Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Konsepsi Pembiasaan Sholat Dhuha dan Membaca Al-Qur’an dalam Peningkatan Akhlak Ali Mustofa; Abdul Ghofur
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 29 No 01 (2022): April 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i01.155

Abstract

Pembiasaan-pembiasaan secara islami meliputi membaca Al-qur’an dan sholat dhuha merupakan keberimanan seseorang yang diukur secara akhlaki. Indikasi bahwa akhlak bisa dipelajari dengan metode pembiasaan, pembiasaan secara terus menerus akhirnya mendapakan akhlak yang hasanah. Diberbagai sekolah dasar yang ada disekitar kita, termasuk yang menerapkan progam membiasakan membaca Al-Qur’an sehingga peserta didik sangat antusias sekali dalam mengikuti progam tersebut. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan: 1) Pembiasaan Shalat Dhuha dan membaca al qur’an dilaksanakan setiap hari sebelum proses pembelajaran agar memunculkan aklak islami. 2) Shalat Dhuha dan membaca al qur’an dilaksanakan berjamaah di kelas masing-masing dengan imam yang sudah terjadwal. 3) Kebiasaan melaksanakan shalat dhuha dan membaca al qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar merupakan upaya mewujudkan fondasi anak shaleh dan unggul.
Pembiasaan Sholat Dhuha dan Membaca Al-Qur’an Era New Normal dalam Peningkatan Akhlak di SDN Blimbing Gudo Jombang Ali Mustofa; Abdul Ghofur
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol 29 No 02 (2022): Oktober 2022
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/tasyri.v29i02.172

Abstract

Pasca pandemi akhlak siswa menurun, hal ini dikarenakan kurangnya pertemuan tatap muka antara guru dengan murid. Saat new normal SDN Blimbing mengerakkan kegiatan pelaksanaan shalat dhuha berjama’ah dan membaca al-Qur’an yang dilakukan untuk mengembangkan karakter keimanan peserta didik dan kesadaran untuk beribadah. Pembiasaan-pembiasaan secara islami meliputi sholat dhuha dan membaca Al-qur’an merupakan keberimanan seseorang yang diukur secara akhlaki. Indikasi bahwa akhlak bisa dipelajari dengan metode pembiasaan, pembiasaan secara terus menerus akhirnya mendapakan akhlak yang hasanah. Diberbagai sekolah dasar yang ada disekitar kita, termasuk yang menerapkan progam membiasakan Sholat dhuha dan membaca Al-Qur’an sehingga peserta didik sangat antusias sekali dalam mengikuti progam tersebut. Adapun akhlak yang muncul dari pembiasaan tersebut menjadikan anak lebih disiplin artian disiplin waktu dan tempat, tanggung jawab, dan religius. Dari pembahasan ini dapat disimpulkan: 1) Pembiasaan Shalat Dhuha dan membaca al qur’an dilaksanakan setiap hari sebelum proses pembelajaran agar memunculkan peningkatan akhlak. 2) Shalat Dhuha dan membaca al qur’an dilaksanakan berjamaah di musholla dengan imam yang sudah terjadwal. 3) Kebiasaan melaksanakan shalat dhuha dan membaca al qur’an sebelum kegiatan belajar mengajar merupakan upaya mewujudkan fondasi anak shaleh dan unggul.
PENANAMAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM QS LUQMAN AYAT 12-19 DI SMPN 1 GUDO JOMBANG Ali Mustofa; Taufiqur Rochman
INOVATIF: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan Vol. 9 No. 1 (2023): Inovatif, February 2023
Publisher : The Center for Research and Community Service of Islamic Institute of Hasanuddin Pare-Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55148/inovatif.v9i1.343

Abstract

Pendidik Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab . Pendidik atau Guru adalah orang yang memberikan pendidikan atau pembelajaran kepada siswanya.Pendidikan agama islam merupakan program yang terencana dalam menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani ajaran agama islam serta diikuti tuntunan untuk menghormati penganut agama lain dalam hubungannya dengan kerukunan antar umat beragama hingga terwujud kesatuan dan persatuan bangsa . Menurut Undang-Undang No. 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara . Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional kearah alam dan sesama manusia.
Strategi Pemasaran Pendidikan Melalui Kegiatan Ekstrakulikuler Ali Mustofa
At Tadbir: Islamic Education Management Journal Vol. 2 No. 1 (2024): Juni 2024
Publisher : At Tadbir: Journal of Islamic Education Management is published by the Islamic Education Management Study Programme, IAI al Urwatul Wutsqo, Jombang, East Java, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/attadbir.v2i1.1598

