Fazli Rachman
Universitas Negeri Medan

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Tantangan Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran PPKN Pada Kurikulum Merdeka Talita Sembiring; Gadis Prasiska; Kania Nova Ramadhani; Putri Widia Ningsih; Ruth Yessika Siahaan; Salwa Andini; Liber Siagian; Fazli Rachman
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 3 No. 3 (2023): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v3i3.2916

Abstract

This study aims to identify and analyze the challenges faced in implementing the Pancasila and Civics Education (PPKn) learning model in the Merdeka Curriculum at SMP Negeri 27 Medan. The research method used is qualitative research with a case study approach. The location of this research is SMP Negeri 27 Medan because this school has adopted the Merdeka Curriculum with a focus on Civics. Data were collected through interviews with Civics teachers, and document analysis related to the curriculum and learning models applied. The results showed several challenges faced in implementing the Civics learning model, including, among others, teachers being required to be more creative to maximize learning design to make it more interesting and so that students do not feel bored and students' resistance to changes in learning approaches. This research provides in-depth insight into the practical and conceptual challenges that need to be overcome to improve the effectiveness of the Civics learning model in the Merdeka Curriculum. The implications of these findings can be used as a basis for developing better educational policies and implementing more effective strategies in facilitating Civics learning at the junior high school level.  
Penguatan Sikap Nasionalisme Siswa di Era Digital SMK Swasta PAB 12 Saentis Risa Elvina Nasution; Fazli Rachman
CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Vol 13, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/civicus.v13i2.32629

Abstract

Era digital memudahkan masuknya budaya asing, yang berpotensi mempengaruhi sikap nasionalisme siswa, terutama akibat penggunaan media sosial yang tidak bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran guru Pendidikan Pancasila dalam penguatan sikap nasionalisme siswa di era digital SMK Swasta PAB 12 Saentis dan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi menurunnya sikap nasionalisme siswa di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan, pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data (display), dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru Pendidikan Pancasila di SMK Swasta PAB 12 Saentis berperan penting dalam memperkuat nasionalisme siswa di era digital, peran diwujudkan sebagai edukator, motivator, leader (pemimpin), inovator, dan fasilitator melalui keteladanan, penggunaan media, serta pendekatan yang menyentuh ranah afektif dan psikomotorik siswa. Penguatan sikap nasionalisme dipengaruhi oleh faktor internal, seperti lingkungan keluarga dan sosial, serta faktor eksternal berupa arus globalisasi dan budaya asing yang masuk melalui media digital. Namun, peran aktif guru dan dukungan sekolah mampu menyeimbangkan pengaruh negatif tersebut, sehingga siswa tetap menunjukkan sikap nasionalisme yang positif di tengah tantangan era digital.The digital era facilitates the entry of foreign cultures, which have the potential to influence students' nationalism attitudes, especially due to the unwise use of social media. This study aims to determine the role of Pancasila Education teachers in strengthening students' nationalism attitudes in the digital era of SMK Swasta PAB 12 Saentis and to determine the factors that influence the decline in students' nationalism attitudes in the digital era. The method used in this study is a qualitative research method with a descriptive approach. Data collection techniques used are observation, interview and documentation study techniques. Data analysis techniques used are data reduction, data presentation (display), and drawing conclusions. The results of the study indicate that Pancasila Education teachers at SMK Swasta PAB 12 Saentis play an important role in strengthening students' nationalism in the digital era, the role is manifested as educators, motivators, leaders, innovators, and facilitators through role models, use of media, and approaches that touch the affective and psychomotor domains of students. Strengthening nationalism attitudes is influenced by internal factors, such as family and social environments, as well as external factors in the form of globalization and foreign cultures that enter through digital media. However, the active role of teachers and school support can balance these negative influences, so that students continue to demonstrate a positive nationalistic attitude amidst the challenges of the digital era.
Implementasi Nilai-Nilai Budaya Sunda dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Madrasah Aliyah Negeri Purwakarta Fazli Rachman; Rd. Sugara Mochamad Haddad; T Heru Nurgiansah
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 1 (2022): 1 Januari - 30 Juni 2022 (In Press)
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i1.2295

