Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JTM

PERENCANAAN MESIN PEMERAS SANTAN SISTEM SCREW KAPASITAS 10 LITER/MENIT DENGAN SEMI AUTOMATIC LOADER Ficky Ali Murfiqin; Artono Raharjo; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (199.537 KB)

Abstract

Process squeeze coconut milk in food processing especially baking today many use traditional mechanisms is by squeezing the grated coconut by hand. In the process of using coconut milk squeeze mechanism that determines the quality of the milk, squeeze the coconut milk in the traditional way (squeeze by hand) are found to be efficient and hygienic because it takes a long time and the results obtained did not meet health requirements. With the design and manufacture of coconut milk extractor Machine Screw System Capacity 10 liters / min With Semi Automatic Loader is expected to facilitate the process of extortion coconut cake so that the processing time is more hygienic and also achieved more efficiently. For specifications of the machine scew extractor of Santan System Capacity 10 liters / min With Semi Automatic Loader is used as propulsion electric motor with a 1400 rpm spin n1, n2 140 rpm with power 0.186 KW and transmitted using gear type gear straight.
Perbandingan Produksivitas Sambungan Adhesive Bonding Dengan Sambungan Las Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (124.127 KB)

Abstract

     Penelitian ini bertujuan untuk memberikan penekanan terhadap biaya produksi yang dibutuhkan dalam penyambungan logam alumunium dengan menggunakan pengelasan dibandingkan dengan penyambungan dengan menggunakan adhesive bonding. Diharapkan dengan penelitian ini penggunaan penyambungan alumunium dengan menggunakan adhesive bonding di daerah-daerah yang tidak mengalami pembebanan besar, akan dipergunakan secara lebih luas.     Pada penelitian ini parameter yang digunakan untuk membandingkan biaya produksi dari kedua macam jenis penyambungan tersebut adalah biaya consumables dan jam orang yang dibutuhkan pada kedua jenis penyambungan tersebut.     Hasil penelitian ini menunjukkan perbedaan produktivitas yang sangat besar dimana biaya produksi penyambungan dengan menggunakan adhesive bonding hanyalah sebesar 5,2% dari biaya produksi penyambungan dengan menggunakan pengelasan.Kata Kunci : produktivitas, biaya
MENGANALISA GANGGUAN PADA 331 WEIGHT FEEDER 2 UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI DI PT. SEMEN GRESIK (PERSERO).Tbk PABRIK TUBAN Nelson Sulistiono; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 6, No 01 (2016): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1311.002 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa gangguan pada 331 weight feeder 2. Dimana Weight feeder berfungsi sebagai menimbang dan menjaga kompisisi dari setiap bahan baku sesuai dengan set piont yang diberikan. Penulis melakukan penelitian dengan menggunakan seven tool yang meliputi Lembar Pemeriksaan, Diagram Kendali, Histogram, Diagram Control Chart, Diagram Pareto, Statifikasi dan Diagram Ishikawa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data dari Seksi Evaluasi Proses dan CCR ( Central Control Room) mengenai umpan material yang akan di proses di dalam Vertical Roller. Data yang diperoleh akan di masukkan kedalam lembar pemeriksaan yang meliputi maximum, mean, minimal, range, median dan standart deviasi. Data pada lembar pemeriksaan kemudian di lakukan perhitungan diagram kendali -R untuk memperoleh perbandingan sebelum terjadi perbaikan dan sesudah perbaikkan. Hasil dari perhitungan diagram kedali -R di masukkan pada histogram dan diagram control chart, sehingga terlihat grafik dan batasan-batasan alur weight feeder yang di uji. Selain pengujian dari data weight feeder yang didapat dari Seksi Evaluasi Proses dan CCR ( Central Control Room), penulis juga meneliti banyaknya gangguan pada motor weight feeder yang sering trip. Data di peroleh dari seksi intrument yang kemudian dimasukkan pada diagram pareto. Kemudian gangguan tersebut dicari akar permasalahannya dengan cara Stratifikasi dan Diagram ishikawa. Dari hasil Diagram Ishikawa didapat cara perbaikkan yang tepat atau penambahan alat untuk mengurangi resiko gangguan pada 331 weight feeder 2.
ANALISA PENGARUH PENGUNAAN ELEKTRODA RB 2.6 DAN RB 3.2 TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN KEKERASAN PADA PENGELASAN Bayu Priambodo; Artono Raharjo; Unung Lesmanah
Jurnal Teknik Mesin Vol 3, No 02 (2014): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.145 KB)

