This Author published in this journals
All Journal Buletin Palma
JELFINA C. ALOUW
Balai Penelitian Tanaman Palma

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Molecular Identification of Bacterial Pathogen Infecting Coconut Leaf Beetle JELFINA C. ALOUW; DIANA NOVIANTI; MELDY L.A. HOSANG
Buletin Palma Vol 16, No 2 (2015): Desember, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n2.2015.147-153

Abstract

ABSTRACT Many species of microorganisms can cause diseases and mortality of insect pests. Accurate detection and identification of the entomophatogens are essential for development of biological control agent to the pest. Brontispa longissima, a serious and invasive pest of coconut, was infected by bacterium causing mortality of the larvae and pupae in coconut field. Objective of the research was to identify bacterium as a causal agent of the field-infected B. longissima using molecular  technique.  Research  was  conducted  between  April  and  August 2011.  Molecular  identification  using polymerase chain reaction (PCR) amplification of 16s ribosomal RNA of the infected larvae and sequencing of the gene showed that Serratia marcescens is the causal agent of the disease.Keywords: Brontispa longissima, coconut, 16s rRNA, Serratia marcescens. Identifikasi Molekular Bakteri Pathogen yang Menginfeksi Hama Daun Kelapa Brontispa longissima(Coleoptera:Chrysomelidae)ABSTRAK Banyak mikroorganisme dapat menimbulkan penyakit pada serangga hama.  Deteksi dan identifikasi yang akurat dari  pathogen  penyebab  penyakit  pada  serangga (entomopathogen)  hama  merupakan  tahap  yang  penting  dalam  pengembangan pengendalian biologi untuk hama tersebut.  Brontispa longissima sebagai hama penting dan bersifat  invasif pada tanaman kelapa diinfeksi oleh sejenis bakteri yang menyebabkan kematian larva dan pupa dari serangga  tersebut di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi organisme penyebab penyakit pada hama B. longissima dengan menggunakan teknik molekuler. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus  2011. Identifikasi bakteri dilakukan dengan mengamplifikasi 16s ribosomal RNA dari larva yang terinfeksi dengan menggunakan PCR (polymerase chain reaction).  Hasil analisis sekuens nukleotida 16s ribosomal RNA dari larva yang terinfeksi menunjukkan bahwa Serratia marcescens adalah bakteri penyebab dari penyakit tersebut.Kata kunci: Brontispa longissima, kelapa, 16s rRNA, Serratia marcescens.
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit [Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm] Jelfina C. Alouw; Meldy L.A. Hosang
Buletin Palma Vol 17, No 2 (2016): Desember, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n2.2016.97-104

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis) is one of the major estate crops in West Papua in terms of total area and production. Thousand hectares of oil palm plantations in Manokwari, West Papua Province, have inflicted serious leaflets damage that only the midrib of the frond remains as reported by The Provincial Estate Crop Agency. The objectives of the research were to determine insect pest causing the leaf damage and its damage level on the oil palm plantations of West Papua Province.  The research was conducted in June 2016 at the oil palm estate of PT Yongjing Investindo and PT. Medco Papua Hijau Selaras, West Papua.  Field observation and identification in the laboratory showed that the causative agent is Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae).  S. nubila known as the main pest attacking coconut palm (Cocos nucifera) in several locations in Eastern Indonesia, has invaded oil palms and causing severe damage, 20 to 100% of leaflet damage. Natural enemies found in the Sexava-attacking areas including crow, ant (Oecophylla smaragdina), praying mantids (Orthopthera: Mantidae), and egg parasitoid (Leefmansia bicolor).This is the first report on the invasion of S. nubila to oil palm plantation. Serious attention is urgently needed to prevent further economic yield losses due to the pest on oil palm plantations in West Papua Province. ABSTRAKKelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Papua Barat berdasarkan luas areal dan produksinya. Ribuan hektar tanaman kelapa sawit yang berumur sekitar 25 tahun dilaporkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Papua Barat mengalami kerusakan berat, yaitu daunnya tinggal lidi-lidi.  Diduga kerusakan tersebut akibat serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama dan tingkat kerusakannya pada pertanaman kelapa sawit di Provinsi Papua Barat.  Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2016 di perkebunan kelapa sawit milik PT. Yongjing Investindo dan PT. Medco Papua Hijau Selaras. Kegiatan survei dilakukan untuk mendapatkan sampel serangga hama dan mengestimasi tingkat kerusakannya, serta mengoleksi jenis musuh alami yang berasosiasi dengan target hama, dilanjutkan dengan kegiatan laboratorium untuk mengkonfirmasi hasil identifikasi hama dan jenis musuh alaminya. Hasil survei menunjukkan bahwa  penyebab kerusakan pada kelapa sawit di PT Yongjing Investindo dan PT. Medco Papua Hijau Selaras, Papua Barat adalah belalang Sexava nubila Stal. (Orthoptera: Tettigoniidae).  S. nubila merupakan hama kelapa (Cocos nucifera) yang sudah lama ada di beberapa daerah di Papua Barat.  S. nubila merusak  daun kelapa sawit dengan tingkat kerusakan mencapai  20-100% sehingga kerusakannya dikategorikan sangat merusak. Musuh-musuh alami S. nubila yang banyak ditemukan di lapangan adalah burung gagak, semut rangrang (Oecophylla smaragdina), belalang sembah (Orthopthera: Mantidae), dan parasitoid telur (Leefmansia bicolor).  Hasil penelitian ini merupakan  laporan pertama tentang serangan hama S. nubila pada tanaman kelapa sawit.  Perlu upaya  serius dan tindakan pengendalian yang segera  untuk menghindari kerugian ekonomi yang besar pada pertanaman sawit di Papua Barat.