This Author published in this journals
All Journal Buletin Palma
Meldy L.A. Hosang
Balai Penelitian Tanaman Palma

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Demografi Kumbang Elaeidobius kamerunicus Faust (Coleoptera: Curculionidae) sebagai Serangga Polinator pada Tanaman Kelapa Sawit [The Demographic of Elaeidobius kamerunicus Faust Beetle (Coleoptera: Curculionidae) as Insect Pollinators on Oil Palm Plant] Novalisa Lumentut; Meldy L.A. Hosang
Buletin Palma Vol 17, No 1 (2016): Juni, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n1.2016.89-95

Abstract

The role of pollinator beetles E. kamerunicus in oil palm plantations needed for pollination and increase fruit formation. E. kamerunicus beetle pollen can move well on oil palm. This research aims to study the demographic E. kamerunicus statistics to predict the rate of growth. This study used male flower oil palm as a breeding and insect pollinators E. kamerunicus obtained and in the collection of the field in the oil palm plantations in the district Wood tides of Province West Sulawesi and in Pamona district, Central Sulawesi and the Laboratory of Entomology Indonesian Palmae Research Institute from January to October 2015. Data were analyzed by analysis of variance and analysis of demographic statistics includes the net reproductive rate, generation time, intrinsic growth rate. The results show that the value of demographic E. kamerunicus is Ro= 4.88, rm= 0.084 and T= 19 days. Ro value indicates multiple populations per generation E. kamerunicus on oil palm male flowers 4.88-fold for 19 days. Rated E. kamerunicus Ro> 1, meaning that the population of E. kamerunicus will increase. Ro and rm valueand shows that the male flower oil palm is suitable for the development of host E. kamerunicus evidenced by the reproduction rate of the population of insect pollinators multiples of this very quickly with the average time needed by one generation is 19 days to increase its population. With the increasing population of insect pollinators E. kamerunicus in oil palm plantations will have an impact on the success of oil palm fruit pollination for fruit formation, thereby increasing the productivity of oil palm. The results of the research can be used to determine the rate of population E. kamerunicus per generation in palm oil plantations that role as insect pollinators and pollination success of oil could have implications for improved productivity of oil palm in Indonesia.ABSTRAKPeranan kumbang polinator E. kamerunicus di pertanaman sawit diperlukan untukpenyerbukan guna meningkatkan pembentukan buah karena kumbang E. kamerunicus dapat memindahkan serbuk sari pada sawit. Penelitian ini bertujuan mempelajari demografi statistik E. kamerunicus untuk memprediksi laju pertumbuhannya pada bunga jantan kelapa sawit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Entomologi Balai Penelitian Tanaman Palma mulai bulan Januari - Oktober 2015. Pengambilan kumang E. kamerunicus pada pertanaman kelapa sawit di Kabupaten Pasang Kayu Provinsi Sulawesi Barat dan di Kabupaten Pamona Provinsi Sulawesi Tengah. Data dianalisis dengan analisis ragam dan analisis statistik demografi meliputi laju reproduksi bersih, waktu generasi, dan laju pertumbuhan intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan nilai demografi E. kamerunicus adalah Ro= 4,88,  rm = 0,084 dan T= 19 hari.Nilai Ro menunjukkan kelipatan populasi E. kamerunicus per generasi pada bunga jantan kelapa sawit adalah 4,88 kali lipat selama 19 hari. Nilai Ro E. kamerunicus >1, artinya populasi E. kamerunicus akan meningkat. Nilai Ro dan rm menunjukkan bahwa bunga jantan sawit merupakan inang yang cocok untuk perkembangan E. kamerunicus dibuktikan dengan besarnya laju kelipatan reproduksi populasi serangga polinator ini dengan sangat cepat dengan waktu rata-rata yang dibutuhkan oleh satu generasi adalah 19 hari untuk meningkatkan populasinya. Dengan meningkatkatnya populasi serangga polinator          E. kamerunicus di perkebunan sawit akan berdampak pada keberhasilan penyerbukan buah sawit untuk pembentukan buah sehingga dapat meningkatkan produktivitas sawit. Hasil penelitian dapat digunakan untuk mengetahui laju pertambahan populasi E. kamerunicus per satu generasi di perkebunan sawit sehingga peranannya sebagai serangga polinator dan keberhasilan penyerbukan sawit dapat berdampak bagi peningkatan produktivitas kelapa sawit di Indonesia.
Ledakan Populasi Hama Kelapa Thosea monoloncha Meyrick (Lepidoptera: Limacodidae) di Pulau Tolonuo, Maluku Utara [Outbreaks of Coconut Pest Thosea monoloncha Meyrick (Lepidoptera : Limacodidae) at Tolonu Island, North Maluku] W. J. Sambiran; Fredy Lala; Andriko N. Susanto; Deciiyanto Soetopo; Meldy L.A. Hosang
Buletin Palma Vol 17, No 2 (2016): Desember, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n2.2016.127-137

