Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGELOMPOKAN DIAGNOSIS DAN PROSEDUR BERDASARKAN ICD X DAN ICD IX DI RSI SITI RAHMAH PADANG Nurhasanah Nasution; Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/jmiki.v8i1.245

Abstract

Sistem klasifikasi penyakit merupakan pengelompokan penyakit-penyakit yang sejenis dengan International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problem Tenth Revisions (ICD-10) untuk istilah penyakit dan masalah yang berkaitan dengan kesehatan. Penerapan pengodean harus sesuai ICD-10 guna mendapatkan kode yang akurat karena hasilnya digunakan untuk mengindeks pencatatan penyakit,. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelompokkan diagnosis dan prosedur berdasarkan ICD X Dan ICD IX di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah Padang Periode 01 Maret Sampai 31 Maret 2018. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan cara mengambil data dari abstraksi data pasien rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan diagnosis terbanyak didapat adalah Dengue Haemorragic Fever (DHF) dengan kode ICD X A91 sebanyak tujuh pasien dan prosedur terbanyak didapat Chemoterapy dengan kode ICD IX 99.25 sebanyak 5 pasien dengan diagnosis kanker yang berbeda. Kesimpulan: Diagnosis DHF mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. 
TINJAUAN KETEPATAN TERMINOLOGI MEDIS DALAM PENULISAN DIAGNOSIS PADA LEMBARAN MASUK DAN KELUAR DI RSU JATI HUSADA KARANGANYAR Nurhasanah Nasution; Rahmi Septia Sari
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan Indonesia (JMIKI) Vol 1, No 2 (2013)
Publisher : Asosiasi Perguruan Tinggi Rekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia- APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/.v1i2.50

Abstract

ABSTRAKTerminologi Medis merupakan ilmu peristilahan medis sebagai sarana komunikasi antar tenaga kesehatan. Diagnosis seharusnya ditulis dengan terminologi medis yang tepat, memiliki nilai informatif sehingga membantu petugas koding melakukan pengkodean penyakit sesuai ICD.. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui ketepatan terminologi medis dalam penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar di RSU Jati Husada Karanganyar.Jenis Penelitian ini deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah 250 dokumen rekam medis di RSU Jati Husada bulan Januari 2013. Besar sampel yang digunakan 62 Lembaran Masuk dan Keluar bulan Januari 2013. Teknik pengambilan sampling dengan sistematis sampling. Analisis data menggunakan analisis deskriptif.Hasil penelitian menunjukkan penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar ketepatan penggunaan singkatan menurut terminologi medis sebesar 17 (21.79%) dan ketidaktepatan penggunaan singkatan sebesar 23 (29.49%). Ketepatan penggunaan istilah sebesar 31(39.74%) dan ketidaktepatan penggunaan istilah sebesar 7 (8.98%).Hasil penelitian dapat disimpulkan dalam penulisan diagnosis pada Lembaran Masuk dan Keluar masih ada penulisan diagnosis yang tidak tepat menurut terminologi medis. Ketidaktepatan penggunaan istilah berdasarkan terminologi medis sebesar 31(39.74%) dan ketidaktepatan penggunaan singkatan sebesar 23 (29.49%). Disarankan diadakan sosialisasi tentang penggunaan istilah dan singkatan yang tepat menurut terminologi medis dalam penulisan diagnosis.Kata Kunci                        : Ketepatan Penggunaan Terminologi MedisKepustakaan       : 14 (2000 - 2012)
Training For Medical Records Officers As Preparation To Become Clinical Instructure (Ci) In Health Service Facilities Nurhasanah Nasution
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2023): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/abdimas.v6i1.2862

