Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Matriks Teknik Sipil

PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA (CO2) PADA KONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR Yusuf Zulianto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37585

Abstract

Pemanasan Global (Global Warming) dan Krisis Iklim (Climate Crisis) adalah dua isu global yang semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Penyebab utama dari pemanasan global adalah konsumsi energi dan efek gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan serta pembangkit tenaga listrik. Salah satunya adalah konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca untuk industri konstruksi, yang juga mendapatkan perhatian lebih di tahun - tahun terakhir ini. Di Indonesia penelitian - penelitian yang berhubungan dengan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca masih sangat minim, khususnya dalam bidang konstruksi perkerasan jalan raya. Sehingga perlu diadakan penelitian mengenai konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) yang dihasilkan dalam suatu proses konstruksi perkerasan jalan raya. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2), yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan metode konversi bahan bakar. Hasil estimasi dari dua metode tersebut kemudian akan dibandingakan secara matematis, yaitu dengan mencari selisih dan perbandingannya. Tahap yang diamati pada penelitian ini hanya pada tahap produksi campuran material, tahap transportasi, dan tahap konstruksi. Hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode konversi bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan hasil estimasi dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction. Hasil estimasi konsumsi energi dengan metode konversi bahan bakar yaitu sebesar 3.750.151.614 MJ atau sama dengan 423,38 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 278.213.526,2 kgCO2 atau sama dengan 31,44 kgCO2/ton. Sedangkan hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction yaitu sebesar 3.339.202.571 MJ atau sama dengan 377 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 254.204.545,9kgCO2 atau sama dengan 28,7 kgCO2/ton.
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI HCL DAN WAKTU EKSTRAKSI Dhani Ardhyanto; Djoko Sarwono; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37568

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam yang terdapat di pulau buton dapat menjadi altenatif untuk memenuhi kebutuhan aspal di Indonesia. Saat ini pemanfaatan asbuton belum optimal dikarenakan teknologi untuk mengolah asbuton kurang efisien dan sulit pelaksanaannya. Diperlukan penelitian tentang pemanfaatan asbuton sebagai pengganti aspal minyak, salah satunya untuk pembuatan asbuton emulsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di labolatorium. Phasa padat asbuton emulsi merupakan asbuton butir dan kerosin yang dicampur selama 15 menit. Phasa cair asbuton emulsi terdiri dari emulgator, H2O, dan HCl. Variabel konsentrasi HCl yang digunakan 0.5%, 0.75%, 1%, 1.25%, dan 1.5%. Phasa padat dan phasa cair asbuton emulsi dicampur dan diekstraksi, variable waktu ekstraksi yang digunakan 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Hasil ekstraksi asbuton emulsi dilakukan pengujian kandungan mineral asbuton emulsi, berat jenis dan kadar H2O. Hasil analisis data pengujian kandungan mineral asbuton emulsi diperoleh kadar HCl sebesar 1,25% menghasilkan kadar bitumen tertinggi sebesar 57,19 % dengan komposisi asbuton butir sebesar 41.67%, kerosin 8.33%, HCl 1.25%, Cocamide DEA 1%, dan H2O 47.75% terhadap berat total asbuton emulsi. Pada kadar HCl 1,25% diketahui semakin lama waktu ekstraksi, kadar bitumen dan kadar H2O asbuton emulsi semakin meningkat, dan semakin lama waktu ekstraksi, berat jenis asbuton emulsi semakin menurun.
PERILAKU MODEL TEREDUKSI STRUKTUR REL KERETA API DENGAN PERKUATAN GEOSINTETIK DAN CERUCUK KAYU DI BAWAH BALLAST DENGAN ANALISIS PLAXIS 3D FOUNDATION Anjar Wido Wicaksono; Andi Rochmadi; Bambang Setiawan; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37579