Abstract

Nettle caterpillars pest Thosea monoloncha Meyrick (Lepidoptera: Limacodidae) attacking coconut palms in several regions in Indonesia such as Sulawesi, Maluku (North Halmahera, South Hamahera and Kei Islands) and New Guinea. The objectives of the research were to determine the condition of the pests population, natural enemies and palm damage due to attack T. monoloncha. The research was conducted in October to December 2014 at Tolonuo island, North Maluku Province, and Laboratory Indonesia Palm Crop Research Institute.  Samples plants are taken inside and outside the sites of the attack of T. monoloncha. At each location have been selected randomly, 10 sample plants each from immature coconut trees and mature coconut trees. The results showed that outbreaks of Coconut pest, Thosea monoloncha Meyrick have been occured in 2014 at Tolonuo Island, North Maluku Province. The level of damage caused by the pests consists of 32 ha high damage, 20 ha medium damage, and 35 ha low damage. At the location of heavy attacks from T. monoloncha, of 1056 healthy larvae, most have entered the mature larval stage (instar 4-5) with an average of 26.4 larvae/frond. Potential natural enemies that can infect the larvae of T. monoloncha is Nuclear Polyhedrosis Virus (NPV). These pathogens can suppress pest populations up to 96 % in high damage locations or average 41.21% of infected larvae for the entire area is infested with the pest. ABSTRAKHama ulat api Thosea monoloncha Meyrick (Lepidoptera: Limacodidae) menyerang tanaman kelapa dan menyebar di beberapa wilayah di Indonesia antara lain Sulawesi, Maluku (Halmahera Utara, Halmahera Selatan dan Pulau Kei) dan New Guinea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui populasi hama, musuh alami dan kerusakan tanaman akibat serangan T. monoloncha. Penelitian ini dilaksanakan di Pulau Tolonuo, Provinsi Maluku Utara  dan Laboratorium Balai Penelitian tanaman Palma. Pengambilan tanaman contoh dilakukan di dalam dan di luar lokasi serangan T. monoloncha. Pada setiap lokasi dipilih secara acak masing-masing 10 tanaman contoh dari tanaman kelapa yang belum menghasilkan dan tanaman kelapa menghasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa serangan hama ulat api T. monoloncha Meyrick telah terjadi pada bulan November 2014 di Pulau Tolonuo. Tingkat kerusakan yang ditimbulkan oleh hama ini terdiri dari 32 ha serangan berat, 20 ha serangan sedang dan 35 ha serangan ringan.  Pada lokasi serangan berat ternyata dari 1056 larva sehat, sebagian besar sudah memasuki stadia larva dewasa (instar 4-5) dengan rata-rata 26,4 larva/pelepah. Musuh alami potensial yang ditemukan menginfeksi larva T. monoloncha adalah Nuclear Polyhidrosis Virus (NPV). Patogen ini dapat menekan populasi hama sampai 96% pada lokasi serangan berat atau rata-rata 41,21% larva terinfeksi untuk seluruh areal yang terserang hama ini.
Molecular Identification of Bacterial Pathogen Infecting Coconut Leaf Beetle JELFINA C. ALOUW; DIANA NOVIANTI; MELDY L.A. HOSANG
Buletin Palma Vol 16, No 2 (2015): Desember, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n2.2015.147-153