Abstract

Hospital human resources have authority in carrying out medical record and noting health information is medical record officer. On their duties, medical record officer has responsibility to serve patient based on basic management of medical record and health information. This responsibility is included their main duty had given as authority become a clinical instructure (CI) and also as student assistant in their field training activities. CI itself has fuction to plan, manage and evaluate all of thing that related to clinical training. Offenly, CI face many problems while nurturing traine’s student because of less confident and unclear appointments or duties has given by the educational institution through CI. According to the preliminary study had done at Aisyiyah Kota Padang Hospital shown that medical recorder officer are not trained yet related to role as CI. This problem has attracted the writer to held the CI training at Aisyiyah Hospital. Writer has assumed that CI supporting the hospital accreditation status. This activity was held from 6 – 7 October 2022 at Aisyiyah Hospital and has trained 14 participants consist of college team, hospital director, and staffs (doctor’s, nurses and medical record officer). In Coclusion, partisipants very antusiastic in training had proven by high score at final examination. Keywords : Clinical Instructure, Medical record, Hospitall, Training.
ANALISIS KUALITATIF BERKAS REKAM MEDIS PASIEN KHUSUS BEDAH DI RSU. AISYIAH KOTA PADANG Nurhasanah Nasution
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 14, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v14i1.1607

Abstract

Salah satu pelayanan yang perlu ditingkatkan dari rumah sakit yakni standar kelengkapan rekam medis. standar ini juga telah ditetapkan pada standar akreditasi rumah sakit yakni MKI 19.4. Dari studi pendahuluan yang telah dilakukan belum pernah dilakukannya audit kelengkapan rekam medis RSU Aisyiah menjadi permasalahan  penting untuk diamati oleh peneliti. Penelitian terdahulu hanya melakukan analisis kelengkapan pada pelayanan rawat jalan. Dari permasalahan yang ada, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang analisis kualitatif di RSU Aisyiyah Kota Padang yang bertujuan untuk mengetahui analisis kualitatif berkas rekam medis khusus bedah umum. Penelitian ini telah dilaksanakan di pada bulan Oktober tahun 2022. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui telaah langsung berkas rekam medis dan melakukan wawancara sebagai penunjang data yang telah didapatkan. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah terkait kelengkapan secara kualitatif berkas rekam medis termasuk konsistensi diagnosis, cara pencatatan dan kelengkapan informed consent. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah persentase tertinggi kelengkapan komponen deskripsi dan dasar pengobatan didapat pada item dokter sebesar 100% sedangkan persentase ketidaklengkapan paling tinggi didapat pada komponen praktik pencatan pada item dokter yakni sebesar 53,85%. Kata Kunci : Analisis, Kelengkapan, Kualitatif, Rekam Medis
ANALISIS PENGELOLAAN REKAM MEDIS BERDASARKAN ELEMEN PENILAIAN LAM-KPRS MRMIK 5 DI RSIA MUTIARA BUNDA PADANG Nurhasanah Nasution; Annisa Wahyuni
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 8, No 2 (2025): November 2025
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v8i2.30563