Abstract

Artikel diperoleh dari penelitian yang bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai budaya Sunda diintegrasikan dalam pembelajaran PPKn. Nilai-nilai budaya Sunda yang menjadi perhatian dalam penelitian ini adalah falsafah dasar catur silih, yaitu silih asah, silih asih, silih asuh dan silih wawangi. Pergeseran menjauh dari nilai-nilai budaya yang rasakan hampir seluruh elemen bangsa. Etnopedagogi merupakan pendekatan pendidikan berbasis budaya kearifan lokal. Secara bottom-up mendukung tercapainya tujuan praksis PPKn yang bersifat cultural up root. Artikel dihasilkan dari penelitian kualitatif, berdesain deskriptif. Teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi digunakan untuk memperoleh data penelitian. Validitas data dilakukan dengan memperpanjang pengamatan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan model interaktif. Pembelajaran PPKn di Madrasah Aliyah Negeri Purwakarta falsafah fundamental budaya sunda yaitu catur silih. Catur silih diimplementasikan dalam pembelajaran PPKn pembelajaran mandiri, maupun dalam kelompok belajar. Catur silih diterapkan pembelajaran menjadi proses habituasi karakter peduli sosial siswa. Pendekatan catur silih memiliki karakteristik pembelajaran gotong royong. Penerapan catur silih dalam pembelajaran PPKn meningkatkan peran siswa sebagai tutor sebaya kepada siswa lain. Sehingga proses pembiasaan karakter peduli sosial lebih efektif dan efisien. Aktivitas yang multi treatment sedapat mungkin diupayakan untuk memaksimalkan meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan kewarganegaraan yang diperoleh dari pembelajaran PPKn
Model Blended Learning: Cross-Sectional Efektivitas di Masa Post-Pandemi Covid-19 Suriaman Suriaman; Amisbah Ramly; Fazli Rachman; Sukmawati Sukmawati; Hendri Yawan; Iyan Nurdiyan Haris
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.3321

Abstract

AbstrakKasus pandemi covid-19 mulai menurun pada tahun 2021 yang membuat beberapa institusi pendidikan mengeluarkan kebijakan akademik kepada dosennya untuk melaksanakan proses perkuliahan bisa dilakukan dengan menggunakan model blended learning. Di masa post-pandemi covid-19, perguruan tinggi bisa menggabungkan metode pembelajaran campuran antara tatap muka secara langsung maupun secara daring dalam satu semester perkuliahan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar efektivitas pembelajaran dengan model blended learning di masa post-pandemi covid-19 pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Universitas Sembilanbelas November Kolaka pada tahun akademik 2021/2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei dengan jenis cross-sectional. Responden pada penelitian ini sebanyak 34 mahasiswa yang tersebar di 4 angkatan yang masih aktif dengan teknik penarikan sampel quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2,9% sangat setuju, 73,5% setuju, 17,6% cukup setuju, dan 5,9% kurang setuju jika model blended learning dari segi efektivitasnya pada proses perkuliahan membuat mahasiswa merasa puas selama pembelajaran berlangsung.Kata Kunci: Model Blended Learning, Post-Pandemi Covid-19, Mahasiswa AbstractThe cases of the covid-19 pandemic began to decline in 2021, which made some educational institutions have issued academic policies to their lecturers to implement a blended learning model in the learning process. In the post-covid-19 period, universities can implement the hybrid learning by blending the face-to-face learning and online learning in one semester but needs to follow the health protocols of Covid-19. The purpose of this study was to find out how effective the blended learning model during the post-covid-19 pandemic for the students of the Pancasila and Citizenship Education Study Program at Universitas Sembilanbelas November Kolaka in the 2021/2022 academic year. This research used quantitative approach and a survey through method with a cross-sectional type. Respondents in this study were 34 active students spread over 4 batches who were using quota sampling technique.  The results showed that 2,9% of respondents strongly agree, 73,5% of respondents agree, 17,6% of respondents quite agree, and 5,9% of respondents disagree if the implementation of blended learning model related to its effectiveness made the students fell satisfied during the learning process.Keywords: blended-learning model, post pandemic of covid-19, students
Inovasi Aplikasi MEMPAN (Membumikan Pancasila) Berbasis Website Sebagai Ruang Edukasi dan Aktualisasi Pancasila Abdinur Batubara; Maryatun Kabatiah; Fazli Rachman
Jurnal Kewarganegaraan Vol 7 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v7i1.4939

