This Author published in this journals
All Journal Buletin Palma
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Agroindustri Gula Semut Aren dengan Model Hariang di Propinsi Banten / Agroindustry of Granular Brown Sugar by Hariang Model in Banten Province Abner Lay; Steivie Karouw
Buletin Palma No 31 (2006): Desember, 2006
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v1n31.2006.126-136

Abstract

The problems in development of granular brown sugar agrorindustry depend on scale of bussines, tipe of processing and management, so a development model that can give some benefits to farmer grup and the other institution is needed.  The research was carried out in Banten Province on July 2005.  The research was conducted as survey method and data were collected by Purposive Random Sampling. The data consist of primer and secundair data obtained from farmers/ farmer groups, village cooperative and government institutions, characteristics of neera, crude granular brown sugar and pure granular brown sugar.  The data were analyzed by descriptive method. The results showed that agroindustry of granular brown sugar on Hariang Model in Banten Province was managed by village cooperative namely KUB Mandala. Processing of garnular brown sugar was done in farmers groups using traditionally method, the cooperative collected and converted it to pure granular brown sugar.  The final product is meet with quality standard and has traded for regional and export market. Agroindustry of  granular brown sugar by Hariang Model is classified as innovation technology which suitable to be implemented and has given some positive effect to farmers/farmer groups, diversification of product and extensification  of palm sugar (Arenga pinnata) areas.  This model can be used for developing of granular brown sugar agroindustry in some places as central production of palm sugar and possible for other commodities adopting in farmer institutional, processing system, management bussines and farmer-investor partnership.  RINGKASANPermasalahan pengembangan agroindusri gula semut tergantung pada skala usaha, pola pengolahan dan pengusahaannya, sehingga diperlukan model pengembangan yang menguntungkan kelompok tani. Penelitian di laksanakan pada bulan Juli 2005 di Propinsi Banten. Penelitian menggunakan metode survei dan pengumpulan data secara Purposive Random Sampling. Data yang dikumpulkan terdiri dari data primer dan sekunder. Data primer berasal dari petani, koperasi unit desa, karakteristik nira segar, gula semut kasar dan gula semut, sedangkan data sekunder berasal dari instansi pemerintah. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Agroindustri gula semut Model Hariang di Propinsi Banten, yang dikelola koperasi unit desa dengan nama KUB Mandala. Pengolahan gula semut dilakukan oleh kelompok tani dengan cara tradisional, produk yang dihasilkan petani dalam bentuk gula semut kasar, diolah lebih lanjut oleh unit pengolahan pada koperasi. Produk akhir adalah gula semut yang memenuhi standar mutu dan dipasarkan pada pasar regional dan ekspor. Agroindustri gula semut model hariang dikalsifikasi sebagai teknologi inovasi yang siap diimplementasikan, dan model ini telah memberi pengaruh positif bagi kelompok tani pada pengembangan diversifikasi produk dan intensifikasi tanaman aren. Model ini dapat dikembangkan pada daerah sentra produksi aren dan memungkinkan diadopsi untuk pengembangan komoditas lain dengan penyesuaian terhadap kelembagaan petani, sistem pengolahan, pengelolaan usaha dan kerjasama dengan mitra usaha.
Mutu Gula Aren dan Perubahannya Selama Penyimpanan (Studi Kasus di Desa Hariang-Lebak Provinsi Banten) Abner Lay; Steivie Karouw
Buletin Palma No 35 (2008): Desember, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n35.2008.%p

Abstract

Untuk mengetahui karakteristik mutu gula semut  produksi petani dan koperasi di Desa Hariang dan perubahan mutu gula selama penyimpanan telah dilakukan penelitian pada bulan Juli sampai Desember 2005.  Gula semut yang digunakan merupakan hasil olahan petani dan koperasi di desa Hariang Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.  Pengujian mutu gula semut berupa kadar air dan kadar abu dilakukan pada 0 bulan, 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan.  Analisis kadar sakarosa dan cemaran logam hanya dilakukan pada awal penyimpanan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa,  proses pengolahan lanjutan yang dilakukan oleh koperasi cenderung menurunkan kadar air gula semut dari 6,24-6,26% menjadi 2,802,83%. Selama penyimpanan terjadi peningkatan kadar air gula semut hasil olahan petani dan koperasi. Kadar sakarosa dan cemaran logam gula semut hasil olahan petani dan koperasi sesuai dengan Standar National Indonesia.
Uji Teknis Alat Pengolahan Minyak Kelapa Skala Kelompok Tani / Technical Test of Coconut Oil Machinary on Farmer Group Scale Abner Lay; Steivie Karouw
Buletin Palma No 31 (2006): Desember, 2006
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v1n31.2006.102-110

Abstract

Coconut processing machine for farmer level, was tested in Engineering processing workshop of ICOPRI  Manado, on January 2006. The coconut processing machines were two operation units, namely fresh coconut grinder and coconut milk presser. Tested matterial was Coconut Mapanget Tall.  The observation was done on constraction, operation system, and machine performances.  The results showed that coconut grinder and coconut presser were compactly designed, with partial operation system.  Machine was operated by single rotary  motor  of 7 Hp, 2600 rpm as diesel engine.  Processing system rolling among unit operations,  done by two operators.  Capacity of the coconut fresh grinder is 360 coconut nut/hour and coconut milk presser  is 375 coconut nut/hour. Oil recovery is 15% and oil efficiency extraction about 44.3 %. Use of the  coconut processing machine for farmer level would support  the development of coconut diversification products and provide labour in the villages.  RINGKASANPengujian alat pengolahan minyak kelapa skala kelompok tani dilakukan di Bengkel Rekayasa Alat Pengolahan Balitka, bulan Januari 2006. Alat yang diuji terdiri dari unit pemarut kelapa dan unit pengepres santan. Bahan uji yang digunakan adalah kelapa dalam Mapanget. Pengamatan yang dilakukan, meliputi: konstruksi alat, sistem operasi dan kinerja alat. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa unit pemarut dan unit pengepres konstruksinya sederhana dan dirancang secara gabungan dengan sistem proses parsial. Menggunakan motor penggerak tunggal yakni motor diesel dengan daya 7 Hp; 2600 rpm. Sistem operasi alat secara bergantian antar unit operasi, penanganannya oleh dua operator. Kapasitas olah unit pemarut dan unit pengepres masing-masing 360 dan 375 butir kelapa/jam. Rendemen hasil minyak 15% dan efisiensi ekstraksi minyak sebesar 44.3%. Penggunaan alat pengolahan kelapa ini, akan menunjang pengembangan diversifikasi produk kelapa dan perluasan lapangan kerja dipedesaan.