Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

TEKNOLOGI PENGOLAHAN GULA SEMUT AREN PADA KELOMPOK TANI DI KELURAHAN PENYENGAT RENDAH KOTA JAMBI Yernisa Yernisa; Ade Yulia; Lisani Lisani; Fera Oktaria; Rudi Prihantoro
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.4.2.263-267.2020

Abstract

Tanaman aren (Arenga pinata) merupakan salah satu tanaman yang diusahakan oleh masyarakat Kelurahan Penyengat Rendah Kecamatan Telanaipura Jambi. Terdapat sekitar 100 pohon aren tersebar di kawasan wilayah ini. Selama ini, nira aren dijual petani ke tempat usaha pembuatan tuak dan sebagian lagi olah menjadi gula aren cetak. Gula semut merupakan salah satu produk olahan nira aren yang berbentuk kristal yang memiliki harga lebih tinggi dibandingkan dengan gula aren cetak. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah agar kelompok tani di Penyengat Rendah memiliki ilmu pengetahuan dan keterampilan mengolah nira aren menjadi gula semut. Sasaran kegiatan ini adalah Kelompok Wanita Tani Cherry dan Kelompok Tani Galusia di daerah Penyengat Rendah. Kegiatan dilakukan dalam bentuk pelatihan dan demonstrasi pembuatan gula semut. Kegiatan berjalan dengan lancar dan kelompok tani telah membuat gula semut secara mandiri dan menjual produknya ke konsumen.
STABILITAS TERMAL MINUMAN EMULSI DARI PEKATAN KAROTEN MINYAK SAWIT MERAH SELAMA PENYIMPANAN Mursalin Mursalin; Surhaini Surhaini; Ade Yulia
JURNAL KONVERSI Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/konversi.3.1.%p

Abstract

Minuman emulsi, sebagai produk dengan kadar air yang tinggi (30-40%, mudah untuk mengalami kerusakan akibat reaksi hidrolisis dan oksidasi, selanjutnya dapat menghasilkan produk lanjut  berupa prooksidan dan radikal  bebas  yang  sangat  berbahaya bagi kesehatan dan bersifat karsinogenik.Analisis terhadap kestabilan  oksidatif- termal minuman emulsi perlu dilakukan untuk menentukan status keamanan pangan produk tersebut. Bilangan peroksida (PV) digunakan sebagai penanda tingkat oksidasi dan kerusakan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui stabilitas oksidatif-termal minuman emulsi yang diproduksi dari minyak sawit merah dan mengetahui kinetika perubahan bilangan peroksida selama penyimpanan. Penyimpanan dilakukan pada empat macam suhu (lemari es, suhu ruang, 30 oC, 40 oC, dan 50 oC) dan pengukuran PV dilakukan secara titrasi menggunakan 0,1N Na2S2O3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama penyimpanan, PV mengalami peningkatan signifikan, padahal dalam produk terkandung karoten (anti oksidan alami) yang tinggi. Laju peningkatan PV terendah teramati pada penyimpanan di suhu refrigerasi (9oC) yaitu 0.354 meq O2/kg produk/minggu dan meningkat dengan persamaan PV = PV0+ t.e(-827.8(1/T) + 1.866) sejalan dengan peningkatan suhu (T dalam Kalvin) dan masa simpan (t dalam minggu). Berdasarkan batas maksimum PV yang direkomendasi oleh Palm Oil Refiners Association of Malaysia (PORAM) produk pangan berminyak, yaitu 5 meq O2/kg produk, masa kadaluarsa minuman emulsi tiap suhu penyimpanan (refrigerasi, suhu kamar, dan  suhu 30 oC, 40 oC, dan 50 oC) adalah 11.8; 5.0; 9.7; 9.5 and 8.6 minggu. Tingginya PV menunjukkan stabilitas oksidasi-termal relatif rendah. Kata kunci: Minuman emulsi, bilangan peroksida, minyak sawit merah, stabilitas
Perancangan Ulang Tata Letak Fasilitas Pabrik PD Ayam Ras dengan Metode Systematic Layout Planning (SLP) Ade Yulia
Jurnal Rekayasa Sistem Industri Vol. 11 No. 2 (2022): Jurnal Rekayasa Sistem Industri
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.145 KB) | DOI: 10.26593/jrsi.v11i2.5005.121-128

