Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Memprediksi Pola Ban Hero Pada Game Mobile Legends Menggunakan Algoritma Apriori Jordy Lasmana Putra; Syarah Seimahuira
Computer Science (CO-SCIENCE) Vol. 1 No. 2 (2021): Juli 2021
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/coscience.v1i2.512

Abstract

In this digital era, the development of video games is so rapid, from console-based to smartphone devices. One of the trending video game genres is the Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) with one of the most popular MOBA games, the Mobile Legends game. In winning a match in a Mobile Legends game, a good game strategy is needed from each team to defend the base and destroy the opponent's base, one of which is by Ban Hero or banning some existing heroes so that they cannot be used both for the opposing team and for the opposing team. own team. Therefore, this study was conducted to predict the pattern of hero tires using the Apriori algorithm which was carried out on 9 attributes of Hero Mobile Legends. From the results it is known that CHOU Hero is more widely used and not banned compared to 8 other Heroes
Analisis Pola Pembelian Obat Demam Dengan Teknik Data Mining Menggunakan Algoritma Apriori (Studi Kasus: Apotek Ambawang Farma) Rizka Dahlia; Lady Fitriana; Syarah Seimahuira
Technologia : Jurnal Ilmiah Vol 15, No 1 (2024): Technologia (Januari)
Publisher : Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/tji.v15i1.13907

Abstract

Masalah: Tingginya kebutuhan masyarakat pada bidang kesehatan khususnya dalam mengobati penyakit demam menjadikan Apotek selaku tempat penjualan obat-obatan untuk dapat memenuhi kebutuhan pengadaan stok obat dalam penelitian ini berfokus pada Apotek Ambawang Farma sebagai salah satu apotek yang terdapat di Kubu Raya. Tujuan: Kebutuhkan akan strategi pemasaran dan meminimalisir kurangnya stok obat saat obat yang ada di etalase telah habis. Metode: Dalam menentukan strategi tersebut, diperlukan proses pengolahan data transaksi penjualan obat demam menggunakan teknik data mining yaitu association rule mining. Pada penelitian ini dilakukan dengan menerapkan algoritma apriori dengan melihat obat demam yang memenuhi minimal support dan minimal confidence. Hasil: Data mining mining menghasilkan aturan asosiasi antar item pada bulan Agustus 2018 sampai dengan Juli 2019 diketahui pola penjualan obat demam jika membeli Emturnas 500mg, maka membeli Mirasic 500mg dengan confidence 87,50%, jika membeli Emturnas 500mg, maka membeli Mirasic 500mg dengan confidence 77,77%, jika membeli Grafadon 500mg dan Mirasic 500mg, maka membeli Emturnas 500mg 85,71%, jika membeli Grafadon 500mg dan Emturnas 500mg, maka membeli Mirasic 500mg dengan confidence 75% dan jika membeli Mirasic 500mg, maka membeli Grafadon 500mg dan Emturnas 500mg dengan confidence 75%. Kesimpulan: Diketahui bahwa obat demam yang paling banyak terjual pada Apotek Ambawang Farma yaitu Mirasic 500mg, Emturnas 500mg, dan Grafadon 500mg
Klasifikasi Status Gizi Anak Berdasarkan Indikator BB/TB Menggunakan Gradient Boosting Classifier Achmad Rifai; Irmawati Irmawati; Syarah Seimahuira; Eka Herdit Juningsih
Jurnal Nasional Komputasi dan Teknologi Informasi (JNKTI) Vol 8, No 4 (2025): Agustus 2025
Publisher : Program Studi Teknik Komputer, Fakultas Teknik. Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jnkti.v8i4.9393

Abstract

Abstrak - Status gizi anak merupakan indikator penting dalam menentukan kondisi kesehatan dan tumbuh kembang balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan status gizi anak berdasarkan data antropometri dan demografis menggunakan algoritma Gradient Boosting Classifier (GBM). Data yang digunakan berasal dari sumber primer dengan total 521 sampel valid setelah proses pembersihan. Tahapan penelitian meliputi prapemrosesan data, eksplorasi data, pelatihan model, serta evaluasi performa. Proses prapemrosesan mencakup transformasi usia menjadi numerik, standardisasi fitur numerik, one-hot encoding pada fitur kategorikal, dan label encoding pada target. Model dievaluasi menggunakan metrik akurasi, F1-score, dan ROC AUC. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model GBM mampu mencapai akurasi sebesar ±90%, F1-score tertimbang 0.89, dan ROC AUC macro sebesar 0.88. Namun, model menunjukkan performa yang jauh lebih baik dalam mengklasifikasikan kelas mayoritas (“Normal”) dibandingkan kelas minoritas seperti “Gizi Kurang” dan “Gizi Lebih”, yang mengindikasikan adanya masalah ketidakseimbangan kelas. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan teknik penyeimbangan data seperti oversampling (SMOTE), undersampling, serta eksplorasi model lain yang lebih adaptif terhadap distribusi kelas tidak seimbang untuk meningkatkan kinerja klasifikasi secara keseluruhan.Kata Kunci: Status Gizi; Gradient Boosting; Machine Learning; Class Imbalance; BB/TB; Abstract - Nutritional status of children is a crucial indicator in determining the health and developmental conditions of toddlers. This study aims to classify children's nutritional status based on anthropometric and demographic data using the Gradient Boosting Classifier (GBM) algorithm. The data were obtained from a primary source, comprising a total of 521 valid samples after the data cleaning process. The research stages include data preprocessing, exploratory data analysis, model training, and performance evaluation. The preprocessing involved transforming age into numerical format, standardizing numerical features, applying one-hot encoding for categorical features, and label encoding for the target variable. The model was evaluated using accuracy, F1-score, and ROC AUC metrics. The results showed that the GBM model achieved an accuracy of approximately 90%, a weighted F1-score of 0.89, and a macro-average ROC AUC score of 0.88. However, the model performed significantly better in classifying the majority class ("Normal") compared to minority classes such as "Undernutrition" and "Overnutrition," indicating a class imbalance issue. Therefore, this study recommends the application of data balancing techniques such as oversampling (SMOTE), undersampling, and exploring alternative models that are more robust to imbalanced class distributions to improve overall classification performance. Keywords: Nutritional Status; Gradient Boosting; Machine Learning; Class Imbalance; Weight-for-Height (WHZ);