Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENDIDIKAN KARAKTER HINDU Ni Wayan Gateri
Bawi Ayah: Jurnal Pendidikan Agama dan Budaya Hindu Vol 10 No 1 (2019): PENDIDIKAN DAN BUDAYA HINDU
Publisher : Jurusan Dharma Acarya STAHN-TP Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33363/ba.v10i1.219

Abstract

Tujuan pembangunan di Indonesia untuk mewujudkan manusia Indonesia seutuhnya mengandung makna bahwa kepribadian manusia yang utuh dan integral meliputi berbagai dimensi individu, sosial, ketuhanan dan kesusilaan, yang dikaitkan dengan pendidikan terutama pendidikan formal, yang manusia-manusianya diharapkan memiliki kecerdasan intlektual, juga memiliki keserdasan spiritual, emosional, sosial dan berkarakter mulia. Pendidikan karakter tentu saja, bukan hanya tanggung jawab sekolah, pendidikan karakter merupakan tanggung jawab bersama yang menyentuh nilai dan kehidupan para anak muda, berawal dengan keluarga dan meluas dengan komunitas sradha, organisasi pemuda, bisnis, pemerintahan, dan bahkan pada media (Licona, 2012:4). Isi dari pendidikan karakter yang baik adalah kebaikan-kebaikan seperti kejujuran, keberanian, keadilan, dan kasih sayang. Adalah disposisi untuk berprilaku secara bermoral (Atmaja,2017:1). Pendidikan karaker sangat penting diberikan kepada peserta didik diberbagai jenjang pendidikan formal. Dalam pelaksanaanya pendidikan karakter dapat diberikan bersinergi dengan mata pelajaran tertentu atau diberikan berdiri sendiri, sebagai sebuah mata pelajaran. Pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia menjadi wahana yang tepat dan strategis untuk menumbuhkembangkan nilai-nilai kemanusiaan sehingga terbentuknya manusia seutuhnya, sehingga memiliki perkembangan pribadi yang seimbang, selaras, dan harmonis, pada dimensi-dimensi kemanusiaan.Pendidikan karakter dalam pendidikan agama Hindu akan menghasilkan orang-orang yang jujur, bukan karena tidak ada kesempatan untuk korupsi atau karena ada hukum yang mengancam, melainkan karena hidup jujur adalah pilihan sadar mereka.Dalam Kitab Sarasamuscaya sloka 177 disebutkan tujuan mempelajari pustaka suci Weda adalah untuk mendapatkan ilmu pengetahuan untuk memperbaiki prilaku dan dan kebiasaan hidup. Jujur kita akui selaku umat manusia semuanya selain memiliki beberapa kelebihan, juga dari berbagai kekurangan, dan kekurangan kerap kali menjadi salah satu faktor munculnya prilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai etika (tata susila). Ajaran Tri Kaya Parisudha sebagai salah satu aspek untuk menyelaraskan berpikir yang benar, berbuat yang benar dan berkata yang benar guna mewujudkan pribadi yang santun, cerdas, dan berkarakter mulia berdasarkan dharma
Ajaran Agama Hindu dalam Peningkatan Kerukunan Rumah Tangga Menuju Keharmonisan Hidup Ni Wayan Gateri
Jurnal Penjaminan Mutu Vol 2 No 02 (2016)
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (713.236 KB) | DOI: 10.25078/jpm.v2i2.76

Abstract

Harmony is a dream for every household that are nurtured with love, compassion, and sincerity. In improving household harmony a grounding Hindu religion as guidance is needed. Household harmony is a state of peace, good, friendly, united hearts, agreement that occur in a family life with overcome differences of opinion and differences of understanding. The increase in household harmony creates a peaceful family circumstances that shows happy, life without violence, as well as inner and outer prosperous which are based on realizing the teachings of truth and religion.
FILOSOFI UPACARA MELASTI SERANGKAIAN HARI SUCI NYEPI TAHUN BARU SAKA 1945 BAGI UMAT HINDU KALIMANTAN TENGAH Ni Wayan Gateri; I KETUT SUBAGIASTA
Veda Jyotih: Jurnal Agama dan Sains Vol. 2 No. 1 (2023): Veda Jyotih: Jurnal Agama dan Sains
Publisher : Perkumpulan Organisasi Profesi DPP Dosen Hindu Indonesia (DHI) Bekerja sama dengan Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar dan Institut Agama Hindu Negeri Tampung Penyang Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61330/vedajyotih.V2i1.52

Abstract

An article entitled The Philosophy of the Melasti Ceremony as a Series of Nyepi Holy Days for the Saka New Year 1945 for Hindus in Central Kalimantan. Philosophically, the Melasti Ceremony means a spiritual and physical purification ceremony for the impurities that occur in the universe according to the teachings of Hinduism. The essence of the description of this article is about the time of the Melasti Ceremony, its literary sources, the place of the Melasti Ceremony, Nyasa or the Melasti Ceremony Symbol, the Purpose of the Melasti Ceremony, the Manggala Melasti Ceremony, the Offerings, the Religious Facilities for the Melasti Ceremony, the Meaning of the Melasti Ceremony according to the sacred literature of the Bhagavadgita, the Meaning of Melasti according to the holy book Saraamuscaya, the meaning of Melasti according to the holy book Manawadharmasastra, and the philosophy of the holy day of Nyepi for the Saka New Year 1945. The place for holding the Melasti ceremony for Hindus in Palangka Raya City, Central Kalimantan province is located on the Kahayan river, because every year the place for the Melasti ceremony has been determined on the banks of the Kahayan river near the Sukarno monument, Palangka Raya City.