Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGOLAHAN AIR LIMBAH MENJADI AIR DOMESTIK NON KONSUMSI DENGAN VARIASI KARBON AKTIF BIOSAND FILTER Alfi Rahmi
Siklus : Jurnal Teknik Sipil Vol. 2 No. 1 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/siklus.v2i1.298

Abstract

Pencemaran air sungai yang meningkat khususnya pada sungai-sungai yang melintasi perkotaan dan permukiman yang padat, ini disebabkan pembuangan limbah rumah tangga di kota-kota besar masih mengalirkan secara langsung ke badan air. Akibat yang dapat ditimbulkan yaitu terjadinya kerusakan lingkungan pada tempat-tempat pembuangan limbah rumah tangga seperti sungai, rawa-rawa dan perairan pantai. Biosand filter atau pengembangan dari saringan pasir lambat (slow sand filter), dengan menerapkan model konsep biosand filter yang terbuat dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 80 cm. Dengan bervariasi karbon aktif yaitu arang cangkang sawit, arang batok kelapa, arang kayu dan arang sekam padi serta memiliki media material pasir halus ukuran 0,6 mm, pasir kasar 2 mm dan kerikil 6,3 mm dan ijuk dengan ketebalan tiap lapisan 10 cm, apakah mampu menurunkan parameter baku mutu limbah cair Rumah Makan yaitu pH, BOD, TSS serta minyak dan lemak. Hasil penelitian menunjukan bahwa karbon aktif cangkang sawit, arang batok kelapa, arang serbuk gergaji dan arang sekam padi mampu menurunkan kadar baku mutu limbah cair rumah makan.
PENENTUAN STATUS MUTU DAN TINGKAT CEMARAN AIR SUNGAI Alfi rahmi; Pada Lumba
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 02, Juli 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.823 KB) | DOI: 10.30606/aptek.v11i2.121

Abstract

Air sungai Batang Lubuh digunakan sebagai sumber bahan baku air minum bagi PDAM begitu juga air sungai Pawan merupakan sumber air bersih bagi PAB. Sedangkan pada kenyataannya Sungai-sungai tersebut tidak terlepas dari pencemaran lingkungan sekitarnya, baik itu dari limbah domestik maupun limbah industri. Sekitar sepuluh tahun terakhir banyak industri-industri besar maupun kecil dibangun disekitaran sungai Batang Lubuh dan hampir setiap saat air pasang besar limbah-limbah pabrik ini meluap ke batang air sungai Batang lubuh, hal tersebut tentu saja berakibat membuat kualitas air menurun. Penelitian ini dilakukan pada dua stasiun monitoring pada sungai Batang lubuh dan satu pada sungai pawan. Data yang digunakan adalah data hasil penelitian laboratorium dari BLH dengan Parameter berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82/2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air sungai. Kemudian menentukan tingkat cemaran dengan menggunakan metode Indeks Pencemaran (IP). Dari hasil analisa data didapat dari 14 parameter terukur secara keseluruhan air sungai Batang Lubuh dan Sungai Pawan masih dalam ambang baku mutu namun ada beberapa parameter yang melebihi ambang baku mutu air kelas I sampai air kelas IV. Berdasarkan Permen Lingkungan Hidup No.115 Tahun 2003 tentang pedoman penentuan status mutu air dengan menggunakan Metode Indeks Pencemaran didapat nilai IP kedalam tingkat tercemar ringan.
IDENTIFIKASI PENGARUH AIR LINDI (LEACHATE) TERHADAP KUALITAS AIR DI SEKITAR TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) TANJUNG BELIT Alfi Rahmi; Bambang Edison
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 11, No. 01, Januari 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v11i1.461

Abstract

Tanjung Belit landfill waste processing operations use a controlled landfil system, this is indicated by the presenceof garbage collection ponds and leachate collection channels, but in the rainy season there is difficulty in accessingroads causing waste to be dumped outside the garbage collection pond, so that the TPA applies an open dumpingsystem trash transported is immediately disposed of and stacked on land near the landfill. Waste deposits willproduce a liquid known as lindi (leachate). This study aims to identify the effect of leachate from Tanjung BelitLandfill (TPA) on water quality around Tanjung Belit landfill. Samples were taken as many as 5 samples, namelyleachate, monitoring well water and river water around the landfill where the parameters measured were pH, DO,TDS, BOD, COD, Nitrite, Sulphate and Chloride based on PP No. 82 of 2001 and KEPMEN LH No.51 of 1995concerning Liquid Waste Quality Standards. The results of the analysis show that the leachate of Tanjung Belitlandfill affects the quality of river water and monitoring well water around the Tanjung Belit landfill but is stillclassified as lightly polluted. The influence of distance on the quality of sunagi water and monitoring well water,namely the farther the distance, the less contamination in water.
Analisis Kualitas Air Gambut Dengan Metode Penyaringan Sederhana Alfi Rahmi -
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1512

