Achmad Djunaidi
Universitas Muhammadiyah Mataram

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peranan Guru PPKn dalam Membina Sikap dan Kedisiplinan Siswa di Sekolah Melalui Pendekatan Keteladanan Guru di SMP Negeri 2 Donggo Achmad Djunaidi; Titin Sarimawati
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 7, No 2: September 2019
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.749 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v7i2.1135

Abstract

Sikap siswa berperan sebagai penunjang dalam mencapai suatu tujuan pembelajaran. Sikap dipengaruhi perasaan pendukung atau tidak mendukung terhadap suatu objek. Terdapat banyak asumsi bahwa ada hubungan yang positif antara sikap siswa dengan hasil belajarnya.  Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pernanan guru dalam membina sikap dan kedisplinan siswa melalui pendekatan keteladanan guru. Metode penelitian ini mneggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah guru PPKn dan siswa di SMPN 2 Donggo. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, interview dan dokumentasi. Analisis data menggunakan  reduksi data, penyajian data verifikasi dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Peranan Guru dalam pembinaan disiplin siswa adalah meningkatkan ketaqwaan siswa, mengadakan pembinaan untuk mempertinggi budi pekerti dan kepribadian siswa;  membimbing  tingkah  laku  siswa sehari-hari  di  sekolah;  2)      Bentuk pembinaan disiplin siswa yang dilakukan oleh guru adalah menunjukan/memberi contoh sikap disiplin; menegur siswa   yang   melanggar   secara   lisan;   menyampaikan   manfaat   dari berdisiplin; memberikan sanksi terhadap siswa yang melanggar baik sanksi ringan maupun sanksi berat; 3) Faktor pendukung dalam memberikan keteladanan dan kedisiplinan guru PPKn siswa adalah suasana lingkungan belajar yang kondusif/nyaman, sarana pembelajaran yang memadai/ menunjang, dan peran serta orang tua dalam pendidikan anak. Students ' attitudes serve as supporting in achieving a learning objective. Beliefs influenced by feelings of support or not supporting an object. There are many assumptions that there is a positive relationship between students ' attitudes and their learning outcomes.  The purpose of this research is to explain the teacher's attention to cultivating the philosophy and discipline of the students through the teacher's example. This method of study used qualitative research with a descriptive approach. The informant is the teacher of PPKn and students at SMPN 2 Donggo. The data collection used is observation, interview, and documentation. Data analysis used data reduction, presentation of verification data, and withdrawal of conclusions. The results showed that 1) the teacher's role in the coaching of students ' discipline is to increase the student's steady lit, conduct coaching to heighten the character's ethics and personality;  Guiding the conduct of every day students at school;  2) The form of student discipline coaching conducted by the teacher is to demonstrate/give examples of disciplinary attitude; Rebuke the student who violates orally;   Convey the benefits of disciplined; Sanctions on students who violate either mild or severe sanctions; 3) supporting factors in providing the teacher's transparency and discipline for students is a conducive/comfortable learning environment, adequate learning facilities, and parents ' participation in children's education.
TRADISI SIRAMAN (MEMANDIKAN CALON PENGANTIN) DALAM PROSESI UPACARA PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA LARANGAN KECAMATAN LARANGAN KABUPATEN BREBES Achmad Djunaidi; Setiadi Aji Prawira
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 4 No. 1: Maret 2016
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.706 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v4i1.324

