Yunda Pamuchtia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Konsep Diri Anak Jalanan : Kasus Anak Jalanan di Kota Bogor Provinsi Jawa Barat Pamuchtia, Yunda; K. Pandjaitan, Nurmala
Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan Vol. 4 No. 2 (2010): Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan
Publisher : Departement of Communication and Community Development Sciences, Faculty of Human Ecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1443.851 KB) | DOI: 10.22500/sodality.v4i2.5844

Abstract

Penelitian ini mengenai konsep diri anak jalanan untuk dapat memahami tingkah laku mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Karakteristik sosial ekonomi anak jalanan, (2) Konsep diri anak jalanan, (3) Perbedaan konsep diri berdasarkan karakteristik anak jalanan. Mayoritas anak jalanan di ketiga lokasi penelitian adalah laki-laki dengan tingkat pendidikan rendah (rata-rata hanya tamat Sekolah Dasar). Sebagian besar anak jalanan bekerja sebagai pengamen. Alasan anak jalanan bekerja sebagian adalah karena kesulitan ekonomi dan sebagian lagi untuk mencari uang tambahan dan untuk rekreasi. Pendidikan orang tua anak jalanan rata-rata hanya tamat Sekolah Dasar dan bekerja di sektor marjinal seperti buruh dan pada bidang jasa seperti tukang ojek dan membuka bengkel. Konsep diri anak jalanan menyangkut karakter pribadi, penampilan fisik, hubungan dengan orang tua, umum, sikap jujur dan percaya dan hubungan dengan Tuhan ternyata cenderung positif. Artinya sebagian besar anak jalanan melihat dirinya cenderung positif. Namun konsep diri menyangkut kestabilan emosi yang dimiliki anak jalanan cenderung sedang, anak jalanan mengakui kondisi mereka sering labil. Ada perbedaan antara konsep diri anak jalanan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi yang mereka miliki seperti usia, jenis kelamin dan alasan turun ke jalan, namun tidak ada perbedaan konsep diri berdasarkan tingkat pendidikan dan jenis pekerjaan. Konsep diri anak jalanan cenderung positif ternyata belum muncul dalam usaha mereka untuk memperbaiki diri dalam memilih pekerjaan dan berhubungan dengan orang lain yang tidak bekerja sebagai anak jalanan ataupun orang lain yang tidak senasib dengan mereka.