Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Creep Properties of Walikukun (Schouthenia ovata) Timber Beams Ali Awaludin; Ngudiyono Ngudiyono; Achmad Basuki
Civil Engineering Dimension Vol. 18 No. 2 (2016): SEPTEMBER 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1123.894 KB) | DOI: 10.9744/ced.18.2.78-84

Abstract

This study presents an evaluation of creep constants of Walikukun (Schoutheniaovata) timber beams when rheological model of four solid elements, which is obtained byassembling Kelvin and Maxwell bodies in parallel configuration, was adopted. Creep behaviorobtained by this method was further discussed and compared with creep behavior developedusing phenomenological model of the previous study. Creep data of previous study was deformationmeasurement of Walikukun beams having cross-section of 15 mm by 20 mm with a clearspan of 550 mm loaded for three weeks period under two different room conditions: with andwithout Air Conditioner. Creep behavior given by both four solid elements model and phenomenological(in this case are power functions) had good agreement during the period of creepmeasurement, but they give different prediction of creep factor beyond this period. The powerfunction of phenomenological model could give a reasonable creep prediction, while for the foursolid elements model a necessary modification is required to adjust its long-term creep behavior.
Perhitungan Pergeseran Garis Netral Penampang Balok Kayu Jati dengan Menggunakan Program Matlab Achmad Basuki; Halwan Alfisa Saifullah; Sugihantoro Sugihantoro; Endang Rismunarsi; Supriyadi Supriyadi
Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Teknik Sipil Institut Teknologi Padang
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (830.619 KB) | DOI: 10.21063/jts.2022.V902.06

Abstract

Material kayu dapat menjadi alternatif yang baik karena memiliki sifat yang reversible, renewable dan memiliki kekuatan yang dapat diandalkan sehingga umum digunakan sebagai bahan konstruksi. Kayu yang sering digunakan adalah kayu jati (Tectona grandis) karena memiliki daya tahan alami yang sangat tinggi. Pengujian material kayu umumnya memiliki kuat tarik yang lebih tinggi dibandingkan kuat tekannya. Tetapi kenyataannya, pada pengujian lentur, keruntuhan awal yang terjadi merupakan keruntuhan tarik. Hal itu dikarenakan adanya pergeseran garis netral pada saat mengalami beban lentur. Perhitungan pergeseran garis netral tidak memungkinkan jika dihitung secara langsung, sehingga dibuatlah aplikasi untuk menghitung pergeseran garis netral pada penampang balok kayu jati. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan aplikasi MATLAB dengan menggunakan data sekunder dari penelitian sebelumnya. Dari hasil penelitian ini, mendapatkan nilai faktor konversi antara tegangan aksial dengan tegangan lentur adalah 1,9 untuk tarik, dan 1,2 untuk tekan sehingga didapatkan hasil pendekatan yang mirip dengan data eksperimental.
The Effect of Epoxy Resin on the Compressive Strength of Short Laminated Bamboo Columns Zulmahdi Darwis; Achmad Basuki; Muhammad Yani Bhayusukma; S A Kristiawan; Javil Egi Pratama Abdurahman; Muhammad Adha Ilhami
Logistic and Operation Management Research (LOMR) Vol. 4 No. 1 (2025): Logistic and Operation Management Research (LOMR)
Publisher : Research Synergy Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31098/lomr.v4i1.3179

Abstract

The ongoing depletion of global timber resources has increasingly directed attention toward bamboo as a viable and sustainable structural alternative. This study investigated the influence of epoxy resin coatings on the compressive performance of short laminated bamboo columns. Three treatment conditions were evaluated: untreated (control), epoxy resin-coated, and externally reinforced with steel plates. The test specimens, manufactured using Dendrocalamus asper, were subjected to axial compression by SNI 03-3959:1995. Before testing, the physical and mechanical properties of both bamboo and steel reinforcement materials were characterized. Experimental results indicated that epoxy coating enhanced the average compressive strength by 2.54%, whereas steel plate reinforcement yielded a more substantial increase of 9.94% relative to the control group. One-way ANOVA analysis confirmed that only the steel-reinforced group demonstrated a statistically significant improvement in compressive capacity (p < 0.05). The observed failure modes revealed that the untreated and epoxy-coated specimens were prone to surface cracking and adhesive delamination, whereas the steel-reinforced columns exhibited a more localized damage with reduced deformation. It was concluded that although epoxy resin provided a modest enhancement, applying steel reinforcement significantly improved the axial load-bearing capacity of laminated bamboo columns. These findings underscore the structural potential of hybrid bamboo composites for sustainable construction applications.
ANALISIS KEKUATAN DAN KEGAGALAN SAMBUNGAN SEKRUP DENGAN PERKUATAN PLAT SIKU PADA DINDING TEGAK LURUS CLT AKASIA Yaladita Alya Kuncara; Achmad Basuki; Halwan Alfisa Saifullah
Jurnal Riset Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2025): September 2025
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sebelas Maret Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jrrs.v9i1.103271

