Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGEMBANGAN MEDIA INFORMASI UNTUK PELAYANAN PENDAFTARAN PASIEN DI BPM RIKA HARDI, S.ST Rahmi Septia Sari
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.1.123-128.2020

Abstract

Fasilitas kesehatan merupakan pelayanan yang sangat penting bagi masyarakat. Pelayanan kesehatan adalah tulang punggung fasilitas kesehatan di Indonesia. Fasilitas kesehatan bisa dimiliki oleh Pemerintah, Pemerintah Daerah atau swasta. Tenaga kesehatan terdiri dari beragam profesi seperti tenaga dokter, bidan, perawat, apoteker, ahli gizi, tenaga perekam medis, tenaga manajemen kesehatan maupun tenaga non kesehatan. Pasien yang datang ke fasilitas kesehatan pun memiliki beragam jenis penyakit mulai dari penyakit menular sampai penyakit degeneratif. Oleh karena itu, dalam hal ini dilakukan penyusun alur dan prosedur pendaftaran pasien sehingga pelayanan berlangsung baik. Salah satu kriteria penilaian akreditasi pada suatu fasilitas kesehatan adalah tersedianya informasi tentang alur prosedur pendaftaran pelayanan saat pasien mendaftar di loket pendaftaran. Kejelasan informasi yang diterima pasien akan memberikan rasa puas terhadap pasien. Kesan pertama di loket pendaftaran akan membentuk persepsi pasien terhadap keseluruhan pelayanan di fasilitas kesehatan. Tujuan kegiatan ini menyediakan media informasi untuk edukasi pasien saat mendaftar tentang alur dan prosedur pelayanan di loket pendaftaran. Metode yang lakukan adalah observasi ke fasilitas pelayanan kesehatan, identifikasi dan analisis kebutuhan media informasi, perencangan media informasi, ujicoba media, sosialisasi, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh tersedianya media informasi dalam bentuk banner tentang alur prosedur pelayanan di fasilitas kesehatan. Kata Kunci: Media, Alur prosedur pendaftaran, Bidan praktek mandiri ABTRACT Health facilities are very important services for the community. Health services are the backbone of health facilities in Indonesia. Health facilities can be owned by the Government, Local Government or private. Health workers consist of various professions such as doctors, midwives, nurses, pharmacists, nutritionists, medical record workers, health management personnel and non-health workers. Patients who come to health facilities also have a variety of diseases ranging from infectious diseases to degenerative diseases. Therefore, here I am trying to develop a flow and procedure for patient registration. One of the criteria for evaluating accreditation at a health facility is the availability of information about the flow of the procedure for registering services when patients register at the registration counter. Clarity of information received by the patient will give satisfaction to the patient. First impressions at the registration window will shape the patient's perception of the overall service in the health facility. The purpose of this activity is to provide information media for patient education when registering the flow and procedure of service at the registration counter. The method used is observation to health care facilities, identification and analysis of media information needs, information media planning, media testing, outreach, and evaluation. The results obtained are the availability of information media in the form of banners about the flow of service procedures in health facilities. Keywords: Media, Registration procedure flow, Midwife independent practice
Analisis Statistik Asuhan Kesehatan Pasien Rawat Inap Di Semen Padang Hospital Periode 01 Februari – 14 Februari 2017 Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i2.247

Abstract

ABSTRACTMedical records are a compilation of a collection of facts about the patient's health history, including the current and old illnesses and their treatment written by health professionals who helped care for these patients. Data collection was conducted at Semen Padang Hospital by recording data on inpatients returning from February 1 to February 14, 2017, so that data was obtained from 397 patients. Then the data is processed using a computer with the Microsoft Excel application program. Most diagnoses are newborns with the code Z38.0 as many as 28 patients. Grouping diagnosis of patients based on CHAPTER ICD-10, obtained the most diagnosis found in CHAPTER II, namely Neoplasm with a percentage of 14.61% as many as 58 patients. The most common procedure was Sectio Caesar with a code of 74.99 with 14 patients. Based on the DTD code and its definition, the most diagnoses were DTD 298, which were supporting health facilities for other reasons as many as 30 patients. Based on age group, the majority of patients were 25-44 years old as many as 129 patients. Based on regional distribution, the majority of patients came from Padang city as many as 303 patients. After data processing, the total length of stay (TLOS) was 1258 days and the average length of stay (ALOS) was 3.17 or 3 days with the ALOS efficiency rate of 6-9 days. The percentage of bed usage (BOR) is 48.08% with an efficiency rate of 60-85%. Bed exchange rate (BTR) of 2.74 or 3 times, BTR number efficiency cannot be determined because the period needed to know the efficient BTR is one year. The bedtime usage (TI) range is 2.65 or 3 days with the efficiency rate is 1-3 days. Based on the above parameters it was concluded that the obtained ALOS, BOR and BOR were not efficient while the IT obtained was efficient Keywords: Medical Record, Inpatient Health Care Statistics ABSTRAKRekam medis adalah kompilasi kumpulan fakta-fakta sejarah kesehatan pasien, termasuk penyakit lama dan sekarang serta pengobatannya yang ditulis oleh profesional kesehatan yang ikut mengasuh pasien tersebut. Pengumpulan data dilakukan di Semen Padang Hospital dengan mencatat data pasien rawat inap yang pulang sejak 01 Februari-14 Februari 2017, sehingga didapatkan data sejumlah 397 pasien. Kemudian dilakukan pengolahan data menggunakan komputer dengan program aplikasi Microsoft Excel. Diagnosis terbanyak adalah Bayi Baru Lahir dengan kode Z38.0 sebanyak 28 pasien. Pengelompokan diagnosis pasien berdasarkan BAB ICD-10, didapatkan diagnosis terbanyak terdapat pada BAB II yaitu Neoplasm dengan persentase 14,61 % sebanyak 58 pasien. Prosedur terbanyak yaitu Sectio Caesar dengan kode 74.99 sebanyak 14 pasien. Berdasarkan kode DTD dan definisinya, diagnosis terbanyak adalah DTD 298 yaitu Penunjang sarana kesehatan untuk alasan lain sebanyak 30 pasien. Berdasarkan kelompok umur, pasien terbanyak berusia 25-44 tahun sebanyak 129 pasien. Berdasarkan distribusi daerah, pasien terbanyak berasal dari kota Padang sebanyak 303 pasien. Setelah dilakukan pengolahan data diproleh total lama rawat (TLOS) sebanyak 1258 hari dan rata-rata lama rawat (ALOS) sebanyak 3,17 atau 3 hari dengan angka efisiensi ALOS adalah 6-9 hari. Persentase pemakaian tempat tidur (BOR) sebanyak 48,08 % dengan angka efisiensinya adalah 60-85 %. Angka pertukaran tempat tidur (BTR) sebanyak 2,74 atau 3 kali, Keefisienan angka BTR tidak dapat ditentukan karena periode yang dibutuhkan untuk mengetahui BTR yang efisien adalah satu tahun. Rentang waktu pemakaian tempat tidur (TI) sebanyak 2,65 atau 3 hari dengan angka efisiensinya adalah 1-3 hari. Berdasarkan parameter diatas disimpulkan bahwa ALOS, BOR dan BOR yang didapatkan tidak efisien sedangkan TI yang didapatkan efisien.Kata Kunci : Rekam Medis, Statistik Asuhan Kesehatan Rawat Inap
Memahami “Noun” Bahasa Inggris untuk Menentukan Lead Term dalam Mengkode Diagnosis Mengunakan ICD-10 Volume 3 Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v6i1.179

