Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KETERAMPILAN PETUGAS AMBULANMU DI ERA KEBIASAAN BARU PANDEMI COVID-19 Sartika Puspita; Denny Anggoro Prakoso; Romadhon Yuan Aziz
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i1.7351

Abstract

ABSTRAKEra kebiasaan baru pandemi Covid-19 saat ini perlu dilakukan pelatihan petugas dan relawan Ambulanmu Pimpinan ranting Muhammadiyah (PRM) Nitikan Umbulharjo Yogyakarta yang berasal dari anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Di masa Covid-19 ini perlu pembekalan petugas dan relawan mengenai cara mengoperasikan ambulanmu secara aman terhadap transmisi virus. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah anggota KOKAM PRM Nitikan sebagai petugas Ambulanmu dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang meningkat di era kebiasaan baru. Metode pelaksanaan pengabdian ini meliputi penyuluhan dan pelatihan di aula Masjid Sulthonain PRM Nitikan dengan peserta terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan melalui kuliah, forum diskusi berkelompok dan praktik keterampilan kerja (skills lab) dengan narasumber Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta serta tim rukti jenazah PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Hasil pengabdian ini terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan petugas ambulanmu dalam menggunakan alat pelindung diri (APD), rukti jenazah, teknik disinfektanisasi jenazah, peribadatan, sterilisasi ambulans dan petugasnya serta protokol pelayanan jenazah sampai penguburannya. Implikasi kesgiatan ini anggota kokam sebagai relawan ambulanmu siap menghadapi pasien dan jenazah Covid-19. Hasil kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan KOKAM petugas ambulanmu dalam situasi era pandemi Covid-19. Kata Kunci: ambulanmu; covid-19, KOKAM; nitikan; PRM ABSTRACTIn the new era of the Covid-19 pandemic, it is necessary to train Ambulanmu officers and volunteers. The leadership of the Muhammadiyah branch (PRM) Nitikan Umbulharjo Yogyakarta who comes from members of the Muhammadiyah Youth Preparedness Command (KOKAM). During this Covid-19 period, it is necessary to equip officers and volunteers on how to operate ambulance safely against virus transmission. The purpose of this community service is that members of KOKAM PRM Nitikan as Ambulanmu officers can have increased knowledge and skills in the era of new habits. The method of implementing this service includes counseling and training in the hall of the Sulthonain PRM Nitikan Mosque with limited participants with strict health protocols. The method used is counseling through lectures, group discussion forums and work practices (skills lab) with speakers from the Indonesian Red Cross (PMI) of Yogyakarta City and the PKU Muhammadiyah Yogyakarta mortuary team. The results of this service are an increase in the knowledge and skills of your ambulance officers in using personal protective equipment (PPE), burial of corpses, body disinfection techniques, worship, sterilization of ambulances and their officers as well as protocols for service bodies to burial. The implication of this activity is that the kokam members as ambulanmu volunteers are ready to Covid-19 patients and corpses. The result of this activity is an increase in the knowledge and skills of ambulanmu officer KOKAM in the the Covid-19 pandemic era. Keywords: ambulanmu; covid-19; KOKAM; nitikan; PRM
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN PKK SEBAGAI KADER KESEHATAN GIGI DAN MULUT DI MASA PANDEMI COVID-19 Sartika Puspita; Dwi Aji Nugroho; Romadhon Yuan Aziz
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 6, No 3 (2022): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v6i3.10481

Abstract

ABSTRAKPandemi Covid-19 mengakibatkan anak terbatas beraktifitas terutama di sekolah, sehingga kesehatan gigi dan mulut tidak dapat dipantau oleh dokter gigi melalui program kunjungan usaha kesehatan gigi sekolah (UKGS). Kesehatan gigi dan mulut (kesgilut) sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu dilakukan upaya promotif dan preventif. Tujuan kegiatan ini adalah membentuk kader kesgilut sehingga dapat mandiri melakukan upaya promotif dan preventif yaitu dengan memotivasi anak untuk memiliki kebiasaan baik serta tidak takut ke dokter gigi. Metode kegiatan ini adalah penyuluhan luring dan pemutaran audio visual dalam rangka membentuk kader kesehatan yang diselenggarakan di Taman Kanak-Kanak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga 22 (TK PKK 22) Jotawang. Peserta berasal dari guru dan pengurus PKK sebanyak 6 orang. Evaluasi dilakukan pada seluruh peserta untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pengetahuan mengenai kesgilut sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan dan pelatihan. Hasil uji post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap kesehatan gigi dan mulut yaitu 100% dibandingkan hasil pre test yaitu 65%. Implikasi kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru serta pengurus PKK dalam menjaga kesgilut dengan baik dan benar. Kesimpulan kegiatan ini adalah pengetahuan dan keterampilan peserta meningkat setelah dilakukan penyuluhan dan pelatihan sehingga dapat diharapkan menjadi kader kesgilut di masa pandemi Covid-19. Kata kunci: preventif; promotif; kader kesgilut; PKK ABSTRACTThe Covid-19 pandemic has resulted in children being limited in activities, especially at school, so dentists cannot monitor dental and oral health through the school dental health business visit program (UKGS). Dental and oral health is essential for the growth and development of children, so it is necessary to make promotive and preventive efforts. This program aims to form dental and oral health cadres so that they can independently carry out promotive and preventive steps by motivating children to have good habits and not be afraid to go to the dentist. The method of this activity is offline counseling and audio-visual screenings to form health cadres held at the Kindergarten for Family Welfare Empowerment 22 (TK PKK 22) Jotawang. Participants came from teachers and PKK administrators, as many as six people. Results were pre and post-test on all participants to determine whether there were differences in knowledge about mental health problems before and after counseling and training. This activity implies increasing teachers' and PKK administrators' knowledge and skills in maintaining excellent and correct dental health problems. The conclusion is that the knowledge and skills of the participants increased after counseling and training were carried out so that they could be expected to become cadres of dental and oral health during the Covid-19 pandemic. Keywords: preventive; promotive; dental and oral health cadre; PKK