Abstract

Struktur rel kereta api merupakan prasarana utama dalam industri perkeretaapian. Oleh karena itu, perlu dijaga keamanan dan kenyamanannya untuk mengurangi kecelakaan. Hal tersebut mungkin terjadi apabila struktur rel berada di atas tanah lunak yang mempunyai daya dukung rendah. Pemanfaatan geosintetik dan cerucuk adalah salah satu solusi untuk menanggulangi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku struktur rel kereta api di atas tanah lunak dengan memanfaatkan geosintetik dan cerucuk berdasarkan penurunan yang terjadi. Penelitian ini merupakan uji model laboratorium struktur rel kereta api dengan pembebanan statis repetitif (perulangan tiap titik pemberhentian). Hasilnya kemudian dibandingkan dengan simulasi program PLAXIS 3D FOUNDATION. Berdasarkan hasil penelitian, pada semua posisi pembebanan, tanah lunak dengan perkuatan geosintetik dan cerucuk mampu mengurangi penurunan 51,42-70,989% dibandingkan tanah lunak. Bila dibanding dengan pasir, mampu mengurangi penurunan 20,746%-21,46% di posisi ujung. Sedang di posisi tengah, mempunyai selisih penurunan 19,745%-24,32%. Dari hasil program pembanding, tanah lunak dengan perkuatan geosintetik dan cerucuk mampu mengurangi penurunan 56,563%-62,81% dibandingkan tanah lunak, dan lebih kecil 27,834%-36,582% dari tanah pasir. Sementara hasil validasi dengan program tersebut menunjukkan nilai penurunan mempunyai selisih mencapai 38,43% pada tanah pasir, 58,41% pada tanah lunak dan 47,54% pada tanah lunak dengan perkuatan geosintetik dan cerucuk.
ANALISIS TERHADAP DESAIN DAN KONSTRUKSI JALAN CEMORO SEWU DENGAN MENGGUNAKAN GREENROADS RATING SYSTEM V.1.5 Haris Hidayat; Ary Setyawan; Djoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37571

Abstract

Pengembangan jalan yang berwawasan lingkungan saat ini perlu untuk dipertimbangkan, mengingat material yang digunakan untuk konstruksi sebuah jalan sebagian besar berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui. Praktek-praktek berkelanjutan dapat digunakan sebagai dasar penilaian terhadap desain dan konstruksi jalan yang berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian yang membahas aspek-aspek keberlanjutan dari suatu jalan seperti pada Jalan Cemoro Sewu. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan studi lapangan dalam bentuk survey, penyebaran kuisioner dan pengumpulan data teknis jalan. Seluruh data yang berkaitan dengan proyek jalan tersebut, dibagi menjadi beberapa kriteria penilaian berdasarkan kategori-kategori yang terdapat pada Greenroads Rating System. Hasil akhir dari penilaian ini berupa sertifikasi dari Jalan Cemoro Sewu yang dapat dijadikan sebagai masukan kepada pemerintah setempat untuk merencanakan suatu jalan yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisa penilaian dari masing-masing kriteria, diperoleh total kredit untuk Jalan Cemoro Sewu yakni sebesar 36 poin dengan delapan dari sebelas kriteria pada kategori Project Requirements yang sudah memenuhi persyaratan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terpenuhinya semua persyaratan proyek yang ada pada kategori Project Requirements, menjadikan Proyek Jalan Cemoro Sewu belum dapat disertifikasi berdasarkan ketentuan Greenroads. Jika seluruh persyaratan proyek sudah terpenuhi, maka Jalan Cemoro Sewu dapat memperoleh sertifikasi yakni "Certified".
PERBANDINGAN KONSUMSI ENERGI DAN EMISI GAS RUMAH KACA (CO2) PADA KONSTRUKSI PERKERASAN LENTUR Yusuf Zulianto; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37604

Abstract

Pemanasan Global (Global Warming) dan Krisis Iklim (Climate Crisis) adalah dua isu global yang semakin sering didengungkan oleh berbagai pihak belakangan ini. Penyebab utama dari pemanasan global adalah konsumsi energi dan efek gas rumah kaca yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil, kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan serta pembangkit tenaga listrik. Salah satunya adalah konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca untuk industri konstruksi, yang juga mendapatkan perhatian lebih di tahun - tahun terakhir ini. Di Indonesia penelitian - penelitian yang berhubungan dengan konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca masih sangat minim, khususnya dalam bidang konstruksi perkerasan jalan raya. Sehingga perlu diadakan penelitian mengenai konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) yang dihasilkan dalam suatu proses konstruksi perkerasan jalan raya. Penelitian ini menggunakan dua metode untuk mengestimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2), yaitu metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction dan metode konversi bahan bakar. Hasil estimasi dari dua metode tersebut kemudian akan dibandingakan secara matematis, yaitu dengan mencari selisih dan perbandingannya. Tahap yang diamati pada penelitian ini hanya pada tahap produksi campuran material, tahap transportasi, dan tahap konstruksi. Hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode konversi bahan bakar lebih besar dibandingkan dengan hasil estimasi dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction. Hasil estimasi konsumsi energi dengan metode konversi bahan bakar yaitu sebesar 3.750.151.614 MJ atau sama dengan 423,38 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 278.213.526,2 kgCO2 atau sama dengan 31,44 kgCO2/ton. Sedangkan hasil estimasi konsumsi energi dan emisi gas rumah kaca (CO2) dengan metode Tabel Energy Use and GHG Emissions for Pavement Construction yaitu sebesar 3.339.202.571 MJ atau sama dengan 377 MJ/ton, dan menghasilkan emisi gas rumah kaca (CO2) sebesar 254.204.545,9kgCO2 atau sama dengan 28,7 kgCO2/ton.