Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Implementasi Teknologi Pakan Fermentasi dalam Pemberdayaan Peternak Ayam Buras untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi Dini Julia Sari Siregar; Warisman
Jurnal Abdimas HAWARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. HAWARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan ayam buras merupakan salah satu subsektor peternakan yang berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan sumber protein hewani, serta peningkatan pendapatan masyarakat pedesaan. Namun, produktivitas usaha ayam buras masih menghadapi berbagai kendala, terutama tingginya biaya pakan yang mencapai lebih dari 60% dari total biaya produksi. Ketergantungan terhadap pakan komersial dengan harga yang fluktuatif menyebabkan efisiensi usaha peternak menjadi rendah. Di sisi lain, berbagai bahan baku lokal dan hasil samping pertanian yang tersedia di wilayah pedesaan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai bahan penyusun pakan karena masih terbatasnya pengetahuan dan keterampilan peternak dalam formulasi ransum dan teknologi fermentasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas peternak ayam buras melalui penerapan teknologi pakan fermentasi berbasis bahan baku lokal sebagai upaya meningkatkan produktivitas ternak dan efisiensi usaha. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif melalui enam tahapan, yaitu persiapan, sosialisasi, penyuluhan, pelatihan praktik (learning by doing), demonstrasi penerapan pakan fermentasi pada ternak, pendampingan berkala, serta evaluasi kegiatan. Program menitikberatkan pada transfer pengetahuan dan keterampilan sehingga peternak mampu memproduksi pakan fermentasi secara mandiri sesuai kebutuhan usaha. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peternak mengenai teknologi fermentasi pakan, meningkatnya kemampuan peserta dalam menyusun dan memproduksi pakan fermentasi secara mandiri, serta meningkatnya pemanfaatan bahan baku lokal sebagai alternatif pakan. Penerapan pakan fermentasi berbasis dedak padi, jagung, dan bahan pakan lokal lainnya menghasilkan tingkat konsumsi pakan yang baik serta berkontribusi terhadap penurunan biaya pakan sehingga efisiensi usaha peternakan meningkat. Selain memberikan manfaat ekonomi, program ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap pakan komersial. Dengan demikian, penerapan teknologi fermentasi pakan merupakan salah satu strategi pemberdayaan peternak ayam buras yang efektif dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi biaya produksi, serta kemandirian usaha peternakan rakyat menuju sistem peternakan yang berkelanjutan.
Analysis of Egg Productivity in Buras Chickens Fed Fermented Feed with Various Bioactivators Dini Julia Sari Siregar; Warisman
Journal of Information Technology, computer science and Electrical Engineering Vol. 3 No. 1 (2026): February-May 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Multidimensi Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61306/jitcse.v3i1.260

Abstract

This study aimed to analyze the egg productivity of native chickens fed fermented feed using different bioactivators. The primary issue underlying this study was the relatively low egg productivity of indigenous chickens in Indonesia, which ranges from 60 to 120 eggs per hen per year, as well as the high cost of conventional feed, accounting for approximately 60–70% of total production costs. As an alternative solution, a bioconversion technology in the form of feed fermentation was applied to break down the crude fiber bonds in rice bran and corn, improve feed quality and crude protein content, reduce antinutritional compounds, and enhance nutrient digestibility in the digestive tract of chickens. The experiment was conducted using a field laboratory approach based on a non-factorial Completely Randomized Design (CRD) consisting of four dietary treatments with five replications. Each experimental unit contained three 7-month-old native laying hens, resulting in a total of 60 experimental birds. The basal diet consisted of corn (51%), rice bran (30%), soybean meal (10%), fish meal (3%), cooking oil (2%), limestone (1%), and mineral mix (3%). The diet was mixed with selected bioactivator solutions and palm sugar, followed by anaerobic incubation for an optimum fermentation period of 4–7 days. The observed parameters included daily feed intake, daily egg production expressed as Hen Day Production (HDP), average egg weight, and feed efficiency measured by Feed Conversion Ratio (FCR). The collected data were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) to determine the significance of treatment effects. The results demonstrated that fermented feed supplemented with the Starbio bioactivator (P3) produced the most favorable performance, resulting in the highest HDP (54.80%), the greatest average egg weight (46.50 g), and the lowest FCR (3.13), indicating the highest feed efficiency. These findings are expected to provide a scientific basis for smallholder poultry farmers in selecting appropriate commercial bioactivators for producing high-quality fermented feed, thereby reducing feed production costs and supporting the sustainable development of native chicken farming.
Pelatihan dan Implementasi Kompos Kotoran Ayam Dan Bekas Maggot (Kasgot) Di Kelompok Tani Suka Maju Kabupaten Langkat Dini Julia Sari Siregar; Warisman
Jurnal Abdimas HAWARI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : CV. HAWARI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi oleh Kelompok Tani Suka Maju di Kabupaten Langkat adalah ketergantungan tinggi terhadap pupuk kimia sintetis yang berdampak pada peningkatan biaya produksi dan degradasi kualitas tanah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan pendampingan implementasi pembuatan kompos dari kotoran ayam dan bekas media budidaya maggot (Kasgot) sebagai alternatif pupuk organik berkualitas. Metode pelaksanaan meliputi tahapan penyuluhan, pelatihan pembuatan kompos, demonstrasi plot, dan pendampingan aplikasi di lahan pertanian. Kegiatan diikuti oleh 30 anggota kelompok tani dengan pelaksanaan selama 3 bulan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memproduksi kompos Kasgot dengan kualitas baik (C/N rasio 15-20, kandungan N 2,5-3%, P 1,8-2,2%, K 1,5-2%) dalam waktu pengomposan 21-28 hari. Implementasi kompos Kasgot pada tanaman hortikultura menunjukkan peningkatan produktivitas hingga 25-30% dibandingkan kontrol, penurunan biaya pemupukan sebesar 40%, serta perbaikan struktur dan kandungan bahan organik tanah. Tingkat adopsi teknologi mencapai 85% dengan keberlanjutan produksi kompos oleh kelompok tani. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan petani dalam pengelolaan limbah organik, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di Kabupaten Langkat.