Abstract

Akreditasi merupakan pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit, setelah dilakukan penilaian bahwa rumah sakit telah memenuhi Standar Akreditasi. Demi mewujudkan akuntabilitas pelayanan yang baik kepada masyarakat, setiap rumah sakit diwajibkan untuk melakukan akreditasi sesuai dengan Undang-Undang. Proses  kegiatan penyelenggaraan  rekam  medis  dimulai  pada  saat  diterimanya  pasien  di  rumah  sakit,  dilanjutkan dengan kegiatan pencatatan data medis pasien oleh dokter atau dokter gigi atau tenaga kesehatan lain yang  memberikan  pelayanan  kesehatan  langsung  kepada  pasien.  RSIA Mutiara Bunda adalah rumah sakit swasta, yang merupakan rumah sakit ibu dan anak pengembangan dari RSB Mutiara Bunda. RSIA Mutiara Bunda telah melaksanakan akreditasi pada tahun 2023 dengan menggunakan instrumen LAM-KPRS, sehingga dalam pelaksanaannya perlu melakukan evaluasi terhadap perbaikan-perbaikan yang diberikan oleh surveyor akreditasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengelolaan rekam medis berdasarkan elemen penilaian LAM-KPRS MRMIK 5 di RSIA Mutiara Bunda Kota Padang. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu penelitian yang dilakukan untuk menjelaskan suatu variabel tanpa membuat perbandingan atau hubungan. Informan dalam penelitian ini adalah Manajer Pelayanan, Kepala Rekam Medis, Petugas Rekam Medis, Petugas IT. Hasil dari penelitian ini didapat bahwa capaian MRMIK 5 dapat dikatakan terpenuhi dari setiap kriteria yang ada di instrument MRMIK LAM-KPRS. Saran yang diberikan sebaiknya sosialisasi lebih ditingkatkan untuk pemahaman terkait prosedur seperti SOP dan alur kerja agar pekerjaan lebih dapat berjalan dengan baik dan lancar. Penambahan staf untuk petugas RM juga disarankan mengingat penyimpanan di RSIA Mutiara Bunda menggunakan sistem desentralisasi sehingga akan sedikit kesulitan jika staf RM hanya satu orang.
TINJAUAN KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN BPJS RAWAT INAP GUNA MENUNJANG KLAIM DI SEMEN PADANG HOSPITAL Zahra Amnillah; Nila Mayasari; Nurhasanah Nasution
Iris Journal of Health Information Management Vol 6 No 1 (2026): Iris Journal of Health Information Management (IJHIMa)
Publisher : AKADEMI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN (APIKES) IRIS PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61723/ijhima.v6i1.147

Abstract

Kelengkapan dokumen rekam medis merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang kelancaran proses klaim INA-CBG's bagi pasien BPJS rawat inap. Dokumen rekam medis yang tidak lengkap dapat menyebabkan keterlambatan proses verifikasi dan mengakibatkan terjadinya pending klaim. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelengkapan dokumen rekam medis pasien BPJS rawat inap guna menunjang klaim di Semen Padang Hospital. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 berkas rekam medis pasien BPJS rawat inap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelengkapan dokumen rekam medis pada resume medis mencapai 99,28%, Catatan Perkembangan Pasien Terintegrasi (CPPT) mencapai 98,92%, Surat Eligibilitas Peserta (SEP) mencapai 100%, laporan operasi mencapai 99,52%, dan laporan penunjang mencapai 99,76%. Berdasarkan tinjauan kelengkapan dokumen rekam medis dalam menunjang klaim INA-CBG's, diperoleh bahwa klaim yang berjalan lancar sebanyak 81 berkas (83,5%), sedangkan klaim yang mengalami pending sebanyak 16 berkas (16,5%). Ketidaklengkapan dokumen terutama ditemukan pada bagian asuhan keperawatan, nama dan tanda tangan dokter, serta tanggal pengisian dokumen. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan pengawasan dan ketelitian dalam pengisian dokumen rekam medis guna mendukung kelancaran proses klaim serta meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit.
ANALISIS KESIAPAN PENERAPAN SISTEM REKAM MEDIS ELEKTRONIK SATUSEHAT DI RUMAH SAKIT UMUM BUNDA PADANG TAHUN 2026 Yona Amanda Juwita; Hasna Mirda Amazan; Nurhasanah Nasution; Novita Vitria
Iris Journal of Health Information Management Vol 6 No 1 (2026): Iris Journal of Health Information Management (IJHIMa)
Publisher : AKADEMI PEREKAM DAN INFORMASI KESEHATAN (APIKES) IRIS PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61723/ijhima.v6i1.152