Abstract

Based on the importance of codification, a coder must improve their knowledge and their skills.,one of the skill is to improve their English language skill both oral and written. A coder must understand English because  English is one of the languages on ICD-10. There are some steps of coding patient’s disease, one of them is to determine the lead term. Understanding Noun  in English is one alternative way for coder to simplify determining the lead term. This study aims to (1) To understand the characteristics of Noun, (2) To indentify and classify Noun on ICD -10 Volume 3 and (3) To analyze Noun on ICD-10 Volume 3. Maethod of this study is descriptive qualitative study that is devided into three steps they are: preparing the study, collecting data and analyzing the data. The result shows that the type and characteristics of noun can be found on ICD-10 Volume 3 and based on its function, noun is the sentence head. Noun is the lead term for coding diseases with ICD-10 and Noun on ICD-10 volume 3 are mostly lead terms except common noun relating to parts of body.
PENGELOMPOKAN DIAGNOSIS DAN PROSEDUR BERDASARKAN ICD X DAN ICD IX DI RSI SITI RAHMAH PADANG Nurhasanah Nasution; Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.245

Abstract

Sistem klasifikasi penyakit merupakan pengelompokan penyakit-penyakit yang sejenis dengan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem Tenth Revisions (ICD-10) untuk istilah penyakit dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Penerapan pengodean harus sesuai ICD-10 guna mendapatkan kode yang akurat karena hasilnya digunakan untuk mengindeks pencatatan penyakit,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelompokkan diagnosis dan prosedur berdasarkan ICD X Dan ICD IX di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Periode 01 Maret Sampai 31 Maret 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan cara mengambil data dari abstraksi data pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan diagnosis terbanyak didapat adalah Dengue Haemorragic Fever (DHF) dengan kode ICD X A91 sebanyak tujuh pasien dan prosedur terbanyak didapat Chemoterapy dengan kode ICD IX 99.25 sebanyak 5 pasien dengan diagnosis kanker yang berbeda. Kesimpulan: Diagnosis DHF mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. 
TINJAUAN KETEPATAN TERMINOLOGI MEDIS DALAM PENULISAN DIAGNOSIS PADA LEMBARAN MASUK DAN KELUAR DI RSU JATI HUSADA KARANGANYAR Nurhasanah Nasution; Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v1i2.50

Abstract

ABSTRAKTerminologi Medis merupakan ilmu peristilahan medis sebagai sarana komunikasi antar tenaga kesehatan. Diagnosis seharusnya ditulis dengan terminologi medis yang tepat, memiliki nilai informatif sehingga membantu petugas koding melakukan pengkodean penyakit sesuai ICD.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketepatan terminologi medis dalam penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar di RSU Jati Husada Karanganyar.Jenis Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah 250 dokumen rekam medis di RSU Jati Husada bulan Januari 2013. Besar sampel yang digunakan 62 Lembaran Masuk dan Keluar bulan Januari 2013. Teknik pengambilan sampling dengan sistematis sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar ketepatan penggunaan singkatan menurut terminologi medis sebesar 17 (21.79%) dan ketidaktepatan penggunaan singkatan sebesar 23 (29.49%). Ketepatan penggunaan istilah sebesar 31(39.74%) dan ketidaktepatan penggunaan istilah sebesar 7 (8.98%).Hasil penelitian dapat disimpulkan dalam penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar masih ada penulisan diagnosis yang tidak tepat menurut terminologi medis. Ketidaktepatan penggunaan istilah berdasarkan terminologi medis sebesar 31(39.74%) dan ketidaktepatan penggunaan singkatan sebesar 23 (29.49%). Disarankan diadakan sosialisasi tentang penggunaan istilah dan singkatan yang tepat menurut terminologi medis dalam penulisan diagnosis.Kata Kunci                        : Ketepatan Penggunaan Terminologi MedisKepustakaan       : 14 (2000 - 2012)