Raras Hafidha Sari
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HORISON HARAPAN PEMBACA TERHADAP NOVEL API TAUHID KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY Belia Puspa; Kamidjan Kamidjan; Raras Hafidha Sari
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 8, No 3 (2020): SEPTEMBER 2020
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v8i3.1512

Abstract

Penelitian ini berisi diskusi tentang cakrawala harapan lima pembaca dari siswa di pondok pesantren Darul Falah V Cukir terhadap novel Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy. Novel Api Tauhid adalah novel yang menceritakan sejarah perjuangan ulama besar, yaitu Said Nursi dalam menyebarkan Islam di Turki Ottoman dan juga novel roman yang menceritakan perjuangan cinta Fahmi dalam menjaga hubungannya dengan Nuzula. Fokus penelitian ini adalah harapan para siswa sebagai pembaca dalam periode waktu tertentu pada novel Api Tauhid. Penelitian ini menggunakan teori penerimaan sinkron dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis analitik dengan beberapa tahapan, yaitu pemilihan data, pengkodean data, interpretasi data dan penarikan kesimpulan.
Interaksi Karakter Perempuan dalam Menghadapi Hegemoni Maskulinitas pada Novel “Gadis Kretek” Risalatul Habibah; Raras Hafidha Sari
Jurnal Ilmu Pendidikan, Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jipsara.v2i1.9040

Abstract

Perempuan sering di tempatkan pada posisi yang lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kekuasaan, sosial, politik, dan ekonomi. Kondisi ini mendorong berbagai kalangan untuk menuntut terciptanya kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki, sehingga keduanya memperoleh hak dan kesempatan yang setara. Dalam penelitian ini peneliti memilih Novel Gadis kretek karya Ratih Kumala mengisahkan tentang dinamika keluarga dan bisnis kretek di Indonesia, dengan fokus pada interaksi karakter perempuan dalam konteks hegemoni maskulinitas yang kuat. Dalam konteks interaksi gender, novel ini menggambarkan perempuan seperti Jeng Yah dan Roemaisa sebagai sosok yang tegar, mandiri, dan berwibawa, yang berjuang dalam dunia bisnis kretek yang didominasi laki-laki. Namun, perempuan menghadapi subordinasi dan stereotip patriarki yang menganggap mereka tidak pantas terlibat dalam produksi kretek dan hanya cocok untuk pekerjaan domestik. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam serta menghasilkan temuan baru mengenai hegemoni maskulinitas. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang komprehensif dan deskriptif terhadap konsep maskulinitas secara umum, khususnya dari perspektif perempuan yang tergambarkan dalam Novel Gadis Kretek.
Interaksi Karakter Perempuan dalam Menghadapi Hegemoni Maskulinitas pada Novel “Gadis Kretek” Risalatul Habibah; Raras Hafidha Sari
Jurnal Ilmu Pendidikan, Sains dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33752/jipsara.v2i1.9040

Abstract

Perempuan sering di tempatkan pada posisi yang lebih rendah dibandingkan laki-laki dalam berbagai bidang, seperti pendidikan, kekuasaan, sosial, politik, dan ekonomi. Kondisi ini mendorong berbagai kalangan untuk menuntut terciptanya kesetaraan gender antara perempuan dan laki-laki, sehingga keduanya memperoleh hak dan kesempatan yang setara. Dalam penelitian ini peneliti memilih Novel Gadis kretek karya Ratih Kumala mengisahkan tentang dinamika keluarga dan bisnis kretek di Indonesia, dengan fokus pada interaksi karakter perempuan dalam konteks hegemoni maskulinitas yang kuat. Dalam konteks interaksi gender, novel ini menggambarkan perempuan seperti Jeng Yah dan Roemaisa sebagai sosok yang tegar, mandiri, dan berwibawa, yang berjuang dalam dunia bisnis kretek yang didominasi laki-laki. Namun, perempuan menghadapi subordinasi dan stereotip patriarki yang menganggap mereka tidak pantas terlibat dalam produksi kretek dan hanya cocok untuk pekerjaan domestik. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam serta menghasilkan temuan baru mengenai hegemoni maskulinitas. Pendekatan ini memungkinkan analisis yang komprehensif dan deskriptif terhadap konsep maskulinitas secara umum, khususnya dari perspektif perempuan yang tergambarkan dalam Novel Gadis Kretek.
PERAN LINGKUNGAN PESANTREN TERHADAP TATANAN BAHASA HONORIFIK SANTRI DI SMP A. WAHID HASYIM TEBUIRENG Hablana Milladunkah Rohmah; Raras Hafidha Sari; Claudia Zahrani Susilo; Syamrotul Musfiroh
Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah Vol. 16 No. 1 (2026): Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/literasi.v16i1.36506

Abstract

This study aims to determine the influence of the Islamic boarding school environment on the honorific language structure of students at SMP A. Wahid Hasyim Tebuireng. The focus of the study is directed at how the daily life and culture of the Islamic boarding school shape the language habits of students, especially in the use of speech forms that show respect (honorifics). In this context, honorifics are understood not only as greetings, but also as part of the grammar of politeness and social hierarchy that reflect the values ​​of Islamic boarding school ethics. This study uses a descriptive qualitative approach with a naturalistic observation method, namely the researcher directly observes the language habits of students in daily activities at school and the Islamic boarding school environment. Data are collected through field notes, then analyzed and conclusions are drawn. The results of the study indicate that the Islamic boarding school environment has a strong influence on the honorific language structure of students. In daily interactions, students are accustomed to using polite and respectful language forms, such as the greetings "Ustaz", "Ustazah", "Panjenengan", as well as polite forms of speech such as "nggih", "monggo", and "nuwun sewu". The use of these forms not only reflects linguistic habits but also reflects the internalization of the values ​​of ta'dzim (respect for teachers) and tawadhu' (humility) that are characteristic of Islamic boarding school culture.