This Author published in this journals
All Journal Matriks Teknik Sipil
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN KUAT TEKAN, MODULUS ELASTISITAS, KUAT LEKAT DAN KUAT TARIK BETON MEMADAT SENDIRI TERHADAP BETON NORMAL Agus Setiya Budi; Endah Safitri; Tyas Annisaa
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 3 (2021): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.352 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i3.54477

Abstract

AbstrakBeton memadat sendiri merupakan sebuah perkembangan teknologi dari beton normal. Kemudahan dalam pekerjaan Beton memadat sendiri disebabkan oleh adanya penambahan admixture berupa superplasticizer. Penambahan superplasticizer dapat berguna untuk mengatur tingkat kekentalan/viskositas beton dengan mengurangi jumlah pemakaian air sampai 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai kuat tekan, modulus elastisitas, kuat lekat serta perbandingan kuat tarik langsung dengan kuat tarik belah beton memadat sendiri yang kemudian dibandingkan dengan beton normal. Benda uji yang akan digunakan berjumlah 3 buah untuk masing-masing variasi dengan bentuk dan ukuran yang berbeda pada tiap pengujian, yaitu pengujian kuat tekan dan tarik belah berupa silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, pengujian kuat lekat menggunakan batang baja polos diameter 12 mm yang ditancapkan pada silinder diameter 15 cm dan tinggi 30 cm, dan uji kuat tarik langsung berupa balok berukuran 10 x 10 x 25 cm dengan coakan di tengah benda uji. Pengujian dilakukan saat umur beton mencapai 28 hari. Dari pengujian akan didapatkan nilai kuat tekan, modulus elastisitas, kuat lekat serta perbandingan kuat tarik langsung dengan kuat tarik belah beton memadat sendiri dan beton normal. Berdasarkan hasil perhitungan dari pengujian didapatkan bahwa nilai kuat tekan beton memadat sendiri lebih kecil dari beton normal yakni sebesar 28,01 MPa untuk beton SCC dan 30,09 MPa. Pada perhitungan pengujian kuat lekat didapatkan beton memadat sendiri memiliki nilai kuat lekat yang lebih besar daripada beton normal yaitu 0,8431 MPa untuk beton memadat sendiri dan 0,4753 MPa untuk beton normal. Sedangkan untuk pengujian kuat tarik didapatkan f’ct/ct untuk beton memadat sendiri adalah 97% dan 82% untuk beton normal. Kata kunci: beton memadat sendiri, kuat tekan, kuat tarik, kuat lekat.
Kajian Kuat Tekan, Kuat Tarik Belah, dan Modulus Elastisitas pada High Volume Fly Ash (HVFA) dengan Kadar Fly Ash 50%, 60%, dan 70% terhadap Beton Normal Agus Setiya Budi; Bambang Santosa; Mochamad Ari Widodo
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.54787

Abstract

Dalam era ini, penggunaan beton sering digunakan pada bidang kontruksi bangunan. Dengan banyaknya pembangunan memberikan dampak pada lingkungan karena emisi udara CO2 dari industri semen. Alternatif dalam mengatasi masalah ini dengan memanfaatkan material fly ash yang dikombinasikan dengan semen. Fly ash yang tinggi atau lebih dari 50% pada campuran beton dikenal dengan sebutan High Volume Fly Ash (HVFA). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa pengaruh dari kadar fly ash 50%, 60%, dan 70% terhadap nilai kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas dibandingkan dengan beton normal. Benda uji uang digunakan dalam penelitian ini berbentuk silinder dengan ukuran 30x15 cm. Pengujian pada beton dilakukan dengan menggunakan alat Compression Testing Machine (CTM) pada umur beton 28 hari. Berdasarkan hasil penelitian untuk beton HVFA dengan kadar 50%, 60%, dan 70% memiliki nilai kuat tekan sebesar 30,37 MPa, 28,11 MPa, dan 19,81 Mpa. Untuk nilai kuat tarik belah masing-masing memiliki nilai sebesar 3,72 MPa, 2,70 MPa, dan 2,33 MPa. Sedangkan untuk nilai modulus elastisitas menggunakan standar perhitungan ASTM C-469 sebagai perhitungan, masing-masing memiliki nilai sebesar 28683,00 MPa, 14081,67 MPa, dan 21848,67 MPa.
KAJIAN UJI KUAT LEKAT PADA BETON HIGH VOLUME FLY ASH SELF COMPACTING CONCRETE (HVFA – SCC) DENGAN KADAR FLY ASH 50%, 60%, DAN 70% DARI BERAT BINDER Agus Setiya Budi; Wibowo Wibowo; Muhammad Arbie Khairul Insani
Matriks Teknik Sipil Vol 9, No 4 (2021): Desember
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.981 KB) | DOI: 10.20961/mateksi.v9i4.54881

