan gangguan perkembangan lainnya. Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara terapi nonfarmakologi Spiritual emotional freedom technique (SEFT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi SEFT terhadap upaya pengingkatan kualitas tidur pada remaja dengan kasus insomnia. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitiain ini adalah studi kasus yaitu dengan Teknik purposive sampling yakni dengan cara observasi, pengumpulan data, analisis informasi yang didapat, hingga menjadi laporan hasil yang dibahas secara mendalam dimana satuan penelitian adalah kasus tunggal dengan sampel yang diambil seorang remaja pria usia 15 tahun yang mengalami gangguan tidur insomnia. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terapi SEFT dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur pada remaja dengan insomnia. Setelah pemberian terapi SEFT selama 3 hari didapatkan peningkatan kualitas tidur dibuktikan berdasarkan skor PSQI pre test sebesar 12 dan post test 4. Kesimpulan: Terapi SEFT dapat di gunakan untuk meningkatkan kualitas tidur pada remaja dengan gangguan tidur insomnia sebab membuat pernafasan serta denyut jantung menjadi teratur dan stabil kemudian melancarkan sirkulasi darah yang mengalir kedalam tubuh dan akan berada dalam keadaan rileks. Selanjutnya meningkatkan ketenangan pasien sehingga stimulus ke RAS menurun dan BSR mengambil alih dan menyebabkan tidur.