Abstract

ABSTRACT Many species of microorganisms can cause diseases and mortality of insect pests. Accurate detection and identification of the entomophatogens are essential for development of biological control agent to the pest. Brontispa longissima, a serious and invasive pest of coconut, was infected by bacterium causing mortality of the larvae and pupae in coconut field. Objective of the research was to identify bacterium as a causal agent of the field-infected B. longissima using molecular  technique.  Research  was  conducted  between  April  and  August 2011.  Molecular  identification  using polymerase chain reaction (PCR) amplification of 16s ribosomal RNA of the infected larvae and sequencing of the gene showed that Serratia marcescens is the causal agent of the disease.Keywords: Brontispa longissima, coconut, 16s rRNA, Serratia marcescens. Identifikasi Molekular Bakteri Pathogen yang Menginfeksi Hama Daun Kelapa Brontispa longissima(Coleoptera:Chrysomelidae)ABSTRAK Banyak mikroorganisme dapat menimbulkan penyakit pada serangga hama.  Deteksi dan identifikasi yang akurat dari  pathogen  penyebab  penyakit  pada  serangga (entomopathogen)  hama  merupakan  tahap  yang  penting  dalam  pengembangan pengendalian biologi untuk hama tersebut.  Brontispa longissima sebagai hama penting dan bersifat  invasif pada tanaman kelapa diinfeksi oleh sejenis bakteri yang menyebabkan kematian larva dan pupa dari serangga  tersebut di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi organisme penyebab penyakit pada hama B. longissima dengan menggunakan teknik molekuler. Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus  2011. Identifikasi bakteri dilakukan dengan mengamplifikasi 16s ribosomal RNA dari larva yang terinfeksi dengan menggunakan PCR (polymerase chain reaction).  Hasil analisis sekuens nukleotida 16s ribosomal RNA dari larva yang terinfeksi menunjukkan bahwa Serratia marcescens adalah bakteri penyebab dari penyakit tersebut.Kata kunci: Brontispa longissima, kelapa, 16s rRNA, Serratia marcescens.
Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Ledakan dan Kerusakannya pada Tanaman Kelapa Sawit [Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae): Outbreak and Its Damage on Oil palm] Jelfina C. Alouw; Meldy L.A. Hosang
Buletin Palma Vol 17, No 2 (2016): Desember, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n2.2016.97-104

Abstract

Oil palm (Elaeis guineensis) is one of the major estate crops in West Papua in terms of total area and production. Thousand hectares of oil palm plantations in Manokwari, West Papua Province, have inflicted serious leaflets damage that only the midrib of the frond remains as reported by The Provincial Estate Crop Agency. The objectives of the research were to determine insect pest causing the leaf damage and its damage level on the oil palm plantations of West Papua Province.  The research was conducted in June 2016 at the oil palm estate of PT Yongjing Investindo and PT. Medco Papua Hijau Selaras, West Papua.  Field observation and identification in the laboratory showed that the causative agent is Sexava nubila (Orthoptera: Tettigoniidae).  S. nubila known as the main pest attacking coconut palm (Cocos nucifera) in several locations in Eastern Indonesia, has invaded oil palms and causing severe damage, 20 to 100% of leaflet damage. Natural enemies found in the Sexava-attacking areas including crow, ant (Oecophylla smaragdina), praying mantids (Orthopthera: Mantidae), and egg parasitoid (Leefmansia bicolor).This is the first report on the invasion of S. nubila to oil palm plantation. Serious attention is urgently needed to prevent further economic yield losses due to the pest on oil palm plantations in West Papua Province. ABSTRAKKelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan di Provinsi Papua Barat berdasarkan luas areal dan produksinya. Ribuan hektar tanaman kelapa sawit yang berumur sekitar 25 tahun dilaporkan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Papua Barat mengalami kerusakan berat, yaitu daunnya tinggal lidi-lidi.  Diduga kerusakan tersebut akibat serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hama dan tingkat kerusakannya pada pertanaman kelapa sawit di Provinsi Papua Barat.  Penelitian dilakukan pada Bulan Juni 2016 di perkebunan kelapa sawit milik PT. Yongjing Investindo dan PT. Medco Papua Hijau Selaras. Kegiatan survei dilakukan untuk mendapatkan sampel serangga hama dan mengestimasi tingkat kerusakannya, serta mengoleksi jenis musuh alami yang berasosiasi dengan target hama, dilanjutkan dengan kegiatan laboratorium untuk mengkonfirmasi hasil identifikasi hama dan jenis musuh alaminya. Hasil survei menunjukkan bahwa  penyebab kerusakan pada kelapa sawit di PT Yongjing Investindo dan PT. Medco Papua Hijau Selaras, Papua Barat adalah belalang Sexava nubila Stal. (Orthoptera: Tettigoniidae).  S. nubila merupakan hama kelapa (Cocos nucifera) yang sudah lama ada di beberapa daerah di Papua Barat.  S. nubila merusak  daun kelapa sawit dengan tingkat kerusakan mencapai  20-100% sehingga kerusakannya dikategorikan sangat merusak. Musuh-musuh alami S. nubila yang banyak ditemukan di lapangan adalah burung gagak, semut rangrang (Oecophylla smaragdina), belalang sembah (Orthopthera: Mantidae), dan parasitoid telur (Leefmansia bicolor).  Hasil penelitian ini merupakan  laporan pertama tentang serangan hama S. nubila pada tanaman kelapa sawit.  Perlu upaya  serius dan tindakan pengendalian yang segera  untuk menghindari kerugian ekonomi yang besar pada pertanaman sawit di Papua Barat. 
Serangan Hama Kelapa Promecotheca cumingii Baly MELDY L.A. HOSANG; N. E. LUMENTUT; A. A. LOLONG; . SALIM; J. S. WAROKKA
Buletin Palma Vol 16, No 2 (2015): Desember, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n2.2015.155-165