Abstract

Air bersih merupakan satu hal yang sangat penting dalam kehidupan manusia, air yang dikatakan bersih harus memenuhi syarat dari segi kualitas nya (fisika, kimia dan biologi). Air gambut berwarna coklat tua sampai berwarna kehitaman, memiliki kadar organik yang tinggi dan bersifat asam. Beberapa upaya sudah dilakukan untuk meningkatkan kualitas air gambut, salah satunya dengan melakukan metode penyaringan. Dalam metode penyaringan sederhana ini menggunakan beberapa media penyaringan seperti kerikil, ijuk, arang tempurung dan pasir sungai. Media penyaringan ini disusun dalam dua pipa PVC yang berdiameter 15 cm dengan ketebalan media kerikil 20 cm, ijuk 50 cm, arang tempurung 50 cm dan pasir sungai 50 cm. Setelah dilakukan penyaringan sederhana terhadap air gambut didapat nilai kadar parameter TDS 270,00 mg/L, nilai kadar kekeruhan 7,73 NTU dan nilai kadar Colifrom 94,00 MPN/100mL, nilai kadar pH 7,22 mg/L. Nilai kadar BOD 17,79 mg/L, nilai kadar COD 97,96 mg/L, nilai kadar DO 6,02 mg/L, nilai kadar Nitrit 0,018 mg/L, nilai kadar Nitrat 2,70 mg/L,nilai kadar Amonia 0,27 mg/L. Dari hasil penyaringan, ada beberapa parameter sudah memenuhi standar mutu, namun ada beberapa standar yang belum memenuhi klasifikasi mutu air kelas 1 menurut PP RI No. 82 Tahun 2001.
Kuat Tekan dan Absorbsi Mortar Geopolimer Abu Sawit Portland Composite Cement dengan Variasi Suhu Tinggi Harriad Akbar Syarif; Alfi Rahmi; Anton Ariyanto
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 15, No. 01, Desember 2022
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v15i1.1606

Abstract

Penggunaan beton dan mortar yang semakin meningkat menuntut kekuatan material tersebut dalam serangan terhadap suhu tinggi. Beberapa upaya yang dilakukan untuk memperbaiki sifat material agar tahan terhadap suhu tinggi diantaranya menggunakan bahan tambah sebagai pengganti semen. Penelitian ini bertujuan menganalisis campuran geopolimer abu sawit yang ditambahkan Portland Composite Cement (PCC) pada mortar. Penelitian diawali dengan pengujian karateristik material campuran seperti, abu sawit, pasir, PCC. Persentase PCC adalah 30% dari berat abu sawit. Sampel uji berukuran 5x5x5 cm dengan variasi pengujian terdiri dari 100°, 200°, 300°C. Jenis pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan dan absorbsi pada umur 28 hari. Setelah umur 28 hari, sampel dimasukkan ke dalam oven selama 3 jam dan kemudian diuji berdasarkan variasi sampel yang ditentukan. Dari hasil yang didapat, kuat tekan variasi suhu 200° memiliki kuat tekan tertinggi 17,5 MPa sedangkan variasi suhu 300° memiliki kuat tekan terendah 11,5 MPa. Pada pengujian absorbsi variasi suhu 300° memiliki nilai absorbsi terbesar 5,77%, sedangkan variasi suhu 200° memiliki absorbsi terkecil sebesar 2,28%. Dari data hasil pengujian dapat disimpulkan adanya pengaruh suhu pada mortar geopolimer. Pengaruh tersebut didasari dari jumlah kandungan Si dan Al pada ikatan CSH yang terdapat pada PCC. Paparan suhu tinggi banyak mengubah komposisi kimia dan struktur fisik dari Mortar dan menyebabkan penambahan pori pada mortar.
Analisis Pengaruh Filtrasi Terhadap Penurunan Kadar Logam Besi (Fe) dan Mangan (Mn) Air Gambut Alfi Rahmi; Anton Ariyanto; Afriyandi
Aptek Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 16, No. 01, Desember 2023
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v16i1.2275

