Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Penggantian Agregat Halus dengan Serbuk Ban Bekas pada Campuran Beton Terhadap Daya Redam Getaran Muhammad Farhan Mufid Kusuma; Restu Faizah; Guntur Nugroho
Bulletin of Civil Engineering Vol 1, No 1 (2021): Februari
Publisher : Civil Engineering Department, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/bce.v1i1.11051

Abstract

Limbah ban bekas merupakan salah satu limbah yang sulit untuk diatasi, karena karet ban sulit untuk di urai bahkan didaur ulang. Limbah ini, akan semakin meningkat seriring dengan bertambahnya produksi kendaraan di masyarakat. Salah satu upaya untuk mengolah limbah ban bekas adalah merubah ban bekas menjadi serbuk yang dapat dimanfaatkan untuk peredam gesekan di lapangan, merubah ban bekas menjadi minyak, bahkan merubahnya menjadi furniture. Inovasi dalam bidang teknik sipil ialah dengan mengganti agregat halus dengan ban bekas. Penggantian ini diharapkan dapat menciptakan beton ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah membuat benda uji berbentuk silinder dan balok, serta melakukan varian serbuk ban bekas dengan presentase 0%, 5%, 10%, 15%, 20%. Benda uji silinder digunakan untuk mengetahui kuat tekan yang dimiliki tiap varian presentase serbuk ban bekas, sedangkan benda uji balok digunakan untuk mengetahui daya redam pada masing-masing varian campuran. Pengujian kuat tekan beton dilakukan menggunakan mesin compression tester machine , dan pengujian daya redam beton menggunakan akselerometer getaran. Hasil dari pengujian dapat diketahui bahwa, semakin banyak presentase serbuk ban bekas yang digunakan, semakin menurun kuat tekan yang dimiliki beton. Sedangkan, untuk daya redam yang dimiliki, semakin banyak presentase campuran serbuk ban bekas maka semakin besar pula daya redam yang dimiliki. Hasil tersebut dapat menjadi sebuah tolak ukur untuk pengembangan beton ramah lingkungan, dan dapat menahan getaran lebih baik. 
Risk Management Education for Administrative Staff at the Muhammadiyah Regional Leadership Office of the Special Region of Yogyakarta Gita Danupranata; Siti Dyah Handayani; Farid Setiawan; Guntur Nugroho
PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): PUBLICA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, April 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/publica.v4i2.100

Abstract

This study focuses on the problem of lack of understanding and structured framework regarding operational risk management among administrative staff at the Muhammadiyah Regional Leadership Office of the Special Region of Yogyakarta (PWM DIY). The method used to solve this problem is through a Participatory-Practical approach consisting of three main stages: Cognitive Training (basic understanding of risk management), Skills Training (preparing a spreadsheet-based Risk Register and designing SOPs), and Mitigation Assistance (light infrastructure risk education). The main results of this service showed a significant increase in staff understanding based on a comparison of pre-tests and post-tests, the formation of a formal Administrative Risk Register document, and availability of mini SOPs for office physical risk preparedness. The main conclusion of this activity is that the implementation of a Risk Management System adapted from ISO 31000:2018 has proven effective in increasing the capacity for more accountable, transparent, and professional administrative governance in religious non-profit organizations in line with the achievement of SDG target 16.6.