Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Evaluasi Simpang Bersinyal : (Studi Kasus: Simpang Tiga Tugu Api Karang Ampel) Wieke Husnul Khotimah; Sarwanta Sarwanta; Sunaryo Sunaryo
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 1 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i1.212

Abstract

Simpang Tiga Tugu Api Karangampel merupakan salah satu persimpangan yang ada di kawasan kota Indramayu yang memiliki volume lalu lintas cukup tinggi. Permasalahan pada daerah persimpangan jalan berupa lamanya tundaan yang menyebabkan terjadinya antrian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja pada kondisi eksisting dan 5 tahun ke depan dan melakukan penanganan pada simpang jika terjadi masalah. Hasil analisis kinerja Simpang ini berdasarkan MKJI 1997, dan didapatkan arus kendaraan terjadi di pendekat Utara sebesar 610 smp/jam, kapasitas terbesar pada pendekat Utara yaitu 1012 smp/jam,. Derajat kejenuhan diperoleh 0,60, untuk tundaan simpang sebesar 31,64 smp/det, panjang antrian pendekat utara 60,38 m, selatan 50,72 m, pendekat barat 49,85 m. Untuk kondisi simpang 5 tahun tahun kedepan didapatkan nilai derajat kejenuhan yaitu 0,91 smp/jam, panjang antrian sebesar 98,11 meter, tundaan simpang terbesar 51,60 dt/smp. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pelayanan simpang buruk dan perlu pengkajian ulang terhadap tingkat pelayanan simpang. Sehingga perlu dilakukan alternatif penanganan untuk memperbaiki kinerja simpang. Usulan langkah penanganan yang dapat dilakukan yaitu dengan Perubahan waktu siklus sinyal memperoleh derajat kejenuhan 0,84, Tundaan Lalu Lintas 42,63 det/smp, Panjang antrian yaitu sebesar 67,92 m.
Analisis Kebutuhan Jembatan Penyeberangan Orang (Studi Kasus: Pasar Cilet Indramayu) Bachtiar Ibnuwiwoho; Sarwanta Sarwanta; Hamdani Abdulgani; Mahdika Putra Nanda
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i2.222

Abstract

Salah satu fasilitas di jalan raya yang harus tersedia adalah fasilitas pejalan kaki berupa fasilitas penyeberangan. Penyediaan fasilitas penyeberangan bertujuan untuk meminimalkan konflik langsung antara pedestrian/pejalan kaki dan kendaraan yang melintas pada jalan arteri nasional tersebut. Jalan Raya Losarang merupakan jalur arteri nasional, jalan ini merupakan salah satu jalur utama logistik Pulau Jawa dan menjadi salah satu koridor utama konektivitas nasional yang seharusnya jalan bebas hambatan karena berkecepatan tinggi. Peneliti bertujuan untuk menganalisis tentang kelayakan fasilitas jembatan penyeberangan orang di jalan raya losarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dari hasil penelitian didapatkan analisis kelayakan fasilitas jembatan penyeberangan orang di jalan tersebut didapatkan nilai PV2 pada jam puncak hari senin sejumlah 5,5x109 dan hari rabu sejumlah 6,5x109, serta hari minggu sejumlah 5,3x1010 sehingga pada jalan tersebut sudah masuk kriteria kebutuhan jembatan penyeberangan orang.
Pemodelan Kinerja Simpang Sebidang Bersinyal Menggunakan Perangkat Lunak Vissim Sarwanta Sarwanta; Hamdani Abdulgani
Jurnal Rekayasa Infrastruktur Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Rekayasa Infrastruktur
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jri.v9i2.223

Abstract

A signalized level intersection is the meeting point for vehicles heading towards the intersection and vehicles leaving the intersection. The problem at road intersections is the potential for queues and delays because vehicles will reduce their speed when passing through the intersection. Traffic control at signalized intersections is by using signals or traffic lights with the aim of minimizing queues and delays. As time goes by, there is an increase in traffic volume, this will result in a decrease in intersection performance, so an evaluation of intersection performance needs to be carried out. The aim of this research is to evaluate the performance of one of the signalized intersections in the city of Balikpapan, namely Simpang Lab Coal/BDS, in existing conditions and in the next 5 years. Evaluation of the performance of this intersection uses the guidelines of the Indonesian Road Capacity Manual (MKJI 1997) and modeling using Vissim software. The results of the performance evaluation based on MKJI 1997 in existing conditions showed that the intersection capacity was 4854.6 pcu/hour. The degree of saturation was obtained at 1.003, the intersection delay was 49.7 pcu/sec, the average queue length was 36.80 m. The results of modeling using Vissim software, in existing conditions, the average queue length is 60 meters. the average delay at the intersection is 17 pcu/sec and the intersection performance is at level of service C. At the intersection conditions in the next 5 years, the queue length is obtained at 144 meters, the largest