Nur Hidayah
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh intellectual (IQ),Emotional (EQ), dan Spiritiual Quotient (SQ) Terhadap Kinerja Aparatur dengan Variabel Moderasi Kompetensi di Kabupaten Lamongan Mohammad Djasuli; Nur Hidayah
CAKRAWALA Vol 6, No 2: Juni 2012
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2816.415 KB) | DOI: 10.32781/cakrawala.v6i2.156

Abstract

Kinerja aparatur sangat membantu dalam menjalankan aktifitas yang ada di sebuah Pemerintahan Daerah untuk mewujudkan visi dan misi yang sesuai dengan harapan. Terkait dengan hasil kinerja aparatur yang bagus, terdapat beberapa hal yang mempengaruhinya seperti kecerdasan yang diklarifikasikan menjadi 3 yaitu : intellectual (IQ),emotional quotient (EQ) dan spiritual quotient (SQ). Selain kecerdasan yang akan mempengaruhi kinerja,peneliti menambahkan variabel moderasi kompetensi,dimana kompetensi menjadi salah satu faktor yang akan menambah output kinerja aparatur yang lenih memuaskan. Tujuan penelitian adalah: (1) mengetahui pengaruh intellectual quotient (IQ),emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ) terhadap kinerja secara parsial,(2) mengetahui pengaruh kompetensi sebagai variabel moderating terhadap intellectual quotient (IQ), emotional quotient (EQ), dan spiritual quotient (SQ) dengan variabel kinerja secara parsial.
Perbandingan Hasil Terjemahan ChatGPT dan Google Translate Terhadap Unsur Budaya Madura Dalam “Mozaik Caréta dâri Madhurâ” Nur Hidayah; Masduki Masduki
Journal of Social, Culture, and Language Vol 4, No 2 (2026): Journal of Social, Culture, and Language
Publisher : Journal of Social, Culture, and Language

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/jscl.v4i2.32872

Abstract

Perkembangan kecerdasan buatan telah mengubah cara kerja penerjemahan, terutama melalui mesin terjemahan yang populer yaitu Google Translate dan ChatGPT. Namun, kemampuan keduanya dalam menerjemahkan istilah budaya Madura yang memiliki makna sosial dan historis mendalam masih jarang dikaji secara komparatif. Penelitian ini menganalisis 29 istilah budaya dari “Mozaik Caréta dâri Madhurâ” dengan menggunakan metode dan prosedur penerjemahan Newmark (1988). Hasil dari penelitian ini Adalah bahwa kedua mesin masih bergantung pada penerjemahan literal/literal translation (86%) dan prosedur transferensi/ transference (86% pada Google Translate dan 85% pada ChatGPT), sehingga bentuk asli istilah budaya banyak dipertahankan. Perbedaan utama terlihat pada penggunaan padanan fungsional (functional equivalent) yang lebih sering muncul pada Google Translate, dan padanan deskriptif (descriptive equivalent) yang hanya ditemukan pada ChatGPT. Temuan ini menunjukkan bahwa ChatGPT lebih mampu memberi konteks tambahan, sementara keduanya tetap membutuhkan penyuntingan manusia untuk menjaga akurasi budaya. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian penerjemahan budaya, terutama untuk bahasa daerah Indonesia yang masih minim dokumentasi digital.