Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

The Importance of German Language Skills in the Tourism Sector Herlina Jasa Putri Harahap
Britain International of Linguistics Arts and Education (BIoLAE) Journal Vol 2 No 3 (2020): Britain International of Linguistics, Arts and Education - November
Publisher : Britain International for Academic Research (BIAR) Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/biolae.v2i3.335

Abstract

German plays an important role in the development of the tourism industry in Indonesia. This development must be in line with the competence and skills of the people who are involved in this industry, especially German language skills. In North Sumatera, there are various types of tour guides who have the potential to develop German language. A good understanding of German can increase the interest and comfort of German-speaking tourists visiting. Increase the competence of tour guides in German language and knowledge of German culture so that they can become professional tour guides who can promote tourist objects in North Sumatra to foreign tourists which have an impact on increasing regional income and reducing the unemployment rate. Education and training is needed to improve the German language skills of tour guides in North Sumatra, the best way is to provide education about tourism terms and dialogues in German and train the tour guides to be able to speak German both verbally and in writing with correct and correct according to the common european framework of reference for languages. Learning German for a guide requires several things to support the language learning process. Some of them are motivational factors, student learning strategies, and also the role of language instructors playing an important role in the success of tour guides in learning. There are factors related to learning German for tour guides and this is related to them as learners and direct actors in the learning process is motivation.
Transformasi Kurikulum di Indonesia : Implementatif terhadap KTSP 2006, K-13 dan Kurikulum Merdeka Herlina Jasa Putri Harahap; Puput Diva Taqdira Siregar; Demak Angel Paustina Br Sitanggang; Enjelica Damayanti Purba; Lamtiur Riris Tua Silaban; Anjany Pandiangan
Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan dan Sastra Inggris
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupensi.v5i2.5316

Abstract

Curriculum transformation in Indonesia reflects the government's efforts to adapt the education system to the times. This article examines the implementation of the 2006 KTSP curriculum, the 2013 Curriculum, and the Merdeka Curriculum. The study was conducted through a descriptive qualitative approach with a literature study method from various relevant sources. The 2006 KTSP gives schools broad authority to develop a curriculum according to local needs. The 2013 Curriculum is here to strengthen the scientific approach and character education. The Merdeka Curriculum is a response to the challenges of learning in the digital era, offering flexibility, project-based learning, and a focus on developing the profile of Pancasila students. Although the Merdeka curriculum brings a spirit of renewal, the implementation of this Curriculum also faces obstacles in training, school readiness, and adaptation of learning culture. This study concludes that curriculum changes in Indonesia show an increasingly progressive direction, but the success of its implementation is highly dependent on the overall support and collaboration of all parties in the world of education.
Analisis Perkembangan Kurikulum Pendidikan di Indonesia dari KTSP hingga Kurikulum Merdeka Uli Arta Agape Sihombing; Arga Cristin Sinaga; Juli Wulan Dari Br Keliat; Hartalina Oktavia Simanjuntak; Valentina Rose Sidabutar; David Gomgomtua Simamora; Yustinus Gulo; Herlina Jasa Putri Harahap
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1144