Abstract

Konstruksi berbasis kayu mengalami perkembangan pesat dengan munculnya Cross Laminated Timber (CLT), material inovatif yang menawarkan kekuatan tinggi, stabilitas dimensi, dan keberlanjutan. Salah satu aspek penting dalam penerapan CLT adalah desain sambungan dinding tegak lurus. Penelitian bertujuan menganalisis kapasitas geser dan modulus keruntuhan sambungan CLT yang menggunakan sekrup dengan jenis yang berbeda, yaitu tapping screw dan lag screw dengan diameter 5 mm.  Sambungan ini dipasang dengan menghubungkan 3 panel CLT secara tegak lurus dan diperkuat dengan pelat siku. Sambungan CLT lag screw memiliki kapasitas geser maksimum yang lebih besar dibandingkan sambungan CLT tapping screw dengan rata-rata 31,77 kN, dan sambungan CLT tapping screw 28,02 kN. Rata-rata deformasi terbesar pada sambungan CLT tapping screw sebesar 23,49 mm dan lag screw 21,07 mm.  Pelat siku memiliki kapasitas tarik sebesar 560 MPa. Modulus keruntuhan diambil dari nilai terkecil yaitu pada mode kelelehan IIIm sebesar 0,0989 kN. Rasio perbandingan kapasitas geser eksperimental dengan kapasitas geser estimasi untuk sambungan CLT tapping screw sebesar 17,7 dan lag screw 20,07.
Peran Akademisi dalam Optimalisasi Peternakan Sapi Perah Paras melalui Alih Teknologi dan Diversifikasi Produk Olahan Susu Winny Swastike; Ahmad Pramono; Achmad Basuki
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 15, No 1 (2026): Mei
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v15i1.110603

Abstract

Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali merupakan wilayah yang sangat mendukung untuk berkembangnya peternakan sapi perah. Akan tetapi kebanyakan usaha peternakan masih dikelola secara tradisional, sehingga penjualan susu masih berupa susu segar dan belum dikelolanya kotoran hewan dengan baik. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi Peternakan Sapi Perah Desa Paras, Cepogo melalui alih teknologi. Alih teknologi yang dilakukan meliputi teknologi pengolahan pakan fermentasi dari silase tebon jagung, teknologi pasteurisasi susu, pengemasan dan pengolahan limbah kotoran hewan dengan menggunakan biodigester portable. Tahapan kegiatan ini meliputi sosialisasi, pelatihan, monitoring dan evaluasi kegiatan. Hasil program pengabdian di Peternakan Sapi Perah PARAS meningkatkan pengetahuan peternak dari 65% menjadi 95%, menurunkan biaya pakan, serta menaikkan produksi susu 20% dengan peningkatan nilai jual hingga 33%. Pemanfaatan limbah sapi melalui biodigester portable menghasilkan biogas sejak hari ke-14 yang mampu menggantikan sekitar dua tabung LPG bersubsidi per bulan sekaligus mendukung kelestarian lingkungan. Analisis SWOT menempatkan peternakan pada Kuadran I (growth strategy), menunjukkan potensi kuat untuk pengembangan usaha berkelanjutan. Program dan kegiatan ini dapat berkontribusi dan mendorong terwujudnya ekonomi sirkular, mendukung SDGs serta sejalan dengan Asta Cita pembangunan berkelanjutan Kata Kunci: susu sapi; diversifikasi olahan; biogas; ekonomi sirkular