Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS TARIF PARKIR BERDASARKAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) PADAKAWASAN PASAR GEDE SURAKARTA (Mengacu pada Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9/ 2011) Sigit Muhammad Sholeh; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37577

Abstract

Pasar Gede Surakarta merupakan salah satu fasilitas umum di Kota Surakarta untuk memenuhi kebutuhan publik khususnya di bidang kebutuhan pokok.Kenaikan tarif parkir yang mengacu pada Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 9 tahun 2011 sebaiknya diimbangi dengan peningkatan pelayanan publik pengguna parkir. Penelitian dilakukan untuk mengetahui besarnya Ability to Pay (ATP) danWillingness to Pay (WTP) pengguna fasilitas parkir terhadap kenaikan tarif parkir.Metode yang digunakan adalah penyebaran kuisioner dengan metode sampel acak untuk mendapatkan data dari responden pengguna fasilitas parkir di kawasan Pasar Gede Surakarta.Data yang diperoleh kemudian diolah untuk mengetahui besarnya Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay (WTP) untuk setiap jenis kendaraan serta mengetahui karakteristik pengguna fasilitas parkir.Hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pengguna fasilitas parkir pada hari kerja dan pada akhir pekan. Untuk kendaraan roda dua, besarnya ATP tarif parkir Rp. 591,81 dan besarnya WTP tarif parkir Rp. 728,97. Sedangkan untuk kendaraan roda empat, besarnya ATP tarif parkir Rp. 1.007,46 dan besarnya WTP tarif parkir Rp. 1.936,68. Baik pada hari kerja maupun akhir pekan, besarnya tarif parkir berdasarkan Ability to Pay (ATP) dan Willingness to Pay(WTP) lebih kecil dari kenaikan tarif parkir yang mengacu pada Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2011 yang diberlakukan oleh pihak operator pada kawasan Pasar Gede Surakarta. Salah satu penyebabnya adalah besar prosentase alokasi biaya parkir dari biaya transportasi.
HUBUNGAN TUNDAAN DAN PANJANG ANTRIAN TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR AKIBAT PENUTUPAN PINTU PERLINTASAN KERETA API (STUDI KASUS PADA PERLINTASAN KERETA API DI SURAKARTA) Christmas Samodra Hadis; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2013): Juni 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i2.37545

Abstract

Tundaan dan Panjang Antrian kendaraan cukup panjang terlihat jelas pada saat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakarta, seperti perlintasan Jebres di Jalan Urip Sumoharjo ataupun perlintasan Sekarpace di Jalan HOS Cokroaminoto, sehingga menyebabkan waktu yang diperlukan untuk melintasi ruas jalan tersebut semakin lama. BBM merupakan salah satu sumber daya alam yang jumlahnya sangat terbatas, sehingga ketersediaan BBM akan semakin langka seiring meningkatnya kebutuhan energi terutama di bidang transportasi. Peningkatan jumlah kendaraan bermotor menyebabkan semakin meningkatnya konsumsi BBM untuk energi kendaraan bermotor. Konsumsi BBM yang terbuang pada saat kendaraan berhenti (idle) akibat penutupan pintu perlintasan kereta api dipengaruhi oleh lama tundaan dan panjang antrian. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan tundaan dan panjang antrian terhadap konsumsi bahan bakar akibat penutupan pintu perlintasan kereta api di Kota Surakarta. Analisis tundaan dan panjang antrian didasarkan pada hasil survai pada masing-masing perlintasan. Analisis konsumsi BBM berdasarkan lama tundaan dengan menggunakan persamaan dari LAPI-ITB yang telah dikonversikan ke dalam satuan mobil penumpang. Hubungan penutupan perlintasan berupa tundaan dan panjang antrian dengan konsumsi BBM menggunakan metode analisis regresi linier berganda. Berdasarkan analisis dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa hasil model regresi linier berganda dengan variabel bebas berupa panjang antrian (X1) dan tundaan (X2) terhadap variabel tidak bebas konsumsi bahan bakar (Y) adalah Y = 0.012 + 0.00004778 X1 + 0.389 X2 untuk perlintasan Jebres dan Y = 0.009 + 0.000002425 X1 + 0.389 X2 untuk perlintasan Sekapace. Hasil analisis menunjukkan tundaan dan panjang antrian memiliki pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar pada penutupan perlintasan kereta api, artinya semakin tinggi nilai tundaan dan panjang antrian semakin besar pula konsumsi bahan bakar yang terbuang. Hasil ini sesuai dengan hipotesa awal bahwa konsumsi bahan bakar kendaraan bermotor pada saat idle (diam) di penutupan perlintasan kereta api dipengaruhi oleh lama tundaan dan panjang antrian.
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI H2O DAN WAKTU EKSTRAKSI Indra Wijayanto; Djoko Sarwono; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37584

