Janet Trineke Manoy
Universitas Negeri Surabaya

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : MATHEdunesa

PROSES BERPIKIR SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA BERDASAR LANGKAH POLYA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT Hardina Fitri Amalia; Janet Trineke Manoy
MATHEdunesa Vol 10 No 3 (2021): Jurnal Mathedunesa Volume 10 Nomor 3 Tahun 2021
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.341 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v10n3.p507-513

Abstract

Abstrak Penelitian bertujuan mendeskripsikan proses berpikir siswa Adversity Quotient (AQ) tipe climber, camper, dan quitter dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan langkah Polya. Penelitian merupakan penelitian deskriptif kualitatif dilakukan di kelas VIII SMP Semester Gasal Tahun Pelajaran 2019/2020, dengan tiga subjek penelitian yaitu subjek climber, camper, dan quitter yang diperoleh dari analisis hasil angket Adversity Response Profile (ARP). Peneliti sebagai instrumen utama dengan instrumen pendukung berupa angket ARP, Tes Pemecahan Masalah (TPM) serta Pedoman Wawancara (PW). Data penelitian diperoleh dari hasil TPM dan wawancara yang dianalisis menggunakan indikator proses berpikir siswa berdasarkan langkah Polya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses berpikir subjek climber, camper, dan qutter berbeda, yaitu sebagai berikut: (1) Proses berpikir subjek climber melakukan seluruh indikator proses berpikir dalam setiap langkah penyelesaian Polya dengan hasil penyelesaian yang tepat serta memiliki ide penyelesaian lain dalam menyelesaian masalah matematika yang diberikan; (2) Proses berpikir subjek camper melakukan seluruh indikator proses berpikir dalam penyelesaian masalah matematika berdasarkan langkah Polya dengan hasil penyelesaian tidak tepat; (3) Proses berpikir subjek quitter melakukan beberapa indikator proses berpikir penyelesaian masalah matematika berdasar langkah Polya dan mendapatkan hasil penyelesaian yang tidak tepat. Ketiga subjek, baik climber, camper, maupun quitter telah menunjukkan bahwa proses berpikir siswa dalam menyelesaikan masalah matematika dipengaruhi oleh tingkatan AQ yang dimiliki. Kata Kunci: Proses Berpikir, Masalah Matematika, Langkah Polya, Adversity Quotient Abstract The research aims to describe the thinking process of students Adversity Quotient (AQ) types of climber, camper, and quitter in solving mathematical problems based on the steps of Polya. This research is a qualitative descriptive research conducted in class VIII Junior High School Odd Semester 2019/2020 Academics year on material patterns, with three research subjects that each one subject of climber, camper, and quitter obtained from the analysis of Adversity Response Profile (ARP) poll results. Researchers as the main instrument in research and supporting instruments are poll ARP, troubleshooting Test (TPM) and interview guidelines (PW). Research Data is obtained from TPM results and analysed interviews using student thought process indicators based on Polya's steps. The results showed that the thinking processes of the climber, camper, and qutter subjects were different, as follows: (1) The process of thinking climber subject performs all indicators of the thinking process is to receiving information, processing information, storing information, and re-calling the information in each Polya's completion steps with the right solution and having other solutions idea in complaint the mathematical problems given; (2) The process of thinking camper subject performs all indicators of the thinking process in solving mathematical problems based on the Polya steps with improper settlement result; (3) The process of thinking quitter subject performs several indicators of the thinking process in solving mathematical problems based on Polya’s steps and obtaining an improper settlement result. All of the subjects, whether climbers, campers, or quitters, have shown that the thinking processes of students in solving mathematical problems are influenced by their AQ level. Keywords: Thinking Process, Math Problems, Polya steps, Adversity Quotient
JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS’ CREATIVITY IN SOLVING HOTS QUESTIONS BASED ON LEARNING CONCENTRATION Astridtia Putri Junita Sari; Janet Trineke Manoy
MATHEdunesa Vol 11 No 1 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.461 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n1.p155-168

Abstract

Creativity is a product of someone's creative thinking. HOTS questions are questions that are used to measure students' higher order thinking skills. Learning concentration is a process of focusing the mind on learning to the exclusion of other things outside of learning. This study aims to analyze the creativity of junior high school students in solving mathematics HOTS questions based on learning concentration. This type of research includes qualitative descriptive research, with 6 research subjects as representatives of the very high, high, and moderate learning concentration groups. The instruments used in this study were a learning concentration questionnaire, mathematics HOTS questions, and interview guidelines. The data from the learning concentration questionnaire were analyzed using a Likert Scale, the data from the creative thinking ability test were analyzed based on the components of creative thinking. The data from the test and interviews were analyzed using the method of Miles, Huberman, and Sadana. The results showed that students with very high levels of learning concentration were classified as very creative, not all students with high levels of learning concentration could achieve the components of fluency and flexibility. Meanwhile, students with moderate levels of learning concentration were classified as less creative.
Kemampuan Representasi Matematis Siswa dalam Menyelesaikan Soal Open-Ended Ditinjau dari Self-Concept Putri Hidayah Yonicha Sari; Janet Trineke Manoy
MATHEdunesa Vol 11 No 3 (2022): Jurnal Mathedunesa Volume 11 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.87 KB) | DOI: 10.26740/mathedunesa.v11n3.p826-836

