Rani Putri Prihatin
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN MINAT SISWA BARU DI MTSN 5 SLEMAN YOGYAKARTA Rani Putri Prihatin; Iqbal Faza Ahmad
Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 4, No 2 (2020): Evaluasi-edisi September
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/evaluasi.v4i2.381

Abstract

Hakikat lembaga pendidikan sebagai penyedia jasa pendidikan adalah untuk memberikan layanan yang baik kepada pengguna jasa pendidikan. Tujuan dari marketing atau pemasaran adalah memberikan informasi tentang keunggulan dari layanan dan fasilitas suatu Lembaga pendidikan kepada calon pengguna jasa pendidikan agar tertarik untuk menggunakan jasa pendidikan tersebut. Bauran pemasaran atau Marketing mix adalah strategi pemasaran barang yang di asosiasikan dengan jasa, sehingga umum digunakan oleh lembaga pendidikan sebagai strategi pemasaran dibidang jasa pendidikan untuk merespon persaingan dalam dunia pendidikan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, MTs Negeri 5 Sleman Yogyakarta menjalankan strategi pemasaran jasa pendidikan jenis marketing mix atau bauran pemasaran dalam upaya untuk meningkatkan minat siswa baru, hal ini ditunjukkan dengan komponen strategi pemasaran yang dijalankan yaitu: produk (product), harga (price), lokasi/tempat (place), promosi (promotion), orang (people), bukti fisik (proof), proses (process). Kedua, beberapa faktor yang mempengaruhi peningkatan minat siswa baru di MTs Negeri 5 Sleman diantaranya; mempunyai program unggulan sebagai produk seperti program unggulan tahfidz, literasi, sekolah ramah anak; guru dan karyawan yang berkualitas dan berwawasan luas; biaya terjangkau; fasilitas yang menunjang pembelajaran; lokasi yang strategis. Ketiga, faktor-faktor yang menghambat dalam proses pemasaran jasa pendidikan MTs Negeri 5 Sleman Yogyakarta diantaranya yaitu kurangnya pengetahuan masyarakat tentang program unggulan yang dimiliki oleh MTs negeri 5 Sleman. Pelaksanaan pemasaran jasa pendidikan di MTs Negeri 5 Sleman berdampak positif, hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah minat siswa baru dari tahun ke tahun.
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Penguatan Pendidikan Karakter di SMAN 1 Yogyakarta Rani Putri Prihatin; Shobaihatul Khoiroh
Nusantara: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 1 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Sosial Rumah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/njpi2021.v1i1-1

Abstract

The background of this research stems from the interest of researchers about the importance of the role of principal leadership in strengthening character education. This study aims to determine the type, role, and implementation of the character education strengthening program at SMAN 1 Yogyakarta. This research is a qualitative research taking place at SMAN 1 Yogyakarta. Methods of data collection are done by means of observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques by transcript, coding, comparing and contrasting. Checking the validity of the data by means of triangulation of sources, triangulation of techniques, and triangulation of time. The results showed that: (1) the type of leadership applied by the principal is a type of democratic leadership where the principal always provides encouragement, motivation and innovation for teachers, employees and students to continue to excel and continue working. (2) The implementation of the character education strengthening program using the habituation and culture methods of 5S (Greetings, Smiles, Greetings, Polite, and Polite) character education strengthening programs are supported by school members so that the program has been implemented optimally. (3) the principal acts as an educator, manager, administrator, supervisor, leader, innovator and as a motivator.