Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMANFAATAN TANAMAN SAWIT MELALUI INOVASI TEKNOLOGI BERNILAI EKONOMI DI DESA SAKO MARGASARI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Adianto Adianto; Hasim As’ari; Mayarni Mayarni; Mita Rosaliza
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31010.872 KB) | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.946

Abstract

Desa Sako Margasari adalah merupakan sebuah desa yang terletak di dalam wilayah Kabupaten Kuantan Singingi dan dibentuk oleh Pemerintah melalui Program Transmigrasi pada tahun 1981, dimana mayoritas mata pencaharian masyarakatnya berasal dari sektor perkebunan sawit. Tujuan kegiatan ini adalah untuk melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan inovasi teknologi yang berasal dari potensi desa di Desa Sako Margasari Kecamatan Logas Tanah Darat Kabupaten Kuantan Singingi. Metode kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu: 1) Mempersiapkan, mengumpulkan dan menganalisa berkas/dokumen yang berkaitan dengan desa dan peningkatan ekonomi masyarakat local; 2) Melakukan observasi dan FGD (Forum Discussion Group) ke desa guna mengetahui dan mendiskusikan potensi lokal yang bisa dikembangkan; 3) Mengadakan pertemuan dengan Kepala Desa dan Direktur BUMDes guna mendapatkan izin pelaksanaan kegiatan dan penetapan jadwal pelaksanaan kegiatan; 4) Mengadakan pengenalan dan pelatihan kepada masyarakat, aparat desa dan BUMDes. Hasil kegiatan ini menemukan bahwa pemberdayaan masyarakat desa khususnya kaum laki-laki yang dilakukan melalui pengembangan nira sawit menjadi gula merah dan pemberdayaan masyarakat desa khususnya kaum perempuan yang dilakukan melalui pengembangan lidi sawit menjadi produk handmade juga memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk mencoba dan memulainya. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan yang dilakukan melalui kegiatan pelatihan inovasi teknologi memberikan daya tarik dan peluang kepada masyarakat untuk memiliki sumber ekonomi baru yang berasal dari potensi desa yang ada
Pondok literasi berbasis kearifan lokal sebagai media pembelajaran di SD Negeri 024 Banjar XII, Tanah Putih, Rokan Hilir, Riau Wendi Silitonga; Sandewa Jopanda; Ayu Syafitri; Putriany Yoranda; Mita Rosaliza
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 1 (2019): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.1.388-393

Abstract

Perpustakaan merupakan salah satu sarana belajar yang cukup penting dalam institusi pendidikan. Di zaman era global seperti sekarang, bahkan TK dan PAUD wajib memiliki perpustakaan sebagai wujud upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ketidakberadaan perpustakaan, menjadi satu dari beberapa factor rendahnya minat baca.Tulisan ini membahas Pondok literasi sebagai media belajar di SDN 024 Menggala Jounction, Banjar XII, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir. Beberapa metode yang penulis lakukan ialah membangun pondok literasi (RAMBU POLISI), membukadonasi buku dan sebagainya (SIM B), program senandung kisah literasi yang dilakukan dengan monolog (SEKILAS), belajar tentang karakter (BETTER), pembelajaran ceria dan kreatif (CERIBEL), dan terakhir program reading book culture yang penulis sebut RIAU (reading is a culture). Tulisan ini memberikan sebuah penjelasan sosiologis mengenai fungsi pondok dan menganalisis pendapat masyarakat umumnya dan warga sekolah khususnya untuk mengetahui respons dan dampak dari adanya pondok tersebut.Pondok merupakan salah satu budaya kearifan negeri yang tersebar di berbagai nusantara yang biasanya digunakan sebagai tempat berkumpul atau bermain. Dari studi kasus di Desa Menggala Jounction yang dilaksanakan pada bulan April-Juni 2019 lalu, penulis menemukan bahwa hegemoni teknologi masa kini belum masuk pada masyarakat Menggala Jounction. Pondok literasi yang berbasis local wisdom masih mampu menarik minat baca dan tulis.
Konsumerisme: Fomo Pada Mahasiswa Fisip Universitas Riau Risa Sabila; Hesti Asriwandari; Mita Rosaliza
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7797

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena fear of missing out (FoMO) yang memicu konsumerisme yang dialami mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara fenomena Fear of Missing Out (FoMO) sebagai bentuk kecemasan sosial dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada mahasiswa FISIP Universitas Riau. Di era masyarakat digital, mahasiswa kerap menghadapi tekanan untuk selalu selaras dengan standar gaya hidup yang didikte oleh media sosial. Penelitia ini metode kualitatif deskriptif, penelitian ini menghimpun data dari lima informan kunci yang dijaring lewat teknik multi-stage sampling. Proses penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam, pengamatan aktivitas digital, serta dokumentasi jejak transaksi mahasiswa FISIP Universitas Riau. Hasil penelitian mengungkap bahwa tindakan konsumsi yang dilakukan mahasiswa bukanlah reaksi emosional semata, melainkan keputusan sadar yang bersifat strategis untuk memeroleh keuntungan sosial, seperti pengakuan dan modal simbolik. Hal ini menyimpulkan bahwa konsumerisme yang dipicu oleh FoMO merupakan strategi rasional dalam mempertahankan eksistensi identitas sekaligus upaya menghindari eksklusi sosial dalam lingkungan pertemanannya.
Habitus Generasi Z Dalam Memaknai Kesuksesan Melalui Pendidikan Tinggi Di Kampung Bungaraya Ajeng Atikah Merlinda; Hesti Asriwandari; Mita Rosaliza
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.8443

Abstract

This study is motivated by the changing orientation of Generation Z toward higher education in rural agrarian areas, particularly in Bungaraya Village, Siak Regency. Higher education, which has traditionally been viewed as a key instrument of social mobility, is now experiencing a legitimacy crisis due to its mismatch with labor market realities. This research aims to analyze the meaning of success among Generation Z, examine the formation of their habitus, and identify forms of social criticism toward higher education. This study employs a qualitative approach with a descriptive method through in-depth interviews, observation, and documentation. Informants consist of Generation Z and parents in Bungaraya Village. The findings reveal a shift in the meaning of success from academic-oriented to pragmatic orientation based on experience, skills, and economic independence. The habitus of Generation Z is shaped by agrarian environments emphasizing practical work rather than formal educational symbols. Social criticism arises due to high education costs, lack of curriculum relevance, and limited job opportunities. This study concludes that higher education is no longer perceived as the only path to success, but rather as one of many alternative choices.