Abstract

Air bersih dengan kuantitas dan kualitas yang cukup menjadi penting dalam menuju pembangunan berkelanjutan. Air gambut berwarna coklat tua sampai berwarna kehitaman, memiliki kadar organik yang tinggi dan bersifat asam. Air gambut juga memiliki kandungan logam pencemar didalamnya, seperti Fe dan Mn. Kandungan Fe dan Mn yang terlalu banyak didalam air akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Beberapa upaya sudah dilakukan untuk menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) air gambut, salah satunya dengan melakukan metode penyaringan. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kualitas air gambut terhadap penurunan kadar Fe dan Mn dengan sistem filtrasi. Sistem filtrasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode down flow dengan jumlah media filtrasi adalah multi media filter, dimana media filtrasi yang digunakan adalah kerikil, ijuk, arang kayu, dan pasir kuarsa Hasil penelitian didapat bahwa Metode penyaringan dapat menurunkan kadar Besi dan Kadar Mangan dari kadar Fe sebelum penyaringan adalah 0,739 mg/L setelah dilakukan penyaringan 5 kali menjadi 0,521 mg/L. Dan untuk kadar Mn dari sebelum dilakukan penyaringan kadar Mn adalah 0,042 mg/L menjadi <0,03 mg/L setelah dilakukan penyaringan 5 kali. Dan ini sudah memenuhi syarat kualitas air bersih berdasarkan standart baku mutu kesehatan lingkungan dan persyaratan kesehatan air bersih
Pengaruh Jenis Tanah Terhadap Penurunan Timbunan Pada Opprit Jembatan Gantung Sei. Batang Kumu Pada Ruas Jalan Desa Payung Sekaki – Bangun Jaya Riswandi; Harriad Akbar Syarif; Alfi Rahmi
Aptek Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 01, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan tanah sebagai material timbunan baik untuk badan jalan, bendungan atau tanggul maupun oprit jembatan tidak dapat dihindari dan merupakan pilihan yang harus digunakan dalam penelitian ini penulis menganalisa berapa besar pengaruh penurunan tanah timbunan berdasarkan jenis material timbunan dengan memperhitungkan analisis data tanah dan perubahan angka pori pada setiap pembebanan diatasnya. Hal ini sangat penting karena dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan jembatan gantung Sei. Batang Kumu menggunakan dua jenis material timbunan yang berbeda. Dimana material tanah timbunan di daerah Kabupaten Rokan Hulu khususnya Kecamatan Tambusai Utara memiliki perbedaan visual yaitu pada warna material timbunan sehingga menarik untuk mengetahui pengaruh penurunan dengan perubahan nilai angka pori material tersebut, secara analitis penulis melakukan pengujian di laboratorium dengan menggunakan Triaxial Compression Test (ASTM D 2850). Kemudian diketahui berdasarkan pengujian kedua jenis tanah lempung berpasir tersebut memiliki nilai penurunan yang berbeda. Nilai angka pori pada kedua jenis tanah lempung diketahui memiliki nilai penurunan rata-rata angka pori tanah pada oprit jembatan I penurunan material tanah timbunan yang terjadi selama 60’’ sebesar 0,001 cm, dan material tanah timbunan pada oprit jembatan II diketahui penurunan rata- rata angka pori tanah yang terjadi selama 60’’ sebesar 0,006 cm. Penurunan tanah lempung berpasir yang berwarna kecoklatan lebih mampu menahan beban dibandingkan tanah lempung berpasir yang berwarna keputihan. Hasil penurunan material tanah kedua tanah timbunan tersebut terjadi karena pengaruh perbedaan nilai berat volume tanah timbunan.
Analisis Mutu Beton Plat Injak (OPRIT) Jembatan Sei Bukit Juragan Pada Ruas Jalan Kota Lama - Muara Dilam Tri Yanto; Harriad Akbar Syarif; Alfi Rahmi
Aptek Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Apliksai Teknologi (APTEK): Volume 18, No. 01, Desember 2025
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/aptek.v18i1.3972

Abstract

Beton adalah suatu material yang secara harfiah merupakan bentuk dasar dari kehidupan sosial modern. Hampir pada setiap aspek kegiatan sehari-hari kita bergantung pada beton baik secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya jalan dan jembatan yang kita lewati strukturnya terbuat dari beton. Pada tahun anggaran 2024 Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rokan Hulu melaksanakan kegiatan pembangunan jembatan Sei. Bukit Juragan pada ruas jalan Kota Lama – Muara Dilam yang dilaksanakan oleh CV. Serdang Indah, dimana pembangunan tersebut melaksanakan pekerjaan plat injak pada oprit jembatan. Berdasarkan kontrak pekerjaaan yang disepakati plat injak jembatan menggunakan mutu beton fc’ 20 Mpa. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ke kesesuaian hasil pekerjaan beton dengan job mix design yang telah dibuat dan disepakati dalam kontrak. Kemudian diketahui berdasarkan Kuat tekan beton pada sampel I dengan umur beton 33 hari diperoleh nilai sebesar 55,55 Mpa, Kuat tekan beton pada sampel II dengan umur beton 33 diperoleh nilai sebesar 49,55 Mpa, Kuat tekan beton pada sampel III dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 30,88 Mpa dan Kuat tekan beton pada sampel IV dengan umur beton 28 diperoleh nilai sebesar 28,00 Mpa. Hasil pengujian dibandingkan dengan kuat tekan yang direncanakan atau ditargetkan. Jika hasil pengujian lebih tinggi dari target, ini menunjukkan bahwa beton memenuhi persyaratan dan bahkan mungkin memiliki kelebihan kekuatan