Abstract

Abstrak Tulisan ini merupakan karya tulis yang dirancang dari suatu gagasan ilmiah tentang inovasi aplikasi MEMPAN (Membumikan Pancasila) berbasis website sebagai ruang edukasi dan aktualisasi Pancasila. Inovasi ini hadir sebagai upaya tim penulis untuk mengatasi berbagai masalah pada kualitas edukasi dan aktualisasi Pancasila yang kurang optimal dilingkungan Universitas Negeri Medan karena masih mengandalkan proses pembelajaran Pancasila berbasis lesson learning saja yaitu pemberian materi dan tugas saja. Hal ini akan berdampak buruk terhadap tingkat kepercayaan generasi muda terhadap Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia yang bisa menurun. masalah moral dan etika pada generasi muda juga tidak lepas dari rendahnya kepercayaan dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila. Selain itu juga menjadi sumber masalah jika kualitas tenaga pendidik masih belum mampu menghadirkan inovasi yang dapat membuat pembelajaran Pancasila lebih menarik dan inovatif. Olehkarenanya, penulis menyimpulkan butuhnya tindakan untuk membumikan Pancasila dikalangan mahasiswa agar mereka tidak kehilangan keyakinan terhadap ideologi Pancasila serta tindakan tersebut harus digagas dalam balutan inovatif yaitu aplikasi website bernama MEMPAN. Membumikan Pancasila melalui inovasi website MEMPAN akan berdampak baik juga terhadap kualitas pendidikan Pancasila yang sinkron dengan upaya pendidikan yang berkelanjutan karena desainnya yang kekinian atau inovatif. Kata Kunci: Membumikan Pancasila, Inovasi, Website.
Strategi Guru Dalam Mengimplementasikan Technological Pedagogical And Content Knowledge (Tpack) Pada Pembelajaran di SMA Swasta Pab 5 Klumpang Ayu Novidaniati Rusnita; Fazli Rachman; Yakobus Ndona; Surya Dharma; Sampitmo Habeahan
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4974

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru dalam mengimplementasikan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) pada proses pembelajaran di SMA Swasta PAB 5 Klumpang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, kepala sekolah, dan siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah berupaya mengintegrasikan aspek teknologi, pedagogi, dan konten secara seimbang dalam kegiatan pembelajaran. Strategi yang digunakan mencakup integrasi teknologi dan pedagogi melalui penggunaan media digital interaktif, integrasi teknologi dan konten dengan memanfaatkan sumber belajar daring, serta integrasi pedagogi dan konten melalui penerapan metode Project-Based Learning (PjBL) dan Problem-Based Learning (PBL). Implementasi TPACK memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterlibatan dan motivasi belajar siswa, serta membantu guru menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual dan menarik. Namun, penelitian juga menemukan beberapa kendala, antara lain keterbatasan sarana teknologi, perbedaan kemampuan guru dalam penguasaan teknologi, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menegaskan bahwa strategi guru berbasis TPACK berkontribusi penting terhadap pengembangan kualitas pembelajaran di era digital.
Pengembangan Instrumen Penilaian Hasil Belajar Dalam Bentuk Tes Pilihan Ganda Berbasis Higher Order Thinking Skills Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila di SMP Negeri 4 Medan Gerry Frizi Jonatan Malau; Fazli Rachman
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4991

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes pilihan ganda berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila untuk siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Medan. Penelitian menggunakan model 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi hingga tahap Develop melalui validasi ahli dan uji coba terbatas. Hasil validasi menunjukkan tingkat kelayakan sangat tinggi, dengan skor rata-rata 93% dari dosen ahli dan 100% dari guru mata pelajaran. Uji validitas empiris menunjukkan seluruh 20 butir soal valid (r hitung 0,372–0,682 > r tabel 0,361) dengan reliabilitas tinggi (Cronbach’s Alpha = 0,829). Distribusi tingkat kesukaran terdiri atas 13 soal sedang, 3 mudah, dan 4 sukar, serta daya beda berkategori cukup hingga baik. Hasil ini membuktikan instrumen layak, reliabel, dan efektif digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka
Citizenship Identity in the Context of Dayak Ethnic Transnationalism: Between State, Costum, and Cross-Border Mobility Jagad Aditya Dewantara; Dasim Budimansyah; Wibowo Heru Prasetiyo; Fazli Rachman; Sulistyarini; Gida Kadarisma
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 23 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rr1wf387

Abstract

This paper examines the civic identity of the Dayak people in the West Kalimantan border region within the context of ethnic transnationalism, emphasizing the role of custom and cross-border mobility. Recognizing that Dayak communities have historically lived beyond the boundaries of modern states, the study conceptualizes citizenship as a lived social experience that does not always align with nation-state logic. Using ethnographic methods, the research explores how Dayak people interpret citizenship through everyday practices, kinship relations, and cross-border interactions. The findings show that citizenship is understood situationally and pragmatically, particularly in relation to administrative needs and access to state services, while ethnic and customary identities remain the primary basis of social loyalty. Custom functions as a value framework regulating community membership, social relations, and attachment to ancestral lands across borders. Continuous mobility sustains a transnational social space where borders are negotiated administrative structures rather than rigid social boundaries. The study highlights the layered and dynamic nature of border citizenship and contributes to scholarship on indigenous transnationalism.