Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG COVID-19 DENGAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI ERA NEW NORMAL Rahmah Rahmah; Jaenudin Jaenudin; Zahrah Maulidia Septimar
Nusantara Hasana Journal Vol. 1 No. 8 (2022): Nusantara Hasana Journal, January 2022
Publisher : Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Based on the preliminary study, it was found that 8 out of 10 people already know about Corona Virus Disease (Covid-19) and already know how to implement good and correct protocols to prevent the transmission of Covid-19 and 2 other people don't know. For this reason, it is necessary to increase public knowledge about COVID-19 in the application of health protocols. Research Objectives: to determine the relationship between the level of public knowledge and the application of health protocols during the pandemic in Kp. Sepatan Rt.01 Rw.01. Knowledge. Research Methods : This research is a quantitative research with a descriptive analytical quantitative research design. The instrument used is a questionnaire and the analytical test used is the chi square test.. Research Results : Based on the results of the analysis of the chi square test, it produces a value of Sig = 0.000 on the variable level of knowledge. Then it can be concluded "Ha accepted" (Sig 0.000 <0.05). Conclusion: There is a relationship between the level of knowledge with the application of health protocols in Kp. Sepatan Rt.01 Rw.01.. Suggestion: Hopefully it can be useful for readers.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Perawat Covid-19 Selama Pandemi di Indonesia Rudi Haryanto; Zahrah Maulidia Septimar
The Indonesian Journal of Infectious Diseases Vol. 6 No. 1 (2020): The Indonesian Journal of Infectious Disease
Publisher : Rumah Sakit Penyakit Infeksi Prof Dr. Sulianti Saroso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32667/ijid.v6i1.90

Abstract

Latar Belakang: Perawat yang terlibat langsung dalam penanganan dan perawatan pasien COVID-19 beresiko mengalami gangguan psikologis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada perawat yang merawat pasien COVID-19 selama pandemi di Indonesia. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional pada 336 perawat yang merawat pasien COVID-19 di rumah sakit di berbagai wilayah di Indonesia. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuesioner Hospital Anxiety and Depression Scale (HADS) versi Indonesia, kuesioner data demografi dan kuesioner dukungan rumah sakit yang disebar secara daring melalui google form. Hasil: Hasil analisis dari 336 orang perawat COVID-19 terdapat 27% yang mengalami cemas ringan, 20,8% cemas sedang, dan 2,7% cemas berat, serta 48,8% tidak mengalami kecemasan. Tingkat depresi mempengaruhi tingkat kecemasan (p<.000, r=0.451). Dukungan rumah sakit yang baik menurunkan tingkat kecemasan (p<.000, r=-0.278). Perawat COVID-19 yang telah menikah/ berkeluarga cenderung memiliki tingkat kecemasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang masih sendiri. Kesimpulan: Status pernikahan, dukungan rumah sakit dan tingkat depresi merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan pada perawat COVID-19 di rumah sakit. Dukungan rumah sakit merupakan faktor yang signifikan mempengaruhi tingkat kecemasan.
LITERATURE REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE ll: LITERATURE REVIEW: PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA MERAH TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE ll Muhamad Daetun; Zahrah Maulidia Septimar
Journal of Health Research Science Vol. 1 No. 01 (2021): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v1i1.287

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a non-communicable disease. Diabetes mellitus can be controlled by administering insulin therapy. In addition to insulin therapy controlling blood sugar levels can be done by using dragon fruit. The purpose of this review literature is to determine the effect of giving red dragon fruit juice on reducing blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus in 2020. Research Methods: this research uses the literature study method or literature review, literature studies can be obtained from various sources both journals, books, documentation and literature that is critically reviewing or reviewing the knowledge, ideas or findings contained in a literature. Research Results: the effect of giving dragon fruit juice on reducing blood sugar levels in patients with type II diabetes mellitus conducted by previous studies various health benefits made an herbal drink to reduce blood sugar levels and can be applied by various research subjects such as adolescents, adults and the effective elderly for reducing blood sugar levels can be seen from the decrease in pre-test and post-test scores. Conclusions and Recommendations: Therapy for giving dragon fruit juice can be done anywhere, not only for diabetics, but this dragon fruit has many benefits and can be consumed by teenagers, adults Keywords: dragon fruit, diabetes
Pengalaman Pasien HIV/AIDS yang Menjalani Pengobatan Antiretroviral (ARV) di Yayasan Bina Muda Gemilang Balaraja Tangerang Zahrah Maulidia Septimar; Siti Robeatul Adawiyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v8i03.340

Abstract

Pengobatan antiretroviral (ARV) kombinasi merupakan terapi terbaik bagi pasien terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) hingga saat ini. Tujuan utama pemberian ARV adalah untuk menekan jumlah virus (viral load), sehingga akan meningkatkan status imun pasien HIV dan mengurangi kematian akibat infeksi oportunistik. Pada tahun 2015, menurut World Health Organization (WHO) antiretroviral sudah digunakan pada 46% pasien HIV di berbagai negara. Penggunaan ARV tersebut telah berhasil menurunkan angka kematian terkait HIV/AIDS dari 1,5 juta pada tahun 2010 menjadi 1,1 juta pada tahun 2015. Desain penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi. Partisipan di tentukan dengan teknik purposive sampling berjumlah sepuluh orang dengan terdiri dari pasien yang positif HIV AIDS yang sedang menjalani pengobatan ARV.Tekhnik wawancara mendalam dilakukan menggunakan alat perekam dan panduan wawancara terstruktur, serta catatan lapangan.Analisa data menggunakan qualitative content analysis dengan pendekatan Collaizi. Tujuan penelitian ini di harapkan dapat menggali lebih dalam tentang pengalaman pasien HIV/AIDS yang menjalani pengobatan ARV. Dari hasil penelitian di temukan beberapa tema yang menjadi pembahasan tema yang di cantumkan berdasarkan apa yang terjadi pada pasien HIV/AIDS yang berkaitan dengan pengalaman konsumsi ARV. Yaitu pemahaman mengenai penyakit HIV/AIDS, mengalani ketidaknyamanan fisik, memahami ketidaknyamanan psikis, hambatan yang dialami selama pengobatan, dukungan selama menjalani pengobatan, harapan untuk mencapai kesembuhan dari penyakit. Diperlukan studi pendahuluan lebih lanjut untuk mengkaji secara mendalam tema yang telah teridentifikasi pada jumlah partisipan yang lebih banyak.