NURAENI NURAENI
Bimbingan dan Konseling, FIPP Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI PENDIDIKAN INKLUSIF DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI NURAENI NURAENI; I MADE SONNY GUNAWAN
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v1i2.856

Abstract

Tujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru akan peran dan fungsinya menjadi seorang pendidik di sekolah inklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi layanan informasi kepada para guru pendidikan anak usia dini se-kota Mataram. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru pendidikan anak usia dini dapat mengoptimalkan perannya di sekolah dalam membantu siswa atau anak usia dini mengembangkan potensinya sesuai dengan tahap-tahap perkembangannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan sosialisasi berupa layanan informasi kepada para guru-guru pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Mataram. Peserta di dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 80 orang guru PAUD. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan partisipasi aktif dari guru-guru PAUD, di mana dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Lebih lanjut, untuk melihat keefektifan dari kegiatan sosialisasi maka dilakukan proses wawancara secara acak kepada beberapa guru PAUD di Kota Mataram dan hasilnya adalah beberapa guru sudah mampu untuk menyesuaikan proses pembelajaran yang dilakukan dengan kebutuhan siswa.
PELATIHAN INSTRUKSIONAL DALAM RANGKA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR I MADE SONNY GUNAWAN; NURAENI NURAENI
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v2i1.1450

Abstract

The purpose of this community service activity is to improve teacher competence in teaching in the classroom. This community service activity was carried out by socializing information services and teaching simulation training to teachers at SD IT ABATA, Mataram city. Through this activity, it is hoped that teachers can optimize their role in schools in teaching and conveying new understandings so that they can indirectly optimize the potential possessed by students. Participants in this community service activity amounted to 20 teachers at SD IT ABATA. The results of this community service show the active participation of the teacher which can be seen from the many questions asked to the resource persons in the material delivery session. Furthermore, to see the effectiveness of teaching instructional training activities, a teaching simulation process was carried out for teachers and the result was that the teachers were able to carry out the teaching simulation process properly according to the expected indicators. ABSTRAKTujuan dilakukannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar di kelas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan melakukan sosialisasi layanan informasi dan pelatihan simulasi mengajar kepada para guru di SD IT ABATA kota Mataram. Adapun melalui kegiatan ini diharapkan para guru dapat mengoptimalkan perannya di sekolah dalam mengajar dan menyampaikan pemahaman baru sehingga secara tidak langsung dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh para siswa. Peserta di dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berjumlah 20 orang guru di SD IT ABATA. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan partisipasi aktif dari guru di mana dapat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber dalam sesi penyampaian materi. Lebih lanjut, untuk melihat keefektifan dari kegiatan pelatihan instruksional mengajar maka dilakukan proses simulasi mengajar kepada para guru dan hasilnya adalah para guru sudah mampu untuk melakukan proses simulasi mengajar dengan baik sesuai dengan indikator yang diharapkan.