Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Adat Melayu Kearifan Lokal Pakaian Adat Daerah Musi Banyuasin Mengandung Nilai Sejarah Peninggalan Pangeran Indah Permata; Lesi Hartati; Lilis Puspitawati; Rilla Gantino; Meifida Ilyas
Abditeknika Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/abditeknika.v1i1.429

Abstract

Musi Banyuasin memiliki kekayaan budaya yang unik dan menarik dari daerah lainnya. Berbagai macam budaya, adat dan suku daerah di Indonesia tercermin dari banyaknya pakaian adat di setiap daerah di Indonesia. Salah satunya Kabupaten Musi Banyuasin di Sumatera Selatan. Musi Banyuasin  memiliki pakaian adat dengan keunikan dan kekhasan yang berbeda-beda. Setiap daerah di Sumatera Selatan yang memiliki pakaian adat ini digunakan untuk acara-acara resmi seperti upacara adat dan budaya dan saat upacara pernikahan. Pakaian adat ini digunakan sebagai bukti kecintaan warga terhadap pakaian peninggalan yang harus dilestarikan dengan tetap menggunakannya. Pada pakaian pria ditambahkan aksesoris berupa logam emas di sekitar pakaiannya. Ada kalung berbentuk tanduk kerbau yang terbuat dari emas. Kemudian ditambah dengan sebuah mahkota berwarna emas di kepalanya. Sementara pada pakaian wanita memiliki lebih banyak hiasan dan aksesoris. Baju adat Musi banyuasin  ini dihiasi dengan banyak aksesoris seperti kalung emas, ada mahkota dan konde yang juga terbuat dari emas.
Pemberdayaan ekonomi lokal melalui kemitraan UMKM: kolaborasi perdagangan indonesia dan thailand melalui aplikasi Sipesat Dewi Kurniasih; Lilis Puspitawati; Apriani Puti Purfini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 4 (2025): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i4.33725

Abstract

Abstrak Program Kemitraan ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi lokal melalui kolaborasi perdagangan Indonesia dan Thailand dengan memanfaatkan teknologi informasi. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah SIPESAT (Sistem Informasi Perdagangan Antar Asia Tenggara) sebuah aplikasi berbasis sistem informasi yang memungkinkan UMKM di kedua negara untuk saling berinteraksi, melakukan transaksi, dan mempermudah distribusi produk antar negara. Aplikasi ini tidak hanya memfasilitasi pengelolaan pesanan secara efisien, tetapi juga memberikan kemudahan dalam hal pembayaran, pelacakan pengiriman, serta pemasaran produk UMKM Indonesia dan Thailand di pasar internasional. Melalui implementasi SIPESAT, diharapkan UMKM di Indonesia dan Thailand dapat menjalin kemitraan yang lebih kuat, memperluas jaringan pasar, serta meningkatkan kompetensi dalam hal pemasaran dan manajemen bisnis. Selain itu, kolaborasi ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat lokal dengan memperkenalkan produk lokal kepada konsumen internasional. Dengan adanya sistem ini, diharapkan tercipta ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Thailand di kawasan Asia Tenggara Kata kunci: pemberdayaan ekonomi lokal; perdagangan internasional; aplikasi Sipesat. Abstract This partnership program aims to empower the local economy through the collaboration of Indonesian and Thailand trade by utilizing information technology. One of the innovations introduced is Sipesat (inter -Southeast Asian trade information system) an information system -based application that allows MSMEs in both countries to interact, conduct transactions, and facilitate the distribution of products between countries. This application not only facilitates order managing orders efficiently, but also provides convenience in terms of payment, tracking delivery, and marketing of Indonesian and Thailand MSME products in the international market. Through the implementation of Sipesat, it is hoped that MSMEs in Indonesia and Thailand can establish stronger partnerships, expand market networks, and increase competence in terms of marketing and business management. In addition, this collaboration is also expected to encourage economic growth at the local level by introducing local products to international consumers. With this system, it is expected to create a more inclusive and sustainable economy, which in turn can improve the welfare of the community and strengthen trade relations between Indonesia and Thailand in the Southeast Asian region. Keywords: local economic empowerment; international trade; Sipesat application.
Pendampingan KJA dalam penerapan keuangan digital smartphone pemberdayaan UMKM di wilayah Sumatera Selatan Lesi Hertati; Haryono Umar; Lilis Puspitawati; Tien Yustini; Siti Komariah Hildayanti; Nanda Prasetya
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38909

Abstract

Abstrak UMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam pemanfaatan digital marketing dan keuangan digital, terutama pada aspek sistem pembayaran non-tunai, pencatatan transaksi, serta penyusunan laporan keuangan berbasis digital yang terintegrasi dengan layanan perbankan di Indonesia. Permasalahan penilaian pre-test (58,4%) dan post-test (87,9%) pada tahun 2026, di wilayah pelosok desa di Sumatera Selatan menunjukkan kepuasan. Kondisi ini perlunya intervensi komprehensif melalui edukasi dan pelatihan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat marginal, oleh Kantor Jasa Akuntan (KJA) yaitu pendampingan berbasis smartphone guna meningkatkan sistem penjualan kepada masyarakat yang lebih luas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui edukasi, pelatihan strategi UMKM naik kelas berbasis keuangan digital smartphone, serta inovasi produk lokal. Metode pelaksanaan meliputi: (1) pentingnya keuangan digital dan peran KJA dengan evaluasi pre-test dan post-test, (2) pelatihan pembuatan aplikasi sederhana, serta (3) demonstrasi penggunaan Aplikasi Kasir Digital Berbasis Android. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta puas dengan akurasi pencatatan keuangan (71,5%) dan yang masih bingung 28,5 %. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan literasi digital, keterampilan pengelolaan keuangan, diversifikasi laporan keuangan, serta perluasan pengenalan produk desa kepada pasar  luas secara berdampak. Dukungan sinergis dari masyarakat, pemerintah daerah, perbankan, pelaku UMKM dan perguruan tinggi sangat diperlukan guna menjaga keberlanjutan program UMKM naik kelas berbasis keuangan digital. Kata Kunci:  UMKM naik kelas; keuangan digital; digital marketing; aplikasi kasir android; kantor jasa  akuntan. Abstract MSMEs still face various obstacles in utilizing digital marketing and digital finance, especially in the aspects of non-cash payment systems, transaction recording, and the preparation of digital-based financial reports integrated with banking services in Indonesia. The problem of pre-test assessment (58.4%) and post-test (87.9%) in 2026, in remote areas of villages in South Sumatra showed satisfaction. This condition requires comprehensive intervention through education and training oriented towards empowering marginalized communities, by the Accounting Services Office (KJA), namely smartphone-based assistance to improve the sales system to the wider community. This community service activity aims to empower MSME actors through education, training in MSME strategies for upgrading based on smartphone digital finance, and local product innovation. The implementation method includes: (1) the importance of digital finance and the role of KJA with pre-test and post-test evaluations, (2) training in creating simple applications, and (3) demonstration of the use of the Android-Based Digital Cashier Application. The results of the activity showed that participants were satisfied with the accuracy of financial records (71.5%) and those who were still confused were 28.5%. This activity makes a significant contribution to improving digital literacy, financial management skills, diversifying financial reports, and expanding the introduction of village products to a wider market in an impactful manner. Synergistic support from the community, local governments, banks, MSMEs, and universities is essential to maintain the sustainability of the digital finance-based MSME upgrade program. Keywords: MSME upgrade; digital finance; digital marketing; android cashier application;accounting services office