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menguraikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal open-ended ditinjau dari self-concept siswa. Tiga siswa kelas XI sebagai subjek pada penelitian dipilih dengan metode pemilihan subjek secara purposive sampling. Tes self-concept berbentuk kuesioner, tes kemampuan representasi matematis berupa soal open-ended, serta pedoman wawancara digunakan sebagai instrumen pada penelitian ini. Subjek dipilih pada awal penelitian menggunakan tes self-concept, berikutnya subjek diberikan tes soal open-ended dan selanjutnya dilakukan wawancara. Perolehan data dianalisis melalui metode analisis data dengan langkah pengumpulan informasi, penyajian informasi, serta pengambilan kesimpulan dan verifikasi. Hasil analisis memperlihatkan bahwa subjek dengan kategori self-concept tinggi, yang memiliki pandangan sangat positif terhadap kemampuan yang dimilikinya, mampu memunculkan tiga bentuk representasi pada langkah menyusun rencana penyelesaian yaitu representasi visual, representasi simbolik, dan representasi verbal ketika diberikan soal berbentuk open-ended. Kemudian subjek dengan kategori self-concept sedang yang memiliki pandangan cukup positif terhadap kemampuan yang dimilikinya, mampu memunculkan dua bentuk representasi pada langkah menyusun rencana penyelesaian yaitu representasi visual dan representasi simbolik serta pada langkah melaksanakan rencana penyelesaian yaitu representasi simbolik dan representasi verbal ketika diberikan soal berbentuk open-ended. Sedangkan subjek dengan kategori self-concept rendah yang memiliki pandangan negatif terhadap kemampuan yang dimilikinya, mampu menunjukkan dua bentuk representasi pada langkah menyusun rencana penyelesaian yaitu representasi visual dan representasi simbolik ketika diberikan soal berbentuk open-ended.
Kreativitas Siswa SMA dalam Menyelesaikan Soal HOTS Materi Fungsi Komposisi Ditinjau dari Kemampuan Matematika Eka Radianti Istiqomah; Janet Trineke Manoy
MATHEdunesa Vol 12 No 3 (2023): Jurnal Mathedunesa Volume 12 Nomor 3 Tahun 2023
Publisher : Program Studi S1 Matematika UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/mathedunesa.v12n3.p997-1013

Abstract

ABSTRAK Manusia dalam melakukan kegiatan sehari–hari pasti tidak lepas dari aktivitas berpikir. Salah satu aktivitas berpikir adalah berpikir kreatif. Kreativitas merupakan suatu kapasitas dari seseorang ketika melakukan suatu aktivitas mental dalam pengelolaan informasi yang digunakan untuk pemecahan masalah dengan menghasilkan suatu solusi yang berbeda dan juga baru serta memenuhi indikator kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan. Mata pelajaran yang melatih siswa untuk berpikir kreatif salah satunya adalah mata pelajaran matematika. Jenis soal yang terdapat dalam mata pelajaran matematika salah satunya adalah soal HOTS. Dalam penelitian ini, kemampuan matematika dikelompokkan menjadi dua yaitu kemampuan matematika tinggi dan kemampuan matematika sedang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan kreativitas siswa SMA dalam menyelesaikan soal HOTS materi fungsi komposisi ditinjau dari kemampuan matematika.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek dalam penelitian ini diambil dari SMA Negeri 1 Pacitan kelas XI MIPA 7. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pemberian tes kemampuan matematika, tes soal HOTS, dan metode wawancara. Analisis data menggunakan indikator berpikir kreatif yaitu kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan matematika tinggi memiliki kreativitas yang berbeda-beda. Terdapat tiga siswa kurang kreatif, satu siswa kreatif, dan satu siswa sangat kreatif. Siswa dengan kemampuan matematika sedang memiliki kreativitas yang berbeda-beda pula. Terdapat satu siswa tidak kreatif, 2 siswa yang kurang kreatif, dan 2 siswa yang kreatif. Kata kunci: kreativitas, tingkat kemampuan berpikir kreatif, HOTS, kemampuan matematika.