abdurrahman abdurrahman
Institut Teknologi Kesehatan Dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

HUBUNGAN VERBAL ABUSE DENGAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL ANAK KELAS 5 & 6 DI SDN 012 BALIKPAPAN KOTA Vivin Sumarni Bahdar; Siti Mukaromah; abdurrahman abdurrahman
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.217 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.509

Abstract

VERBAL ABUSE RELATIONSHIP WITH THE LEVEL OF EMOTIONAL INTELLIGENCE OF GRADE 5 & 6 CHILDREN Vivin Sumarni B1, Siti Mukarommah2, Abdurrahman3 Email : vivinsumarni@gmail.com Background The school age as an intellectual period or school harmony. At this age, children acquire basic knowledge and skills for the successful adjustment of children to adult life. The purpose of this study was to analyze whether there is a relationship between verbal abuse and the level of emotional intelligence in grade 5 & 6 children at SDN 012 Balikpapan Kota. This research method is a quantitative study with a correlation analytic design, using a cross-sectional approach. This research technique uses Consecutive Sampling, and uses a questionnaire in the form of google form media with a number of respondents 94 children. The results of this study using the Product Moment Correlation test showed a relationship between verbal abuse and the level of emotional intelligence of children with a value of p = 0.002 <α 0.05. The conclusion is expected for the next researcher to look for the many factors other than verbal abuse that can cause a child's emotional intelligence to be disturbed. Keywords: Verbal Abuse, Emotional Intelligence Level, Elementary School Children
Aktivitas Fisik Pada Pasien Gagal Jantung Selama Masa Pandemi COVID-19 Istiqomah Istiqomah Istiqomah; Chrisyen Damanik; Abdurrahman Abdurrahman
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 2 (2021): Volume 2, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jkw.v2i2.380

Abstract

Latar Belakang: Penyakit gagal jantung menyebabkan penurunan curah jantung yang menyebabkan gangguan pada vaskularisasi dan aliran darah sehingga mempengaruhi kebutuhan aktivitas fisik secara metabolik. Aktivitas fisik mempunyai peran dalam keberhasilan pengobatan gagal jantung dan dapat memberi dampak bermakna dalam perbaikan gagal jantung. Tujuan: Mengidentifikasi gambaran Aktivitas Fisik Pasien Gagal Jantung di masa Pandemi COVID-19 Metode: Penelitian Kuantitatif dengan desain Deskriptif dilaksanakan dengan pendekatan Cross sectional dilakukan pada bulan Juni s.d Juli 2020, melibatkan 35 responden diambil menggunakan teknik concecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionaire Long Form (IPAQ-LF) dengan kriteria inklusi pasien telah didiagnosa selama 6 bulan, pasien dengan kelas NYHA I dan II. Hasil.Sebagian besar pasien gagal jantung memiliki aktivitas fisik berat sebanyak 23 orang(65,7%), namun sebanyak 7 orang (20,0%) memiliki aktivitas fisik sedang dan 5 orang (14,3%) memiliki aktivitas fisik rendah . Data didapatkan dari responden yang sebagian besar berusia antara 45-59 tahun, responden laki-laki 19 orang dan perempuan 16 orang dengan Klasifikasi NYHA I 15 orang dan NYHA II 20 orang . Kesimpulan: Sebagian besar responden memiliki tingkat aktivitas fisik yang tinggi. Saran: Bagi peneliti selanjutnya dapat meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas fisik selama masa pandemic COVID-19.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MOTIVASI PERAWAT UNTUK TERLIBAT DALAM AKREDITASI DI RSUD KUDUNGGA Merlinda - Sampe; Suwanto Suwanto; abdurrahman abdurrahman
Jurnal Keperawatan Wiyata Vol 2 No 1 (2021): Volume 2, Nomor 1, Tahun 2021
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan ITKes Wiyata Husada Samarida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (441.762 KB) | DOI: 10.35728/jkw.v2i1.434

Abstract

Latar Belakang : Akreditasi merupakan pengakuan yang diberikan kepada Rumah Sakit karena telah berupaya meningkatkan mutu pelayanan secara berkesinambungan. Data akreditasi tahap II di RSUD Kudungga diperoleh kinerja perawat dalam kesiapan akreditasi hanya mencapai 40%, hal ini dapat dikarenakan perawat dalam menghadapi akreditasi Rumah Sakit kurang memiliki motivasi. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi perawat untuk terlibat dalam akreditasi di RSUD Kudungga. Metode : Jenis penelitian yang dilakukan adalah kuantitatif dengan rancangan survei analitik dan desain cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah semua perawat PNS di RSUD Kudungga sebanyak 62 orang, berdasarkan rumus slovin diperoleh sampel sebanyak 51 orang. Analisis data menggunakan chi square. Hasil Penelitian : Hasil analisis didapatkan bahwa terdapat hubungan antara pengakuan atas prestasi, pengembangan potensial individu, kebijakan institusi dan pengawasan dengan motivasi perawat untuk terlibat dalam akreditasi dengan nilai p < alpha 0,05. Kesimpulan : pengakuan atas prestasi, pengembangan potensial individu, kebijakan institusi dan pengawasan merupakan faktor yang berhubungan dengan motivasi. Disarankan Pihak RSUD Kudungga hendaknya megupayakan penerapan dan pengawasan kebijakan terkait dengan motivasi perawat untuk terlibat dalam akreditasi di RSUD Kudungga.