Abstract

PD Ayam Ras is a food industry that processes coffee beans into ground coffee ready for brewing. The problems that arise in PD Ayam Ras are caused by unplanned layout design between departments, inefficient material transfer distances and costs material handling that have not been calculated. This causes departments that have closely related material flow sequences to be located far apart. In addition, there is backflow (backtracking) resulting in movement back and forth in the production process. PD Ayam Ras still has empty space that has not been utilized so that space utilization is not optimal resulting in inefficient material flow in the coffee powder production process, thus increasing distance and costs material handling.  The purpose of this research was to determine the initial layout of the  PD Ayam Ras, analyze the layout of PD Ayam Ras factory based on material handling distances, material handling costs and inter-departmental linkages and produce a proposed layout design for PD Ayam Ras .The method used to redesign the facility layout in PD Ayam Ras factory is Systematic Layout Planning (SLP ) method with the help of Blocplan software. The results of the study obtained an efficiency of 36.02 % with costs material handling of Rp. 540,559.40 per day.
Pengenalan Teknologi Pengolahan Biobriket Ade Yulia; Yernisa Yernisa; Lisani Lisani; Fera Oktaria; Rudi Prihantoro
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 2 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i2.12533

Abstract

Anggota kelompok tani KMPG Rumpun Mas Desa Teluk Kulbi Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat Jambi adalah petani dengan komoditas yang diusahakan yaitu tanaman pinang dan kelapa. Tanaman pinang diolah oleh menjadi biji pinang kering sedangkan kelapa diolah menjadi kopra. Pengolahan kedua komoditi ini menghasilkan produk samping yaitu kulit buah pinang, sabut dan tempurung kelapa. Kelompok tani KMPG Rumpun Mas belum memiliki pengetahuan tentang manfaat kulit buah pinang, sabut dan tempurung kelapa yang dapat menambah pendapatan petani. Produk yang ditawarkan yaitu biobriket. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan teknologi pengolahan biobriket kepada kelompok tani. Metode kegiatan yang ditawarkan adalah sosialisasi, demonstrasi, pelatihan pengolahan dan pembuatan rencana usaha biobriket. Pengabdian dilakukan dalam 3 tahap kegiatan. Kegiatan pertama melakukan sosialisasi pemanfaatan kulit buah pinang, sabut dan tempurung kelapa. Kegiatan kedua yaitu melakukan demonstrasi dan pelatihan pengolahan biobriket. Dan kegiatan ketiga adalah pelatihan pembuatan rencana usaha biobriket serta evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan dihadiri oleh anggota kelompok tani dan BUMDES Teluk Kulbi. Pada kegiatan ini dilakukan penyerahan paket teknologi berupa modul kegiatan pengabdian dan peralatan pengolahan biobriket. Respon anggota kelompok tani selama kegiatan berlangsung sangat baik. Peserta sangat antusias dalam mengikuti setiap tahap kegiatan pengabdian.
PENGARUH KONSENTRASI AGAR-AGAR DAN GELATIN TERHADAP MUTU PERMEN JELLY JERUK SIAM MADU (Citrus nobilis L.) Robi Firdaus; Ade Yulia; M. Arisandi; Fera Oktaria
Jurnal Sains dan Teknologi Pangan Vol. 10 No. 3 (2025): Jurnal Sains dan Teknologi Pangan
Publisher : Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63071/zw4y8v10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi agar-agar dan gelatin terhadap mutu permen jelly jeruk siam madu (Citrus nobilis L) dan Mengetahui konsentrasi agar-agar dan gelatin yang terbaik dalam pembuat permen jelly sesuai dengan mutu. Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan jumlah agar-agar dan gelatin terdiri dari 5 taraf perlakuan yaitu agar – agar : gelatin  (3,75 : 11,25), (7,5 : 7,5) , (11,25 : 3,75) , (15 : 0). Parameter yang diamati adalah kadar air, kadar abu, vitamin c, ph dan organoleptik. hasil penelitian menunjukan bahwa konsentrasi agar-agar dan gelatin berpengaruh nyata terhadap kadar air, ph, uji organoleptik warna, tekstur , rasa dan uji hedonik penerimaan keseluruhan  namun tidak berbeda nyata terhadap kadar abu dan vitamin c. Kombinasi perlakuan terbaik terdapat pada perlakuan A1 dengan konsentrasi agar – agar : gelatin (3,75:11,25) dengan nilai kadar air 9,5%, kadar abu 0,982%, vitamin c 6,16 % ph 3,12 uji organoleptik warna 2,52 (kuning), tekstur 4,12 (kenyal), rasa 4,48 (manis), dan uji hedonik penerimaan keseluruhan 4,28 (suka).