Abstract

Perkembangan kurikulum dalam pendidikan di Indonesia telah mengalami transformasi signifikan sejak diluncurkannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2006. Ini diikuti oleh Kurikulum K13 pada tahun 2013, dan yang terbaru adalah Kurikulum Merdeka yang diperkenalkan pada tahun 2022. Setiap versi kurikulum ini memiliki pendekatan pedagogis yang berbeda, mulai dari peningkatan otonomi institusi pendidikan dan pengembangan karakter dengan pendekatan berbasis ilmiah, hingga metode pengajaran yang lebih fleksibel yang sesuai dengan profil siswa Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis komparatif mengenai perkembangan ketiga kurikulum tersebut dalam aspek struktur, kompetensi, penilaian, dan fleksibilitas guna menemukan perubahan mendasar dan tantangan dalam implementasinya di setiap tahap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif serta deskriptif-analitis. Untuk mencapai tujuan tersebut, analisis dilakukan terhadap dokumen resmi dan sumber akademis yang berkaitan dengan pendidikan. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa meskipun KTSP memperkuat otonomi daerah, hal ini juga menimbulkan disparitas dalam standar pendidikan antar lembaga. Kurikulum K13 menghadapi hambatan dalam penerapannya, terutama yang berkaitan dengan kompleksitas penilaian kinerja serta beban administratif yang berat bagi guru. Walaupun kurikulum independen memberikan lebih banyak fleksibilitas, pelaksanaannya masih terhalang oleh kurangnya infrastruktur dan kapasitas guru yang memadai di berbagai wilayah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk memastikan kelanjutan reformasi kurikulum, penguatan kapasitas guru perlu dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, yang merupakan syarat penting untuk suksesnya implementasi.
PERAN SEMANTIK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA: DARI TEORI KE PRAKTIK, DENGAN FOKUS PADA BAHASA JERMAN Sucy Adila Winata; Meisya Syahvira; Herlina Jasa Putri Harahap
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 2 No. 4 (2025): APRIL 2025
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini dimaksudkan sebagai strategi praktis untuk mengintegrasikan prinsip-prinsip semantik ke dalam pengajaran bahasa Jerman yang efektif. Kita akan mengeksplorasi metode untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang makna kata, struktur kalimat, dan faktor-faktor kontekstual yang membentuk interpretasi. Ini akan mencakup saran untuk menggunakan bahan-bahan autentik, merancang kegiatan kelas yang menarik, dan memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran. Tujuan utamanya adalah untuk memberi guru bahasa Jerman alat dan wawasan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang makna, konteks, dan nuansa kaya bahasa Jerman, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan kelancaran dan kemampuan komunikasi. Fokusnya adalah untuk membekali guru dengan strategi praktis untuk meningkatkan pemahaman siswa secara keseluruhan dan kemampuan mereka untuk menggunakan bahasa secara efektif.
Analisis Implikasi Pengembangan Kurikulum Pendidikan Digital terhadap Prestasi Belajar dan Pengalaman Siswa Frischa Anaria Br Ginting; Resti Amelia Siregar; Elsa Hotmaida Sitompul; Yunita Butar Butar; Heldina Simanullang; Adam Forta; Herlina Jasa Putri Harahap
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i1.1146

Abstract

Kemajuan Digital dalam dunia pendidikan menuntut adanya evolusi kurikulum yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga fungsional secara teknologi ditengah pergeseran paradigma ini muncul berbagai aplikasi pengembangan kurikulum yang kini menjadi instrumen kunci dalam mengintegrasikan strategi padagogi dengan kebutuhan siswa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implikasi pengembangan kurikulum Pendidikan digital terhadap prestasi belajar dan pengalaman siswa. Menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui kuesioner daring kepada 20 siswa dengan instrument 19 pernyataan skala liker dan 3 pernyataan terbuka. Hasil ppenelitian menunjukkan bahwa 85% responden merasa kurikulum digital sangat memudahkan aksesibilitas materi. Dampak pada prestasi belajar terlihat positif dengan 90% responden mengalami peningkatan stabil hingga signifikan. Selain itu, seluruh responden (100%) melaporkan peningkatan literasi digital. Meskipun demikian, terdapat hambatan berupa kendala inftrastruktur dan beban tugas yang berlebih masing masing sebesar 25%. Simpulan penelitian ini menekankan bahwa kurikulum digital efektif meningkatkan hasil belajar dan keterampilan teknis, namun memerlukan optimalisasi paada sisi infrastruktur dan manajemen beban tugas.
Pengembangan Situs Website Pariwisata Tentang Pulau Sibandang Irma Santri Rajagukguk; Herlina Jasa Putri Harahap
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 04 (2026): April 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pengembangan situs web pariwisata berbahasa Jerman tentang Pulau Sibandang di Kabupaten Tapanuli Utara. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya informasi daring mengenai potensi pariwisata Pulau Sibandang, khususnya dalam bahasa Jerman, yang mengakibatkan pulau tersebut masih kurang dikenal di kalangan wisatawan asing. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menerapkan model pengembangan media berdasarkan teori Richey dan Klein, yang terdiri dari tiga fase utama: perencanaan (Planning), produksi (Production), dan evaluasi (Evaluation). Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan pengelola pariwisata dan wisatawan, serta dokumentasi di lokasi-lokasi utama seperti Desa Pariwisata Ulos Papande, Jabu Partungkoan Ompung Raja Sorta Uluan, dan Batu Kursi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengembangan dilakukan dengan menggunakan platform Wixsite untuk mengintegrasikan konten berupa teks informatif, foto, dan video dokumenter dalam bahasa Jerman dan Indonesia. Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh para ahli media, situs web ini memperoleh skor akhir 92,5 dengan predikat “Sangat Baik”. Dengan demikian, situs web pariwisata ini dinilai sangat cocok untuk diterapkan sebagai media iklan digital serta sebagai referensi pembelajaran dalam mata kuliah “Bahasa Jerman untuk Pariwisata”