Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Molucca Medica

HUBUNGAN JUMLAH LEUKOSIT DENGAN SEVERITAS KLINIS PASIEN COVID-19 PADA DUA RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 DI KOTA AMBON TAHUN 2020 Fadilah Amalia Rahman; Vina Z Latuconsina; Indrawanti Kusadhiani; Ingrid Hutagalung; Deny Jolanda; Ony Wibriono Angkejaya
Molucca Medica VOLUME 14, NOMOR 2, OKTOBER 2021
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (179.498 KB) | DOI: 10.30598/molmed.2021.v14.i2.109

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus SARS-CoV-2 ke dalam tubuh seseorang, kemudian menimbulkan manifestasi klinis yang beragam sehingga menjadi parameter severitas pasien. Infeksi SARS-CoV-2 menyebabkan terjadinya badai sitokin sehingga mempengaruhi jumlah leukosit sebagai sel imunitas. Jumlah leukosit merupakan salah satu komponen pemeriksaan darah yang menjadi pemeriksaan wajib serta sangat penting untuk dilakukan ketika pasien pertama kali terkonfirmasi, yang berperan penting dalam manajemen pasien hingga penapisan. Penelitian ini membahas mengenai hubungan jumlah leukosit dengan severitas klinis pasien COVID-19 pada dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain potong lintang serta menggunakan total sampling yang berjumlah 110 sampel dengan berbagai severitas klinis (63 ringan, 33 sedang, 14 berat/kritis). Uji chi square yang digunakan untuk menganalisis data menyatakan bahwa ada hubungan yang signifikan antara jumlah leukosit dengan severitas klinis pasien COVID-19 di dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020 (p = 0,029). Kata Kunci: COVID-19, Leukosit, SARS-CoV-2, Severitas.
HUBUNGAN KOMORBID DENGAN DURASI PERAWATAN PASIEN COVID-19 PADA RS BAYANGKARA DAN RS TK. II PROF. DR. JA. LATUMETEN DI KOTA AMBON TAHUN 2020 Muhammad N Ichsan; Indrawanti Kusadhiani; Vina Z. Latuconsina
Molucca Medica Vol 15 No 1 (2022): VOLUME 15, NOMOR 1, APRIL 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i1.29

Abstract

Coronavirus Disease 2019 atau COVID-19 pada akhir tahun 2019 mulai menjadi sorotan masalah kesehatan dunia. Penularan virus ini terjadi dengan sangat cepat melalui droplet dan kontak erat antar manusia hingga menyebabkan tingginya kasus COVID-19 secara global. Kelompok orang yang memiliki komorbid (DM tipe 2, hipertensi, hiperurisemia, penyakit kardiovaskular, asma, PPOK, TB, Hepatitis, dan gagal ginjal kronik) diketahui rentan terinfeksi COVID-19 dan dapat memperberat derajat keparahan penyakit serta memperpanjang durasi perawatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19 pada dua rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Manfaat penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada tenaga kesehatan mengenai hubungan komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 109 sampel, sebanyak 61 orang (56%) memiliki komorbid dan sebanyak 82 orang (75,2%) memiliki durasi perawatan lebih dari 14 hari. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p = 0,000 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara komorbid dengan durasi perawatan pasien COVID-19. Kata kunci : COVID-19, Komorbid, Durasi Perawatan
HUBUNGAN JUMLAH TROMBOSIT DENGAN SEVERITAS KLINIS PASIEN COVID-19 PADA TIGA RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 DI KOTA AMBON TAHUN 2020 Agnice Simajuntak; Indrawanti Kusadhiani; Vina Latuconsina
Molucca Medica Vol 15 No 2 (2022): VOLUME 15, NOMOR 2, OKTOBER 2022
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/molmed.2022.v15.i2.138

Abstract

Coronavirus Disease 19 atau COVID-19 pertama kali dilaporkan di Wuhan Provinsi Hubei, Cina pada akhir tahun 2019. Penularan virus terjadi begitu cepat mengakibatkan terjadinya lonjakan kasus. Selain itu, tercatat jumlah kematian akibat COVID-19 juga cukup tinggi. Hal tersebut mengakibatkan COVID-19 mulai menjadi sorotan masalah kesehatan dunia. Diketahui bahwa penurunan jumlah trombosit merupakan salah satu faktor yang dapat memperberat severitas klinis pasien COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dengan severitas klinis pasien COVID-19 pada tiga rumah sakit rujukan COVID-19 di Kota Ambon tahun 2020. Manfaat penelitian ini dapat memberikan gambaran kepada tenaga kesehatan mengenai hubungan jumlah trombosit dengan severitas klinis pasien COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan metode cross sectional dan sampel diambil menggunakan teknik total sampling. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Statistical Package for the Social Science (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 150 sampel, sebanyak 63 orang (42%) memiliki severitas klinis ringan, 45 orang (30%) sedang, dan 42 orang (28%) berat. Sedangkan, untuk jumlah trombosit, sebanyak 45 orang (30%) mengalami trombositopenia, 88 orang (59%) normal, dan 17 orang (11%) mengalami trombositosis. Hasil analisis bivariat menggunakan uji chi-square didapatkan nilai p = <0,001 (p <0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara jumlah trombosit dengan severitas klinis pasien COVID-19.
HUBUNGAN NILAI ESTIMASI LAJU FILTRASI GLOMERULUS DENGAN KADAR ASAM URAT SERUM PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK NON DIALISIS DI RSUD DR. M. HAULUSSY AMBON PERIODE JANUARI 2019-MEI 2020 Thesia Eflien Pelupessy; Indrawanti Kusadhiani; Vina Z. Latuconsina
Molucca Medica VOLUME 14, NOMOR 1, APRIL 2021
Publisher : Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit ginjal kronik (PGK) adalah suatu proses patofisiologi dengan etiologi beragam selama lebih dari 3 bulan yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal yang progresif, dan pada umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Pada pasien PGK ekskresi asam urat menurun seiring dengan memburuk fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus (eLFG) dengan kadar asam urat serum pada pasien PGK non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy, Ambon. Penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Terdapat 64 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil dari data rekam medis pasien PGK non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dari Januari 2019 sampai Mei 2020. Data di analisis dengan menggunakan uji Spearmen. Hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kelamin penderita PGK non dialisis yang paling banyak adalah laki-laki (60,9%). Kelompok usia mayoritas adalah 56-65 tahun yaitu sebanyak 27 orang (42,2%). Pada penelitian ini di dapatkan distribusi kadar asam urat serum berdasarkan eLFGCKD-EPI yang paling banyak mengalami hiperurisemia berada pada derajat V (<15 ml/min/1,73m2) dengan total 44 sampel (68,8%) dan nilai median kadar asam urat yaitu 5,8 mg/dl. Hasil analisis menunjukan adanya yang bermakna antara nilai estimasi laju filtrasi glomerulus dengan asam urat pada pasien PGK non dialisis (p=<0,001) dengan arah korelasi negatif dan kekuatan korelasi kuat (r=-0,750). Jadi, dapat disimpulkan adanya hubungan nilai estimasi laju filtrasi glomerulus dengan kadar asam urat serum pada pasien penyakit ginjal kronik non dialisis di RSUD Dr. M. Haulussy Ambon dari Januari 2019 sampai mei 2020.