Al Fakhri Zakirman
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Metodologi Fatwa Majelis Ulama Indonesia Al Fakhri Zakirman
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/al-hikmah.v10i2.615

Abstract

Majelis Ulama Indonesia (MUI) adalah organisasi keagamaan yang bersifat independen dan aspiratif. Dalam khittah pengabdiannya salah satu peran MUI adalah pemberi fatwa (al-iftâ’). Fatwa adalah penjelasan tentang hukum Islam yang ditanyakan oleh mustafti (peminta fatwa). Dalam menghasilkan sebuah fatwa, MUI menggunakan metodologi yang ditempuh oleh jumhur (mayoritas) ulama. Menjadikan al-Quran, sunnah, ijma’ dan qiyas sebagai dalil. Menjadikan pendapat mazhab (Abu Hanifah, Malik, Al-Syâfi’i dan Ahmad) sebagai patokan utama. Melakukan tarjih (memilih salah satu pendapat yang paling kuat) jika pada masalah tersebut ada beberapa pendapat. Apabila masalah yang dibahas belum pernah dibahas oleh ulama sebelumnya, maka MUI menggunakan metode takhrij (menganalogikan masalah yang belum dibahas dengan yang sudah pernah dibahas ulama klasik). Jika tidak memungkinkan takhrij, MUI melakukan ijtihad kolektif. Dalam pengambilan sebuah hukum MUI sangat mempertimbangkan aspek kekuatan dalil dan aspek kemaslahatan bagi umat.
Problem Muallaf Tionghoa Bangka Pasca Konversi Agama Al Fakhri Zakirman; Musa Musa; M. Sholeh Marsudi
Ri'ayah: Jurnal Sosial dan Keagamaan Vol 8 No 1 (2023): Ri'ayah Jurnal Sosial dan Keagamaan
Publisher : Pascasarjana IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/riayah.v8i1.6609

Abstract

This paper describes the problems faced by Chinese converts in Bangka after conversion to Islam. Departing from the strong relationship between the ethnic Chinese and Malays in Bangka, it affected the condition of Chinese converts in Bangka. At least they are still treated well by their family of origin. This article discusses the problems faced by Chinese converts in Bangka and how to solve each problem they face. This field research is qualitative by collecting data through interviews and observations. Based on the author's study, the problems faced by Chinese converts in Bangka can be summarized into four things: first; the problem of understanding and practicing religion, secondly; the problem of economic independence, third; adaptation problems with local Muslims, fourth is the issue of support from converts organizations, Islamic organizations and the government in this case the Ministry of Religion.