Muhammad Hudri
University of Muhammadiyah Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Politeness Phenomena in Rempung Language Muhammad Hudri; Irwandi Irwandi
Linguistics and ELT Journal Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/leltj.v8i1.3082

Abstract

This study aims at identifying the social structures in Rempung Village, elaborating the reflection of social structure in politeness, elaborating the influence of social structure and politeness phenomena toward the lexical levels particularly at behavioral verbs. The data were gathered through observation and interview. The instruments used in doing observation were note taking and recording. Furthermore, the informants are the speakers of Rempung language who reside at RW.01 Derma Bhakti, Rempung.  The study found that there are only two social classes exist in Rempung, they are higher-class and lower-class persons. In addition, there are also two language levels in Rempung namely polite and ordinary forms. The social structures influence the use of language in Rempung. Tau jamaq/tau ba’ (the lower-class person) tend to use basa alis (polite form of language) when speaking to tau reaq/tau bo (the higher-class person). It is also used by tau reaq to speak to other tau reaq who have distant relation. On the contrary, tau reaq commonly uses basa jamaq (ordinary form) in speaking to tau jamaq. Basa jamaq is also used by tau jamaq to speak to other tau jamaq, and among tau reaq who have close relation.
Pengembangan English Corner Estetik untuk Mendukung Literasi Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar: Developing Aesthetic English Corner to Support English Literacy among Elementary School Students Moh. Fauzi Bafadal; Irwandi Irwandi; Muhammad Hudri; Sofia Dwi Sanzain; Putri Hindun Anifayakun Shahab; Egas Guarta; Muhammad Amirullah; Dina Apriana; Rima Rahmaniah
DARMADIKSANI Vol 6 No 3 (2026): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v6i3.10548

Abstract

Rendahnya paparan bahasa Inggris di lingkungan sekolah menjadi salah satu faktor yang membatasi kesempatan siswa sekolah dasar untuk berinteraksi dengan kosakata bahasa Inggris di luar pembelajaran formal. Kondisi tersebut ditemukan di SDIT Al-Fajar Academy Mataram yang belum memiliki lingkungan belajar berbasis visual yang mendukung pembelajaran bahasa Inggris secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan English Corner estetik sebagai media pembelajaran berbasis lingkungan untuk menciptakan atmosfer English-friendly dan meningkatkan literasi bahasa Inggris siswa. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 12 Mei 2026 dengan melibatkan 22 siswa kelas IV SDIT Al-Fajar Academy Mataram. Metode yang digunakan meliputi observasi kebutuhan mitra, perancangan tampilan media (media display), instalasi English Corner, sosialisasi, pendampingan penggunaan media, dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa English Corner berhasil dibangun dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar tambahan yang menarik bagi siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa 95% siswa memperhatikan penjelasan fasilitator, 91% menunjukkan rasa ingin tahu terhadap media yang tersedia, dan 86% berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran. Keberadaan English Corner memberikan dampak positif terhadap peningkatan minat belajar bahasa Inggris serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif dan kondusif. Program ini juga menghasilkan media pembelajaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh guru dan siswa sebagai bagian dari upaya penguatan literasi bahasa Inggris di sekolah dasar. Pengembangan English Corner perlu dilanjutkan dan dioptimalkan secara berkelanjutan melalui pembaruan konten, pelibatan aktif guru dan siswa, serta evaluasi berkala untuk memperkuat efektivitasnya dalam meningkatkan literasi bahasa Inggris.