Hendrik Tuaputimain
Institut Agama Kristen Negeri Ambon

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Korelasi Antara Efikasi Diri dengan Prokrastinasi Akademik di Kalangan Mahasiswa Hendrik Tuaputimain
Jurnal Teologi Berita Hidup Vol 4, No 1 (2021): September 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Berita Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38189/jtbh.v4i1.187

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah: (1) mendeskripsikan efikasi dan prokrastinasi akademik; (2) mengetahui hubungan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik; dan (3) mengukur seberapa besar sumbangsinya terhadap mahasiswa Kota Ambon dalam menyelesaikan tugas akhir. Penelitian ini termasuk penelitian survei dengan tujuan eksplanasi untuk menjelaskan hubungan antar variabel melalui uji hipotesis. Sampel dalam penelitian ini adalah 90 mahasiswa di Kota Ambon. Pengambilan sampel size menggunakan cluster random sampling. Pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan korelasi product moment, tetapi sebelumnya data diuji normalitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) nilai efikasi diri tergolongdalam kategori tinggi dan prokrastinasi akademik mahasiswa termasuk kategori sedang; (2) ada hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dan prokrastinasi akademik, dimana nilai r sebesar 0,461 dan nilai p adalah nol; dan (3) sumbangan efektif yang diberikan variabel efikasi diri dengan prokrastinasi akademik ditunjukkan dengan nilai r sebesar 0,461 atau 46,1%. Hal ini berarti masih terdapat 53,9% faktor lain yang mempengaruhi prokrastinasi akademik pada mahasiswa. 
Pengembangan Perilaku Cinta Damai melalui Biblioterapi Sjeny Liza Souisa; Hendrik Tuaputimain; Denissa A. Luhulima
EPIGRAPHE (Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani) Vol 6, No 2: November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Torsina Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33991/epigraphe.v6i2.350

Abstract

Gereja Protestan Maluku (GPM) Haria is one of the congregations in the Lease islands Klasis service area which continues to strive to foster and develop peace-loving behavior for children, adolescents, youth, and adults. This is done because of past experiences where there were frequent quarrels and disputes with the GPM Porto congregation, which not only impacted the loss of property but also lost lives. The conflict between GPM Haria and Porto congregations impacted not only the implementation of the learning process in schools and the congregation but the learning process was also eliminated. But there is also a feeling of insecurity and not peace in the two countries because of mutual suspicion of each other. The church has taken various steps to minimize and even prevent conflict from happening again. One of the steps used is bibliotherapy. This study aims to determine how much peace-loving behavior is developed through bibliotherapy. The results showed an increase or difference before and after the bibliotherapy treatment.  So bibliotherapy effectively improves adolescents' peaceful behavior in GPM Haria Lease islands Klasis, in Saparua island.AbstrakJemaat GPM Haria adalah salah satu jemaat yang ada dalam wilayah pelayanan Klasis Pulau-Pulau Lease, yang terus berupaya untuk menumbuhkan dan mengembangkan perilaku cinta damai baik bagi anak, remaja, pemuda maupun orang dewasa. Hal ini dilakukan karena pengalaman-pengalaman masa lampau di mana sering terjadi pertengkaran dan perselisihan dengan jemaat GPM Porto dan  bukan hanya berdampak pada kehilangan harta benda tetapi juga kehilangan nyawa. Konflik yang terjadi antara jemaat GPM Haria dan Porto ini membawa dampak bukan hanya kepada pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah maupun di jemaat yakni proses pembelajaran ditiadakan. Tetapi juga muncul perasaan tidak aman dan tidak damai pada dua negeri, karena adanya saling curiga satu dengan yang lain. Untuk meminimalisir bahkan mencegah terjadi lagi konflik maka pihak gereja telah melakukan berbagai langkah. Salah satu langkah yang dipakai adalah melalui biblioterapi. Tujuan penelitian ini  adalah mengetahui seberapa  besar  pengembangan perilaku cinta damai melalui biblioterapi. Hasil menunjukkan terjadi peningkatan atau ada  perbedaan  sebelum  dan  sesudah diberikan perlakuan biblioterapi, sehingga biblioterapi efektif dalam meningkatkan perilaku cinta damai remaja di jemaat GPM Haria Klasis Pulau-pulau Lease, di Pulau Saparua.
Hubungan antara Persepsi Siswa Terhadap Layanan Bimbingan Konseling dan Konsep Diri dengan Kemandirian Belajar Siswa Hendrik Tuaputimain
JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling) Vol 3 No 1 (2019): JIGC (Journal of Islamic Guidance and Counseling)
Publisher : Prodi Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30631/jigc.v3i1.29

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi siswa terhadap layanan bimbingan konseling dan konsep diri dengan kemandirian belajar siswa pada SMA Negeri 4 Kairatu. Sampel penelitian ini sebanyak 61 siswa dengan teknik probability sampling, secara khusus dengan cara klaster (cluster random sampling). Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode skala. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah 1. uji asumsi, dan 2. uji hipotesis penelitian dengan korelasiproduct moment untuk menguji hipotesis satu dan dua, sedangkan untuk hipotesis tiga dianalisa dengan regresi linierberganda. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa: berdasarkan analisis korelasiproduct moment diperoleh hasil berupa nilai koefisien korelasi sebesar 0,678 dan p sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil uji ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara persepsi siswa terhadap layanan bimbingan konseling dengan kemandirian belajar siswa. Berdasarkan analisis product moment juga diperoleh hasil berupa nilai koefisien korelasi sebesar 0,459 dan p sebesar 0,000 (p<0,05). Hasil uji ini menunjukkan bahwa ada hubungan positif antara konsep diri dengan kemandirianbelajar. Berdasarkan analisa regregsi linier berganda, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara bersama-sama ada hubungan antara persepsi siswa terhadap layanan bimbingan konseling dan konsep diri dengan kemandirian belajar siswa. Kemandirian belajar siswa dapat diprediksi dari variabel persepsi siswa terhadap layanan bimbingan konseling dan konsep diri secara bersama-sama sebesar 49,1 % sedangkan sisanya sebesar 50,9 % dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini seperti keluarga, guru, kurikulum, inteligensimotivasi, dan sikap.