Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sondir

STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN STRUKTUR BAWAH GEDUNG MENGGUNAKAN PONDASI BORE PILE : STUDI KASUS GEDUNG PASCASARJANA UNISMA Silvia Megananda; Afriza Marianti S; Sudirman Indra
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1040.966 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v4i1.2540

Abstract

Gedung Pascasarjana UNISMA dibangun dengan perencanaan 7 lantai dan 1 atap, yang terletak di tengah kota Malang dengan kondisi padat dan sangat berdekatan dengan bangunan di sekitarnya. Sebelumnya gedung tersebut menggunakan pondasi tiang pancang dan proses pemasangannya dapat mengganggu aktivitas yang berada di sekitar gedung karena dapat menimbulkan getaran yang dapat mengganggu bahkan merusak konstruksi maupun struktur tanah. Sehingga dianggap perlu melakukan perencanaan ulang menggunakan jenis pondasi Borepile dengan kedalaman 12 m. Data tanah menggunakan data boring. Struktur balok dan kolom menggunakan data awal perencanaan, dihitung menggunakan program bantu ETABS untuk mendapatkan data beban vertikal yang akan diteruskan ke pondasi. Pondasi Tipe 1 (4 tiang diameter 50 cm) dengan tulangan pilecap D22 – 130 (x) dan D22-130 (y). Tipe 2 (3 tiang diameter 50 cm) dengan Tulangan pilecap D22 – 230 (x) & D22 – 210 (y). Tipe 3 (2 tiang diameter 50 cm) dengan Tulangan pilecap D22-190 (x) & D22-190 (y). Tulangan Borepile (8 D 19) dengan penurunan tiang tipe 1 adalah 0.3104 cm, tiang tipe 2 sebesar 0.1286 cm dan tipe 3 sebesar 00537 cm.
PENGUJIAN MARSHALL HRS-WC DENGAN CAMPURAN SERBUK BAN LUAR Muhammad Jatmiko; Afriza Marianti S
SONDIR Jurnal Sondir
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.177 KB) | DOI: 10.36040/sondir.v3i2.2595

Abstract

Sarana transportasi darat memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu wilayah terutama dari sektor ekonomi sehingga akan semakin meningkatkan pertumbuhan volume lalu lintas di wilayah tersebut sehingga berdampak pada permintaan pembangunan infrastruktur jalan raya. Dalam meningkatkan kualitas dan perbaikan jalan raya, maka penambahan zat additif lainnya dapat dipertimbangkan sebagai bahan pengganti agregat halus yang bersifat fleksibel pada campuran perkerasan jalan raya. Pengujian dilakukan menggunakan 5 varian untuk mendapatkan KAO (6.5%, 7%, 7.5%, 8%, 8.5%) dengan kadar penambahan serbuk 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dari berat total agregat halus (masing-masing 6 sampel). Adapaun spesifikasi bahan yang digunakan adalah agregat yang di ambil dari CV. Terus Jaya, Aspal Pertamina (Penetrasi 60/70), Limbah serbuk ban luar (PT. Pura Agung). Sehingga didapatkan hasil pemeriksaan KAO 13.44% (Marshall : Stabilitas 1005,90 kg, Flow 3.72 mm, VIM 4.54%, VMA 21.05%, VFA 78.17% MQ 274.24 kg/mm dan IP 94.46%) (memenuhi syarat min-max spesifikasi umum Dinas PU Binamarga prov. Jawa Timur 2018). Penambahan bahan tambah limbah serbuh ban luar pada campuran HRS-WC pada karakteristik marshall menaikkan beberapa nilai diantaranya pada stabilitas sebesar 67.42 kg, flow 0.43 mm, VFA 0.74% dan terjadi penurunan nilai pada VIM sebesar 0.19, VMA 0.17% Marshall Quotient 2.26 kg/mm.