Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Lesson Study dalam Mata Kuliah Bahasa Inggris MPK Luh Putu Dian Kresnawati; Desak Ketut Meirawati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia Vol 8 No 1 (2023): Jurnal Bimbingan dan Konseling Indonesia
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jurnal_bk.v8i1.1443

Abstract

Lesson study is a model of professional development of educators through collaborative and sustainable learning assessments based on the principles of collegiality and mutual assistance which will be applied to MPK English course. This study aimed to determine the implementation of lesson study in MPK English course with 3 stages, namely plan (Planning), do/see (implementation), and reflection (reflection). All data were collected by using observation sheet, recording of the learning process, and observers’ notes. The data in this study were qualitative data that obtained through the observation sheet, recording of the learning process, and observers’ notes. The results of the study showed that the implementation of lesson study with the stages of plan, do/see, and reflection run very well in the MPK English course. The learning objectives had been achieved and was proofed by the students' ability to understand the material, give examples, look for sentence patterns, do exercises, and conclude the material that was explained by the lecturer. Abstrak: Lesson study adalah model pembinaan profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegalitas dan saling membantu yang akan diterapkan pada mata kuliah bahasa Inggris MPK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan tahapan Plan (Perencanaan) , Do/ See (pelaksanaan), dan Reflection (refleksi) dalam kegiatan lesson study pada mata kuliah bahasa Inggris MPK. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah berupa observasi, rekaman proses pembelajaran dan catatan peneliti. Data dalam penelitian ini berupa data kualitatif yang didapat melalui catatan harian peneliti dan tanggapan observer mengenai proses pembelajaran tersebut. Data kualitatif juga mencakup kendala-kendala yang dijumpai dalam perkuliahan berdasarkan rancangan pembelajaran yang telah disusun. Data mengenai proses pembelajaran, dan kendala-kendala yang ditemui dalam proses pembelajaran dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjjukan bahwa penerapan lesson study dengan tahapan plan, do/see, dan reflection berlangsung dengan sangat baik dalam mata kuliah Bahasa Inggris MPK. Tujuan pembelajaran telah tercapai dan hal ini dibuktikan dengan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi yang sedang mereka pelajari. Mahasiswa mampu memberikan contoh, memcari pola kalimat, mengerjakan latihan, dan menyimpulkan materi dengan baik.
A Needs Analysis of Kindergarten Students’ Reading Engagement in English Learning through Storybooks Luh Putu Anindya Apsari; Putu Kerti Nitiasih; Luh Putu Dian Kresnawati
Abdi Cendekia : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/abdicendekia.v5i2.646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan keterlibatan membaca siswa taman kanak-kanak dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui penggunaan buku cerita di PAUD Pelita Kasih Singaraja. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang melibatkan seorang guru taman kanak-kanak dan sekelompok siswa TK B. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan guru. Temuan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan membaca masih tidak konsisten dikarenakan media bacaan yang terbatas dan tidak memadai. Sebagian besar siswa kesulitan mempertahankan perhatian dan berpartisipasi secara aktif selama sesi membaca bersama. Media bacaan yang tersedia, khususnya buku cerita berukuran A4, dianggap tidak efektif karena teks dan ilustrasinya tidak terlihat jelas untuk kegiatan membaca berkelompok. Guru juga mengidentifikasi beberapa faktor yang memengaruhi keterlibatan siswa, termasuk ilustrasi yang menarik, alur cerita yang bermakna, elemen interaktif, dan teknik membaca bersama yang ekspresif. Selain itu, kosakata siswa yang terbatas dan rentang perhatian yang pendek memengaruhi partisipasi mereka dalam kegiatan membaca. Penelitian ini menyoroti pentingnya menyediakan media bacaan yang menarik secara visual, sesuai dengan tahap perkembangan, dan interaktif untuk menumbuhkan minat membaca dan pengembangan literasi di kalangan siswa usia dini. Temuan-temuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi para guru dan pengembang media pembelajaran dalam merancang kegiatan membaca yang efektif dan menyenangkan untuk pembelajaran bahasa Inggris pada masa kanak-kanak.
Bilingual Big Book with Integrated SDGs Content to Enhance Reading Skills and Understanding of Sustainable Development Values among Upper Elementary Students Ni Wayan Surya Mahayanti; Putu Kerti Nitiasih; Ni Luh Era Adnyayanti; I Nyoman Adi Jaya Putra; Jiang Li; Luh Putu Dian Kresnawati
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 11 No. 1 (2026): April
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v11i1.2281