Abstract

ABSTRAK Ledakan populasi hama Promecotheca cumingii Baly (= nucifera Maul.) (Coleoptera : Chrysomelidae) di Sulawesi Utara, pertama kali terjadi pada tahun 2015 di Kecamatan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara. Larva dari hama ini merusak daun dengan cara menggerek masuk kedalam lamina daun (leafminers = pengorok daun). Selama hidup larva dan pupa berada dalam liang gerekannya di daun. Serangga dewasa merusak dan meninggalkan bekas gigitan memanjang pada daun. Pada kerusakan berat, tanaman kelapa kelihatan seperti terbakar, sehingga dapat mengurangi produksi kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tingkat kerusakan tanaman, populasi hama dan musuh alaminya. Dalam penelitian ini dipilih 3 lokasi di Kecamatan Modayag kemudian masing-masing lokasi dipilih 5 pohon contoh secara acak dalam areal serangan. Dari setiap pohon diambil satu pelepah daun di bagian tengah tajuk, selanjutnya diambil setiap anak daun ke-10 dan dihitung populasi larva, pupa, imago, dan musuh alami. Hasil penelitian menunjukkan populasi larva dan pupa dari hama P. cumingii di Modayag rata 2,2 individu/anak daun atau sekitar 517 individu/pelepah daun kelapa. Kerusakan hama pada kategori serangan berat dan sangat berat dapat mencapai 94,3% dari 140 tanaman contoh yang diamati dengan rata-rata kerusakan  antara 70 - 85%. Situasi serangan seperti ini, diperkirakan dapat menyebabkan penurunan produksi sampai 95%. Pemanfaatan musuh alami yang menginfeksi hama ini seperti cendawan entomopatogen Beauveria sp. dan Metarhizium sp. mempunyai peluang untuk menekan populasi hama ini dalam jangka panjang dan ramah lingkungan. Konsepsi pengendalian hama terpadu merupakan salah satu alternatif yang tepat dalam pengendalian hama P. cumingii di lapangan, dengan memanfaatkan semua komponen pengendalian yang sesuai, supaya dapat meningkatkan sistem usahatani kelapa yang lebih baik.Kata kunci: Promecotheca cumingii, kerusakan tanaman, musuh alami.  Attack of Coconut Pest Promecotheca cumingii Baly in East Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province ABSTRACT Coconut pest Promecotheca cumingii Baly (= nucifera Maul.) (Coleoptera: Chrysomelidae) outbreaks in North Sulawesi, firstly occurred in 2015 in Modayag sub district, East Bolaang Mongondow Regency, North Sulawesi Province. Larvae of this leafminers chew and burrow into the leaf tissue. Larvae and pupae spend their entire life inside the leaflets. Adults feed on young leaflets and make characteristic thin longitudinal lines on the lower surfaces of the leaflets. Serious damage can cause scorched fronds and might lead to a significant coconut yield losses. The purposes of this research were to study palm damage, pest population and their natural enemies. Three locations were selected on the Modayag Sub District. In each location 5 palms were selected randomly in the area of the pest attack. At each palm one coconut frond was taken in the middle of the canopy, and the leaf damage, population of larvae, pupae, adult, and natural enemies were measured and counted on the leaflet samples that was taken at every 10th leaflet.  The results showed that the  average  population  of  larvae  and  pupae  of  P.  cumingii  in  Modayag  was 2.2  insects/leaflet  or  about 517 insects/coconut frond.  The average plant damage was about 70% to 85%. 94.3% of the total of 140 plant samples observed was severely damage in the outbreak areas. The estimated coconut yield losses as a result of the given plant damage could reach 95%. Use of natural enemies associated with pest, such as entomopathogenic fungi Metarhizium and Beauveria, could provide long term control and environmentally friendly way. Integrated pest management is a promising alternative of P. cumingii control by utilizing all appropriate control components to improve the coconut farming system.Keywords: Promecotheca cumingii, palm damage, natural enemies.