Abstract

An educational institution's marketing strategy also affects its performance. In the competition to attract new students, education marketing is crucial. Therefore, educational institutions must have an effective approach to this. This research investigates MA Al-Urwatul Wutsqo Jombang's strategy to gain many students through its extracurricular activities. The purpose of this study is to find out the extracurricular activities at MA Al-Urwatul Wutsqo Jombang and how this strategy is applied to market education. The results showed that MA Al-Urwatul Wutsqo Jombang has implemented marketing well, There are seven things used in marketing, namely concerning products, prices, places, people, promotions, processes, Physical Evidence
TAFSIR AMALY SEBAGAI TAFSIR SUFI KARYA MUHAMMAD QOYYIM YA’QUB Ali Mustofa
ISLAMIDA Journal of Islamic Studies Vol. 2 No. 2 (2023): AGUSTUS
Publisher : STAI Darussalam Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This objective is to discuss Tafsir Amaly as a Sufi interpretation. This research uses descriptive qualitative research methods. The results of the study state that Tafsir Amaly is a Sufi interpretation, Sufi interpretation departs from the assumption that the Qur'an has both zahir and batin meanings. There are three components of the epistemological study of interpretation: interpretation sources, interpretation techniques, and interpretation validity. Tafsir Amaly draws its sources from the Qur'ān, hadith, and laduni science, and uses the ijmali method and isyari approach. Kyai Qoyyim uses linguistic rules such as sorof and nahwu analysis to interpret verses. They also use takwil to find out the inner meaning of a verse. From this takwil, Kyai Qoyyim produces a practical interpretation.
KONSEP AKHLAK MAHMUDAH DAN MADZMUMAH PERSPEKTIF HAFIDZ HASAN AL- MAS’UDI DALAM KITAB TAYSIR AL-KHALLAQ Ali Mustofa; Fitria Ika Kurniasari
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving morals, morals, and human character is obligation for human being, which aimed to achieve their life goals, such as realizing Insan kamil (perfect human). Moral is the main thing for humans, therefore the Prophet told his ummah to improve morals more and more. This study found that: morals means behavior, character, behavior or trait. According to al-Ghazali, moral is a trait that is embedded in the human soul which gives birth to easy human actions without need for thought or consideration. Taysir Al-Khallaq means a book that makes it easy for someone to carry out morals and understand the kinds of morals. So knowing the morals certainty must be implemented abandoned. The results of this study are according to Hafidz Hasan al-Mas'udi in the Taisiirul Khollaq Fi Fi Ilmil Akhlaq giving a concept of how we have the Mahmudah character, and go away from the Madzmumah character, such as hasud, arrogance, revenge, this is a trait that we must stay away from as educators or students. Meanwhile, honesty, humality, tawadhu are trait must be owned. The conclusion is the concept of moral education which is included in attitudes or behaviors are the relationship with Allah, oneself, attitudes and family.
TELA’AH KONSEP NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM Ali Mustofa
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 2 No. 2 (2020): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v2i2.203

Abstract

Islamic education is an operational basis for realizing the ideal basis for Islamic education sources. Therefore, planting the values of Islamic education is an absolute must. The values of Islamic education can be concluded that Islamic education aims to inform, transform and interlate Islamic values in the hope that it can raise awareness and develop aspects of a good and correct spiritual life in order to realize the whole Muslim person with the characteristics of faith, piety, and character. noble character, smart, skilled and responsible. The kinds of values of Islamic education are faith, worship values and moral values.
INOVASI PENDIDIKAN ISLAM MASA PANDEMI COVID 19 DI MA AL URWATUL WUTSQO JOMBANG Ali Mustofa
Ilmuna: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 2 (2021): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STIT al Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/ilmuna.v3i2.306

Abstract

Pandemic of Coronavirus Disease (Covid-19) in Indonesia has changed all education models, including in Jombang. Many problems changes for school education. Such as teachers are facing hard challenges. Educators are required to be creative in delivering material through online learning media. It also needs to be invincible with the level of educational needs. MA Al Urwatul Wutsqo Jombang makes effort to deliver Islamic education even in pandemic conditions. This is done through online and offline. The online or distance learning has been carried out in several ways, namely the delivery of materials and assignments through the e-learning program, email, What Sapp and using virtual face through zoom meeting application. Meanwhile the offline is done by taking an assignment in the morning at school and collected on the following day, then next is limited meeting that is reducing face-to-face hours, and designing classes based on the health protocols.