Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai kecernaan in vitro bahan kering dan bahan organik kulit singkong dengan cara pengeringan dan perendaman untuk mengetahui perlakuan mana yang terbaik. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Masing-masing perlakuan dilakukan replikasi sebanyak lima kali pengungalangan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri atas 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang diberikan terhadap kulit singkong adalah P1 (Pengeringan tanpa menggunakan abu), P2 (Pengeringan dengan abu 5% dan waktu 24 jam), P3 (pengeringan dengan Abu 10% dan waktu 36 jam), P4 (pengeringan dengan abu 15% waktu 48 jam). Evaluasi kecernaan in vitro ini dilakukan dengan menggunakan metode Tilley and Terry. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu 15% dan waktu 48 jam pada saat peneringan yang merupakan perlakuan yang terbaik.