Susatyo Nugroho
Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Soedarto, SH, Kampus Undip Tembalang, Semarang, 50275

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI UNTUK ANALISIS SISTEM JALAN TOL SEMARANG Saptadi, Singgih; Nugroho, Susatyo
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2004: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL-HASIL PENELITIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6822.807 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini, kami mengembangkan sebuah model simulasi yangmerepresentasikan sistem jalan tol. Setelah membuktikan model simulosi cukup memadai merepresentasikan sistem jalan tol, maka kami melakukan analisis terhadap model untuk mendapatkan dugaan kinerja sistem saat ini. Berdasarkan hasil analisis tersebut, dibangun usulan sistem yang baru dengan harapan memberikan kinerja yang lebih baik. Kinerja sistem diukur dengan standar kinerja berupa utilisasi fasilitaslayanan, rata-rata panjang antrian dan waktu tunggu kendaraan dalam antrian. Perbandingan antara model simulasi sistem awal dan model simulasi sistem usulan memberikan hasil bahwa model simulasi sistem usulan memberikan rata-rata panjang antrian dan rata-rata waktu tunggu yang lebih kecil dengan tetap mempertahankan utilisasi fasilitas layanan. Ini berarti sistem yang diusulkan diduga memiliki kinerja yang lebih baik dibandingkan sistem yang berjalan saat ini.
PENYUSUNAN SKENARIO KEBIJAKAN UNTUK PENGEMBANGAN BRT TRANS SEMARANG DENGAN PENDEKATAN SISTEM DINAMIK Susanty, Aries; Nugroho, Susatyo; Khantari, Kumala Ade
TEKNIK Vol 35, No 1 (2014): (July 2014)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.395 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v35i1.6357

Abstract

[Preparation for Policy Scenarios for Developing the Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang with Dynamic System Approach] Related to the complexity of the problem faced by Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang, this research attempts to develop a framework for dynamic development of BRT Trans Semarang and provide a platform to support policy making related to performance improvement of BRT Trans Semarang. This research use system dynamics (SD) methodology. There are three scenarios constructed in this research and then a system dynamics model built based on them for the next five years. The first scenario is providing some feeder that will take the passenger on the bus, the second scenario is providing some new bus, and the third scenario is a combination of providing a number of feeders and also some new bus. There are three criteria which are used to evaluate the result of each scenario, i. e the achievement of the target of load factor (greater than 70%), the amount of total subsidy for operational of BRT, and percentage of the number of people that change their moda of transportation, from using private vehicles to BRT. The result of simulation with system dynamic indicated that scenario 1 is better than the existing condition; scenario 1 also better than scenario 2 or scenario 3. By providing some feeder, operational BRT can achieve the target of load factor at month 15, the government also does not need to issue subsidies for operational of BRT Trans Semarang, as well as the percentage of the number of people who moved from using private vehicles reached 26%.
OPTIMASI PENGEMBANGAN KAWASAN WISATA DI SEMARANG DENGAN MENGGUNAKAN METODEANALYTICAL HIERARCHY PROCESS, ANALISIS SWOT, DAN MULTI-ATTRIBUTE UTILITY THEORY Susanty, Aries; Nugroho, Susatyo; Adyan, Adyan
J@ti Undip : Jurnal Teknik Industri Volume 10, No. 2, Mei 2015
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (258.302 KB) | DOI: 10.12777/jati.10.2.77-84

Abstract

Kota Semarang memiliki kondisi geografis yang berpotensi sebagai destinasi pariwisata bila dapat dikembangkan dengan baik. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini bertujuan untuk: (i)memilih obyek wisata di semarang yang akan dikaji dengan menggunakan metoda Analitical Hierrchy Process (AHP); (ii) mendiskripsikan gambaran potensi wisata dari obyek wisata di Semarang yang terpilih dengan melihat faktor internal dan faktor eksternal menggunakan SWOT analisis; dan  (iii) merumuskan prioritas strategi untuk mengoptimalkan pengembangan dari obyek wisata yang terpilih degnan menggunakan Multi-Attribute Utility Theory (MAUT).Data untuk penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner. Pihak yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, perwakilan dariDinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Kota Semarang, serta sejumlah wisatawan. Hasilpengolahan data menunjukkan bahwa Pantai Tugurejo merupakan obyek wisata yang memiliki bobot tertinggi dibandingkan dengan obyek wisata lainnya. Dengan demikian, Pantai Tugurejo merupakan obyek  wisata terpilih yang akan dikaji dalam penelitian ini. Terdapat 6 faktor yang merupakan kekuatan, 6 faktor yang merupakan kelemahan, 6 faktor yang merupakan peluang, dan 4 faktor yang merupakan ancamanterhadap pengembangan wisata Pantai Tugurejo. Hasil pengolahan data juga menunjukkan bahwa terdapat 4 strategi yang menjadi prioritas untuk pengembangan obyek wisata Pantai Tugurejo . Abstract Semarang city has geographical conditions ranging that have natural potential as a tourism destination when it can be well developed.Under these conditions, this study aims to: (i) selectone of the Semarang tourism will be reviewed using the Analytical Hierarchy Process (AHP) method; (ii) describe the potential of the selected tourism by looking at the internal factors and external factors using the SWOT analysis; and (iii) formulating priority strategies to optimize the development of the selected tourism by the Multi-Attribute Utility Theory (MAUT). Data for this study were collected through observation, interviews, and questionnaires. The respondents of this study wererepresentative of the Department of Culture and Tourism of the Province of Central of Java, Department of Tourism, Culture, Youth and Sports Semarang, and a number of tourists. The resultsof this study showed that Tugurejo Beachhas a highest score compared to the others tourism, so this study choose the Tugurejo Beachas an object of the research. SWOT analysis indicated that Tugurejo Beach have 6factors of strength, 6 factors of weakness, 6 factors of opportunities, and 4 factorsof threat. The results also showed that there were 4 priority strategyfor development of Tugurejo Beach
USULAN PERANCANGAN TATA LETAK PENYIMPANAN KOMPONEN BERDASARKAN KRITERIA KOMODITI KOMPONEN (Studi Kasus di PT Triangle Motorindo Semarang) Hartini, Sri; Nugroho, Susatyo; Suksmono, Damas Adhi
J@ti Undip: Jurnal Teknik Industri Volume 1, No.1, Januari 2006
Publisher : Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.597 KB) | DOI: 10.14710/jitaa.%v.%i.95-103