Abstract

Perkembangan zaman mampu menciptakan kemajuan di bidang konstruksi secara signifikan yang kemudian memunculkan inovasi baru yang dapat dimanfaatkan secara maksimal dan efisien, salah satunya yaitu pembuatan High Volume Fly Ash Self – Compacting Concrete (HVFA – SCC). High Volume Fly Ash Self – Compacting Concrete (HVFA – SCC) adalah gabungan antara High Volume Fly Ash Concrete (HVFAC) dan Self – Compacting Concrete (SCC) dimana dapat diperoleh hasil beton mutu tinggi dengan material penyusunnya yaitu semen digantikan 50% atau lebih menggunakan fly ash serta dapat mengalir dan memadat mandiri. Penelitian ini meninjau kuat lekat dari HVFA – SCC dengan ragam kadar fly ash 50%, 60%, serta 70% dari berat binder selanjutnya dibandingkan dengan beton normal. Sampel dalam penelitian ini berbentuk silinder berukuran diameter 30 cm dan tinggi 15 cm dengan jumlah masing – masing sampel sebanyak 3 buah berumur 28 hari. Penelitian ini diperoleh hasil yang dapat disimpulkan bahwa pemakaian fly ash dapat menaikkan kuat lekat dibanding dengan beton normal. Hasil kuat lekat HVFA – SCC kadar fly ash 50% sebesar 0,85 Mpa, HVFA – SCC kadar fly ash 60% sebesar 1,12 MPa, dan HVFA-SCC dengan fly ash 70% sebesar 1,44 MPa, hasil ini menunjukkan nilai lebih besar daripada beton normal dengan nilai sebesar 0,23 MPa.
PERILAKU GESER BALOK BERTULANG HVFA-SCC (STUDI KASUS BALOK DENGAN RASIO BENTANG GESER TERHADAP TINGGI EFEKTIF 2.5) Alfian Muhammad Rosyid Ridho; Fendy Prayogo Wicaksono; Halwan Alfisa Saifullah; Agus Setiya Budi; Agus Suproyadi
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2022): Juni
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i2.55607

Abstract

Keruntuhan geser sangat dihindari dalam merancang konstruksi bangunan karena karena sifatnya getas dan terjadi secara tiba – tiba sehingga sulit untuk diprediksi.
Peningkatan Kesadaran Masyarakat dalam Upaya Mitigasi Bencana Gempa di Kelurahan Mangkubumen Kecamatan Banjarsari Kota Surakarta Achmad Basuki; Edy Purwanto; Halwan Alfisa Saifullah; Endah Safitri; Bambang Santosa; Agus Setiya Budi; Agus Supriyadi; Stefanus Adi Kristiawan
Matriks Teknik Sipil Vol 10, No 3 (2022): September
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v10i3.56221

Abstract

Kota Surakarta merupakan wilayah yang berdekatan dengan jalur lempeng Eurasia dan Indo-Australia. Ada perkiraaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bahwa jika terjadi gempa megathrust di pertemuan lempeng tersebut akan mengakibatkan gempa dengan kekuatan di atas 8 SR. Guna mengantisipasi segala kemungkinan buruk yang terjadi maka diperlukan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, para pemangku kepentingan, dan tenaga kerja bidang konstruksi sehingga korban jiwa dan kerugian materi bisa ditekan seminimal mungkin. Waktu terjadinya gempa tidak dapat diperkirakan dengan pasti. Kota Surakarta pernah juga terdampak gempa Yogyakarta tahun 2006. Dari pengalaman tersebut tampak kesiapan mitigasi bencana gempa di beberapa wilayah terdampak sebagian besar masih kurang. Research Group SmartCrete, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret melakukan pengabdian masyarakat di Kelurahan Mangkubumen, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rangka peningkatan kesadaran masyarakat dalam upaya mitigasi bencana gempa. Kegiatan pengabdian diawali dengan penggalian pengetahuan masyarakat tentang mitigasi bencana gempa, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian informasi yang berkaitan dengan pengetahuan gempa dan dampaknya pada infrastruktur. Upaya-upaya mitigasi bencana gempa bumi, termasuk penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) gempa pada pembangunan infrastruktur juga disampaikan dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan pengabdian ini diharapkan terjadi perbaikan pola pikir, pola tindak dan pola antisipasi serta aksi sigap dari masyarakat terhadap bahaya gempa bumi.