Sri Giarti
Universitas Kristen Satya Wacana

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Basicedu

PERBEDAAN PENGGUNAAN DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM SOLVING TERHADAP HASIL BELAJAR IPA SISWA KELAS 4 SD GUGUS COKRO KEMBANG JENAWI KARANGANYAR Rian Setiaji; Henny Dewi Koeswati; Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 2, No 1 (2018): April Pages 1-165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.419 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v2i1.116

Abstract

Tujuan peneelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan model discovery learning dan model problem soving terhadap hasil belajar IPA kelas 4 Gugus Cokro Kembang Jenawi Kabupaten Karanganyar semester II tahun pelajaran 2017/ 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu atau eksperimen kuasi. Hasil peneitian menggunakan Uji T dapat diketahui t hitung 3,909 > t tabel 1,980. Nilai signifikan sebesar 0,638 (0,638>0,05), maka Hₒ ditolak sedangkan signifikansi 2 tailed sebesar 0,000 (0,000<0,05), maka Hₐ diterima. terdapat perbedaan penggunaan model discovery learning dan model problem solving terhadap hasil belajar IPA siswa kelas 3 SD Gugus Cokro Kembang semester II tahun pelajaran 2017/ 2018 yang berarti Hₐ diterima dan Hₒ ditolak
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING DI SEKOLAH DASAR Serly Verawati Nubatonis; Henny Dewi Koeswanti; Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 4 (2019): October Pages 994-2165
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.544 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i4.265

Abstract

 Tujuan penelitian ini adalah  meningkatan kemampun berkomunikasi Matematika pada siswa kelas 5 SD St.Theresia Marsudirini 77 Salatiga Tahun Pelajaran 2019/2020 menggunakan model Problem Based Learning. Adapun jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian tindakan kelas. Dengan  Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SD St.Theresia Marsudirini 77 Salatiga berjumlah 44 siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah tes dan  non tes observasi wawancara analisi data deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan kemampuan berkomunikasi Matematika sebesar 47.7% pada siklus 1 dan pada siklus II 79,5%.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MUATAN MATEMATIKA KELAS 4 Selly Purwita Sari; Henny Dewi Koeswanti; Sri Giarti
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): April Pages 263- 849
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.249 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.15

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematika melalui model Problem Based Learning pada kelas IV semester II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Data diperoleh melalui teknik tes dan non tes. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Mulyoharjo 05 Jepara sebanyak 23 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika sebesar 73,8 % dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus I, 100% siswa dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus II. Meningkatnya keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika sebesar 78,2 siswa tuntas pada siklus I dan 95,6 % siswa tuntas pada siklus II. Dengan demikian telah terbukti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mata pelajaran matematika
Perbedaan Model Pembelajaran Problem Solving dan Discovery Learning ditinjau dari Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Maklonia Meling Moto; Srigiarti Srigiarti
Jurnal Basicedu Vol 4, No 2 (2020): April, Pages 228-521
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v4i2.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan model pembelajaran Discovery learning dan Problem solving ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 sekolah Dasar pada pembelajaran tematik. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik probality yaitu dengan area sampling atau cluster sampling sehingga jumlah sampel penelitian berjumlah 51 peserta didik. Metode penelitian yang dugunakan adalah eksperimen semu (Quasi Eksperimental Research). Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dan uji T. hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan model pembelajaran Problem solving lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dari pada model pembelajaran Discovery learning. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan hasil akhir yang diperoleh dari kelas eksperimen dengan jumlah peserta didik (N) sebanyak 26 peserta didik dengan nilai rata-rata sebesar 61,32, sementara pada kelas kontol diperoleh nilai rata-rata sebesar 66,85 dengan (N) sebanyak 25 peserta didik. Hasil uji T diperoleh nilai signifikansi pada F sebesar 2,589 dan nilai sig 0,024 < 0,050, maka Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penerapan model problem solving dan discovery learning ditinjau dari keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas 4 SD dalam pembelajaran tematik