Abstract

Background: English learning that focuses solely on language structure tends to be less engaging, monotonous, and lacking contextual relevance for elementary students. On the other hand, integrating the values of the Sustainable Development Goals (SDGs) into basic education is increasingly essential to foster global awareness, empathy, and social responsibility from an early age. This research aims to develop a Bilingual Big Book that integrates SDG content into bilingual (Indonesian English) stories for use in elementary English learning. The media is expected to improve vocabulary acquisition, reading comprehension, and students' understanding of global sustainability values. Methodology: The research employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, which consists of five stages: (1) needs analysis, (2) planning and media design, (3) development and expert validation, (4) limited trial implementation, and (5) evaluation and revision. This study recruited 32 students and 3 English teachers as the participants. Data were collected through pre- and post-tests, teacher and student perception questionnaires, classroom observations, and in-depth interviews. The data were analyzed both quantitatively and qualitatively, utilizing descriptive statistical and the Miles and Huberman interactive model for qualitative interpretation. Findings: The findings revealed that the Bilingual Big Book based on storytelling effectively increased students' interest and engagement in learning English. Quantitatively, there was a significant improved in students' reading comprehension by 28% after using the media and an increase of 31% in thematic vocabulary mastery. In addition, the questionnaire results indicated that 92% of students felt the learning process was more enjoyable and easier to understand, while 87% of teachers stated that the media helped explain language concepts more contextually and also awareness on SDGs values. Conclusion: Overall, this research contributes to the development of adaptive, contextual, and transformative English learning media, while also promoting the implementation of education oriented toward sustainable development and global awareness. The developed media not only enhances students' language proficiency but also cultivates their character to become empathetic, and environmentally conscious individuals. Originality: Previous studies on Big Books emphasized linguistic or character aspects but rarely integrated SDGs as moral and contextual frameworks. This study fills that gap by creating a bilingual storytelling medium that bridges language learning with global citizenship education, offering a novel model for sustainable literacy in elementary classrooms.
DIFFERENTIATED ENGLISH MATERIALS AND FIFTH-GRADE STUDENTS' LISTENING COMPREHENSION: A QUASI-EXPERIMENTAL STUDY I Made Bhanu Aditya Parameswara; Ni Wayan Surya Mahayanti; Luh Putu Dian Kresnawati
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v6i3.13361

Abstract

ABSTRACT The diversity of learning characteristics among elementary school students presents a considerable challenge in English instruction, particularly in developing listening comprehension, which requires gradual and sustained exposure to spoken language. This condition has encouraged the use of differentiated English materials as an instructional alternative aligned with the implementation of the Merdeka Curriculum, aiming to provide learning experiences that are more responsive to students' diverse needs. To obtain empirical evidence regarding their effectiveness, this study involved 60 fifth-grade students from SD Negeri 1 Banyuasri, who were assigned to an experimental group and a control group using a quasi-experimental pretest–posttest control group design. The experimental group received instruction supported by differentiated English materials, whereas the control group learned through conventional instructional materials. Data were collected using a validated listening comprehension test. Preliminary assumption testing indicated that the data did not fully satisfy the normality assumption; therefore, differences between the two groups were analyzed using the non-parametric Mann–Whitney U test. Although the post-test mean scores of both groups increased compared with their pre-test scores, the inferential analysis revealed no statistically significant difference in learning outcomes (p = .809). These findings contribute to the growing body of empirical evidence on the implementation of Differentiated Instruction in elementary English education by demonstrating that the effectiveness of differentiated English materials depends on the integration of instructional strategies, sustained listening practice, and effective teacher facilitation, rather than solely on the availability of differentiated instructional materials. ABSTRAK Keragaman karakteristik belajar siswa sekolah dasar menghadirkan tantangan tersendiri dalam pembelajaran English, terutama pada pengembangan kemampuan listening comprehension yang memerlukan paparan bahasa lisan secara bertahap dan berkelanjutan. Kondisi tersebut mendorong pemanfaatan differentiated English materials sebagai salah satu alternatif yang sejalan dengan implementasi Merdeka Curriculum, dengan tujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik. Untuk memperoleh bukti empiris mengenai efektivitasnya, penelitian ini melibatkan 60 siswa kelas V SD Negeri 1 Banyuasri yang terbagi ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol menggunakan desain quasi-experimental pretest–posttest control group. Kelompok eksperimen mengikuti pembelajaran berbantuan differentiated English materials, sedangkan kelompok kontrol menggunakan materi konvensional. Data diperoleh melalui tes listening comprehension yang telah melalui proses validasi. Hasil pengujian prasyarat menunjukkan bahwa distribusi data belum sepenuhnya memenuhi asumsi normalitas sehingga analisis perbedaan antarkelompok dilakukan menggunakan uji nonparametrik Mann–Whitney U. Meskipun rerata skor post-test kedua kelompok mengalami peningkatan dibandingkan pre-test, analisis inferensial menunjukkan bahwa perbedaan hasil belajar tidak signifikan (p = 0,809). Temuan ini memperkaya bukti empiris mengenai implementasi Differentiated Instruction pada pembelajaran English di sekolah dasar dengan menunjukkan bahwa keberhasilan penggunaan differentiated English materials bergantung pada integrasi strategi pembelajaran, keberlanjutan latihan listening, serta kualitas fasilitasi guru, bukan semata-mata pada penyediaan bahan ajar yang terdiferensiasi.