Abstract

Penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) terintegrasi SATUSEHAT merupakan bagian dari transformasi digital kesehatan nasional yang bertujuan meningkatkan interoperabilitas data kesehatan antar fasilitas pelayanan kesehatan. RSU Bunda Padang telah menggunakan RME sejak tahun 2021 dan sedang mempersiapkan integrasi dengan platform SATUSEHAT. Namun, kesiapan implementasi sistem tersebut perlu dianalisis untuk mengetahui faktor pendukung dan hambatan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan penerapan RME terintegrasi SATUSEHAT berdasarkan aspek 4M yaitu man, material, machines, dan methods. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan penelitian terdiri dari tiga orang yaitu dua petugas rekam medis dan satu kepala IT yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek man belum optimal karena belum adanya pelatihan khusus terkait integrasi SATUSEHAT. Aspek material menunjukkan sarana dan prasarana sudah cukup memadai. Aspek machines telah didukung server, komputer, dan jaringan internet yang cukup baik. Aspek methods belum optimal karena SOP integrasi SATUSEHAT masih dalam tahap penyusunan. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa RSU Bunda Padang memiliki kesiapan yang cukup baik dalam penerapan RME terintegrasi SATUSEHAT, namun masih membutuhkan peningkatan kompetensi SDM dan penyelesaian SOP integrasi agar implementasi berjalan optimal.
Analysis of the Completeness of Integrated Patient Progress Notes (CPPT) in Mental Health Care Medical Records at Prof. HB. Sa'anin Mental Hospital, Padang: - Nurhasanah Nasution; Sayati Mandia
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 2 (2024): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v9i2.590

Abstract

Good healthcare services are not only provided to patients; they also require documentation containing patient information, known as medical records. Medical records are a comprehensive record of all information and services provided at a healthcare facility, from admission to discharge. These records are crucial and must be properly maintained and managed. One such record is the patient progress note, known as CPPT. Based on a preliminary study conducted through surveys and interviews at Prof. HB. Sa'anin Mental Hospital, incompleteness in the CPPT was still found. Therefore, the authors were interested in conducting research on the completeness of the CPPT, both quantitatively and qualitatively, in the mental health care medical records at Prof. HB. Sa'anin Mental Hospital, Padang City. The study was conducted in March 2024, using a quantitative descriptive method. The study results showed the highest score for identification review was 99% complete, and the lowest score for authentication review was 53% incomplete. The researchers recommended that the head of medical records immediately disseminate medical record guidelines and standard operating procedures (SOPs) for filling out medical records.
Coding Accuracy in Medical Records of Mental Health Patients at Prof. Hb. Saanin Mental Hospital, Padang Sayati Mandia; Nurhasanah Nasution
Jurnal Manajemen Informasi Kesehatan (Health Information Management) Vol. 9 No. 2 (2024): Health Information and Management
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sapta Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51851/jmis.v9i2.633

Abstract

Hospitals, in providing medical record services to support healthcare delivery, must maintain the quality of medical records. This requires completeness of medical information related to the patient's medical history, from the beginning of treatment to discharge. Diagnosis coding in medical records must be complete and accurate in accordance with ICD-10 guidelines. The accuracy of diagnosis and treatment codes significantly impacts the quality of statistical data and healthcare payment using a case-mix system. Inaccurate diagnosis codes will result in inaccurate data. Incorrect codes will result in incorrect rates. This study, analyzing the accuracy of coding in the medical records of mental health patients at Prof. Hb. Saanin Mental Hospital, Padang, aims to examine the accuracy of coding mental health diagnoses. This study employed descriptive research with quantitative methods and direct observation of medical records. This study was conducted in the Medical Records Unit of Prof. Hb. The study was conducted between February and April 2024. The population was the medical records of inpatients with mental health issues at Prof. HB. Saanin Mental Hospital, Padang, in 2022. The sample size for this study was 99 medical records, using simple random sampling. Data collection involved observation, checking the accuracy of the patient's medical records and using a checklist to categorize the medical records, with a value of 1 representing accurate and 0 representing inaccurate. Data analysis employed descriptive methods. The results showed that coding accuracy for mental illness cases was 90% accurate and 10% inaccurate. The most common inaccurate diagnosis was mixed-type schizophrenia.