Abstract

Abstrak:Penelitian ini merupakan penelitian upacara adat jawa, yaitu upacara siraman. Dalam penelitian ini peneliti mengajukan rumusan masalah yang cukup menarik. Adapun rumusan masalah tersebut adalah bagaimana proses siraman serta apa makna siraman tersebut. Dengan tujuan memahami bagaimana proses siraman beserta makna yang terdapat dalam proses siraman.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif lebih bersifat deskriptif yang disusun secara sistematis dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan fenomenolgi, karena metode ini memakai pengalaman hidup sebagai alat untuk memahami fenomena yang sedang terjadi ataupun yang sudah terjadi. Dalam penelitian ini juga menggunakan metode  purposive sampling dimana peneliti menentukan sendiri sampel yang akan diambil karena pertimbangan tertentu. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Peneliti menganggap metode ini lebh efektif dalam penelitian kualitatif.Pembahasan proses upacara siraman berdasarkan hasil penelitian yang mendeskripsikan proses upacara siraman. Adapun proses dari siraman tersebut seperti berikut : calon pengantin memakai pakaian siraman lantas diiringi oleh orang tuanya ketempat siraman, orang tua calon pengantin yang menyiram dilanjutkan oleh sesepuh (orang yang dituakan) dan diakhiri dengan dukun pengantin memecahkan kendil siraman disambut para tamu yang mengucapkan  “wes pecah pamore” . Selain proses upacara siraman, hasil penelitian juga membahas tentang makna yang terkandung dalam proses upacara siraman. Adapun makna yang terkandung dalam upacara siraman yaitu melakukan upacara adat (meminta berkah tuhan) sebagai bentuk harapan kesuksesan upacara pernikahannya, membersikan jasmani dan rohani sebagai bentuk penyucian diri untuk menghadapi upacara yang sakral serta pemberian doa yang terbaik dari keluarga dan para tamu undangan bagi calon pengantin. Abstract:  This study is a Javanese traditional ceremony, the ceremony siraman. In this study, the researchers propose formulation of the problem is quite interesting. The formulation of the problem is how the siraman process and what the meaning of the siraman. With the goal of understanding how the process of being washed along with the meaning contained in the siraman process.The method used is a qualitative research method. Qualitative research is descriptive systematically arranged in this study. The approach used is phenomenological approach, because this method uses life experiences as a tool to understand the phenomenon that is happening or has already happened. In this research using purposive sampling method where researchers determine their own samples to be taken because of certain considerations. Methods of data collection in this research is the method of observation, interviews, and documentation. Researchers believe this method is more effective in qualitative research.Discussion ceremony siraman process based on research results that describe the process of being washed ceremony. The process of being washed in the following manner: the bride to wear a splash of water and then accompanied  by his parents to place siraman, parents of prospective brides flush followed by the sesepuh (elder person) and ends with a splash kendil (water container)solve shaman bride greeted guests say “wes pecah pamore” (already glowing aura). Besides ceremonial siraman process, the results of the study also discusses the meaning contained in the process of being washed ceremony. As for the meaning contained in ceremonial splash of water that traditional ceremonies (ask for a blessing of god) as a form of hope of success wedding ceremony, cleaning physically and mentally as a form of self-purification to confront the ceremony of the sacred and the provision of prayer is the best of the family and invited guests for the bride.
Penggunaan Metode Kooperatif Model Artikulasi Terhadap Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran PKn Kelas VII SMPN 2 Gangga Kabupaten Lombok Utara Achmad Djunaidi; Taufik Taufik
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 7 No. 1: Maret 2019
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.785 KB) | DOI: 10.31764/civicus.v0i0.849

Abstract

Rendahnya kemampuan mengemukakan pendapat siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode pembelajaran Kooperatif Model Artikulasi dapat meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran PKn Kelas VII SMP N 2 Gangga. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 2 Gangga sebanyak 24 orang, yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Jenis penelitian menngunakan eksperimen dengan pendekatan kuantitatif desain Pre-test dan Post-est. Desain ini digunakan sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis statistik dengan rumus t-tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa t-hitung sebesar 12,64 dari t-tabel 2,069 yang berarti terdapat pengaruh signifikan dengan menggunakan metode pembelajaran Kooperatif model Artikulasi terhadap proses belajar mengajar. Rata-rata hasi belajar siswa yang dikenakan metode pembelajaran Kooperatif model Artikulasi sebesar 77,67 dan hasil belajar siswa yang tidak dikenakan perlakuan sebesar 67,67. Dengan demikian disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Kooperatif model artikulasi dapat meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas VII di SMPN 2 Gangga, maka dapat dikatakan hipotesis (Ha) diterima yang berbunyi bahwa metode pembelajaran Kooperatif model Artikulasi dapat meningkatkan kualitas hasil belajar PKn siswa. The low ability to express student opinions in the Subject of Citizenship Education. This study aims to determine whether the application of Cooperative learning methods Articulation Model can improve Student Learning Outcomes in Class VII Civics Subjects of Ganges N 2 Middle School. The sample in this study were class VII students of Ganges 2 Junior High School as many as 24 people, consisting of 14 male students and ten female students. This type of research uses experiments with a quantitative approach to Pre-test and Post-test design. This design was used before the trial and after the test. While the analysis used is statistical analysis using the t-test formula. The results showed that t-count was 12.64 from t-table 2.069, which means that there was a significant effect using the Cooperative learning method of the Articulation model on the teaching and learning process. The average student learning outcomes subject to the Cooperative learning method of Articulation model is 77.67, and student learning outcomes that are not subject to treatment amounted to 67.67. Thus it was concluded that the application of Cooperative learning methods articulation models could improve Citizenship Education learning outcomes of class VII students in Ganges 2 Ganga, it can be said the hypothesis (Ha) is accepted which means that Cooperative learning methods Articulation models can improve the quality of Citizenship Education student learning outcomes.