Abstract

Kurang lancarnya suplai komponen ke bagian produksi dapat menyebabkan menurunnya produktivitas dari bagian produksi. Untuk itu perlu dilakukan perancangan tata letak penyimpanan komponen yang lebih baik sehingga dapat mengurangi waktu mencari komponen, mengurangi jarak perjalanan operator dalam pengambilan dan pengiriman komponen, dan meningkatkan pemanfaatan kapasitas gudang.                 PT. Triangle Motorindo merupakan perusahaan yang bergerak dalam usaha perakitan sepeda motor. Secara garis besar, perusahaan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu bagian gudang dan bagian produksi dimana bagian gudang menjadi pendukung dari bagian produksi. Bagian gudang terdiri dari gudang sortir, gudang rangka, dan gudang mesin. Dalam mengalokasikan komponen yang disimpan, perusahaan menggunakan kebijakan penyimpanan random/acak yang berakibat tidak standarnya waktu yang dibutuhkan untuk mencari komponen dan bertambahnya waktu perjalanan operator dalam menyuplai komponen. Penelitian ini memberikan alternatif perancangan tata letak penyimpanan komponen yang dilakukan dengan memperhatikan komponen itu sendiri, dalam hal ini disebut faktor komoditi yang terdiri atas popularity, similarity, characteristic, dan size. Selain berdasarkan komponen yang disimpan, perancangan tata letak penyimpanan ini juga memperhatikan kondisi ruangan yang tersedia. Hasil pengolahan data dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa tata letak penyimpanan komponen yang terbaik adalah berdasarkan kriteria process similarity. Tata letak penyimpanan komponen berdasarkan kriteria process similarity ini merupakan tata letak penyimpanan komponen terbaik. Kata Kunci : komponen, faktor komoditi, lost time, waktu perjalanan
PENINGKATAN KAPABILITAS PENYUSUNAN DOKUMEN SISTEM MANAJEMEN K3 BERDASARKAN ISO 45001:2018 DI CV JAVATECH AGRO PERSADA PATI Prastawa, Heru; Susanty, Aries; Purwaningsih, Ratna; Susanto, Novie; Nugroho, Susatyo
Journal Community Service Consortium Vol 2 No 1 (2021): Journal Community Service Consortium
Publisher : Universitas Ciputra Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37715/consortium.v2i1.3299

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bermitra dengan CV Javatech Agro Persada. CV Javatech Agro Persada, sebagai perusahaan produksi peralatan pertanian modern yang baru berdiri. Peningkatan produktivitas dan kinerja, sangat tergantung pada penerapan manajemen dan kualitas pekerja yang dipengaruhi salah satunya dengan pelaksanaan program K3. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilatas penyusunan dokumen Sistem Manajemen K3 berdasarkan Iso 45001:2018. Diawali dengan menilai kesiapan implementasi Sistem Manajemen K3(SMK3) dengan tepat agar mendapatkan solusi sebagai rekomendasi untuk meningkatkan kualitas K3 pada CV Javatech Agro Persada.. Langkah pertama untuk menilai kesiapan implementasi SMK3, yaitu dengan mengidentifikasi risiko dan bahaya yang ada di tempat kerja. Kemudian dilakukan penilaian kesiapan perusahaan menerapkan SMK3 berdasarkan ISO 45001 dengan mengisi checklist klausul 4 sampai klausul 10, lalu dianalisis dengan membuat diagram PDCA (alat untuk perbaikan berkelanjutan) sebagai rekomendasi perbaikan, terakhir dibuat SOP sebagai output penelitian. Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa perusahaan termasuk kategori “hampir siap” untuk menerapkan ISO 45001 dengan persentase: Klausul 4 sebesar 45,5%; Klausul 5 sebesar 96,5%; Klausul 6 sebesar 87,5%; Klausul 7 sebesar 73,3%; Klausul 8 sebesar 8,3%; Klausul 9 sebesar 66,7%; Klausul 10 sebesar 60%. Dengan dilakukan penelitian ini, diharapkan perusahaan bisa meningkatkan kinerja dan produktivitas CV Javatech Agro Persada yang efektif dan efisien.