Abstract

Asbuton merupakan singkatan dari aspal Buton yang berasal dari Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Penggunaan asbuton tidak sesederhana atau semudah penggunaan aspal minyak karena asbuton merupakan suatu mineral mentah, sehingga untuk pemanfaatannya harus diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis berusaha meningkatkan prosentase bitumen asbuton dengan ekstraksi atau pemisahan asbuton menggunakan metode asbuton emulsi campuran dingin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Bahan yang digunakan adalah asbuton butir tipe 5/20, cocamide DEA (Diethanolamine), HCl, kerosin, dan air RO. Campuran Phasa padat adalah asbuton butir dan kerosin yang dicampur menggunakan alat mixer selama 5 menit. Phasa cair terdiri dari cocamide DEA, air RO, dan HCl. Variabel air RO yang digunakan 48,75%, 49,38%, 50,00%, 50,60%, dan 51,19% dari berat total. Phasa padat dan Phasa cair dicampur kemudian diekstraksi, variable waktu ekstraksi yang digunakan 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Kemudian dilakukan pengujian kadar larutan bitumen, berat jenis dan kadar air RO. Hasil analisis, komposisi yang menghasilkan kadar larutan bitumen tertinggi adalah asbuton butir tipe 5/20 41,15%, kerosin 8,23%, air RO 49,38%, Cocamide DEA 0,62%, HCl 0,62%, terhadap berat total. Waktu ekstraksi maksimum 15 menit. Dari hubungan kadar larutan bitumen terhadap variasi kadar air RO dengan waktu ekstraksi 15 menit, didapatkan kadar air RO sebesar 49,55% menghasilkan kadar larutan bitumen 35,5%. Metode ekstraksi pada asbuton butir Tipe 5/20 dengan kadar bitumen 20% menghasilkan kadar larutan bitumen 35,5%.
ANALISIS TARIF PARKIR BERDASARKAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) DI PASAR LEGI SURAKARTA Nimatomi Kurnia Putra Rigiar; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37583

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik dan mengetahui kemampuan dan kesediaan membayar parkir berdasarkan pendapatan konsumen. Dengan cara penyebaran kuisioner secara acak kepada pengguna parkir. Hasil analisis dan pembahasan yang dilakukan menunjukkan adanya perbedaan karakteristik pengguna fasilitas parkir pada hari kerja dan akhir pekan. Untuk kendaraan roda dua, ATP tarif parkir untuk jam pertama didapat sebesar Rp.1.192,26 dan untuk jam selanjutnya sebesar Rp.630,96 sedangkan untuk WTP tarif parkir untuk jam pertama didapat sebesar Rp.1.075,12 dan untuk tarif jam berikutnya sebesar Rp.451,60. Untuk kendaraan roda empat, ATP tarif parkir untuk jam pertama didapat sebesar Rp.1.491,24 dan untuk jam berikutnya sebesar Rp.697,67 sedangkan untuk WTP tarif parkir untuk satu jam pertama didapat sebesar Rp.2.025,86 dan untuk tarif jam selanjutnya sebesar Rp.646,99. Hasil perhitungan ATP dan WTP yang diperoleh hampir sesuai dengan tarif sekarang dan dapat diberlakukan tarif progresif dengan peningkatan fasilitas parkir.