Abstract

Pengelasan adalah suatu proses pengelasan dua logam sejenis yang dilaksanakan dalam keadaan cair.Tujuan Untuk mengetahui suatu hasil pengelasan perlu di lakukan suatu pengujian hasil pengelasan bisa menggunakan metode nondestruktif (tidak merusak) contoh uji kekerasan, uji mikro struktur, dan metode desrtruktif (pengujian merusak) contoh uji tarik, uji bending. perumusan masalah dalam hal ini adalah untuk mengetahui bagaimana sifat mekanik baja ST 60 terhadap kekuatan tarik dan kekerasan dengan menggunakan eletroda RB 3,2 mm dan RB 2,6 mm. Hasil penelitian uji tarik dengan elektroda RB 3.2 mm adalah 680,1273(MPa) dan elektroda RB 2,6 mm adalah 622,0353 (MPa), jadi dapat disimpulkan penggunaan pada pengelasan terhadap nilai kekuatan tarik(MPa) menggunakan elektroda 3,6 lebih besar nilai kekuatan tarik dengan penggunaan elektroda RB 2,6 mm. Pengujian kekerasan(HVN) terhadap baja ST 60 dengan menggunakan elektroda RB 3,2 mm adalah 314,2 (HVN) dan elektroda RB 2,6 mm adalah 233(HVN), jadi dapat disimpulkan penggunaan pada pengelasan terhadap nilai kekerasan(HVN) pada baja ST 60 lebih besar nilai kekerasan dengan penggunaan elektroda RB 3,2 mm.
ANALISA PERPINDAHAN PANAS MESIN EKSTRAKSI SARI IKAN UNTUK MENGHASILKAN ALBUMIN YANG BEKUALITAS DENGAN KAPASITAS 1 KILOGRAM Sholehuddin Sholehuddin; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.255 KB)

Abstract

Laut mengandung jutaan ekosistem yang salah satunya adalah ikan. Pengolahan ikan yang baik merupakan suatu hal yang penting. Kurangnya tenaga pengolahan ikan menjadikan ikan hanya sebagai media konsumsi. Dalam tubuh manusia butuh protein terutama pada seseorang yang fatologis/sakit parah, maka diperlukan Albumin dan itu terdapat pada sari ikan yang terlebih dahulu di ekstraksi. Mesin ekstraksi sari ikan adalah mesin untuk mengambil Albumin ikan. Albumin ikan itu sendiri adalah susunan terkecil dari protein dengan sistem penguapan. Untuk menghasilkan kualitas Albumin ikan yang baik harus menggunakan teknik ekstraksi sari ikan yang baik. Salah satunya adalah mengontrol suhu yang bertujuan mencegah kerusakan protein. Karena Albumin itu sendiri sangat dipengaruhi oleh suhu. Maka perlu diadakannya alat pengatur suhu yang pemanasannya secara elektronik. Mesin ekstraksi sari ikan yang direncanakan ini adalah jenis pembakaran luar, dimana posisi pemanasnya ada dibagian bawah tabung penyangrai. Bahan bakar pemanasnya pada perencanaan ini adalah memakai listrik. Cara proses pemanasan dari mesin ekstraksi sari ikan ini adalah panas dari listrik yang dihasilkan kompor listrik merambat ke tabung ekstraksi dengan cara keduanya di tempelkan dan selanjutnya akan memanaskan air dan ikan yang ada didalam tabung ekstraksi tersebut.
MENURUNKAN DEVIASI TARGET PRODUKSI CLINKER AKIBAT PENGGANTIAN HAMMER DI PLANT TUBAN 2 PT. SEMEN INDONESIA (PERSERO) Tbk. DENGAN MENGGUNAKAN METODE PDCA DAN SEVEN TOOLS Setyawan Adi Siswanto; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 5, No 01 (2015): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.875 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan perfomance Clinker Crusher dengan menekan frekuensi penggantian Hammer Clinker Crusher hanya satu tahun sekali sehingga target produksi dapat tercapai bahkan melebihi target RKAP yang ditetapkan perusahan. Sumber data diambil dari laporan produksi Seksi Perencanaan Bahan dan Produksi dan laporan harian Seksi Pemeliharaan Mesin Kiln & Coal Mill 1-2 PT. Semen Indonesia (Persero), Tbk. Adapun metode yang akan digunakan dalam penelititan ini adalah menggunakan metode plan, do, check, action atau yang sering disebut PDCA, serta menggunakan Seven Tools. Adapun langkah-langkahnya antara lain mengumpulkan data dan identifikasi masalah, menganalisa penyebab, menguji dan menentukan penyebab dominan, membuat rencana dan melaksanakan perbaikan, meneliti hasil, membuat standar baru, serta mengumpulkan data baru dan menentukan rencana berikutnya. Berdasarkan penerapan metode PDCA dan Seven Tools yang dilakukan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa performance Clinker Crusher Tuban 2 meningkat sehingga deviasi target produksi clinker dapat ditekan dan frekuensi penggantian Hammer Clinker Crusher hanya setahun sekali yang sebelumnya 6 kali dalam setahun. Untuk langkah perbaikannya pun disarankan dapat diimplementasikan pada Clinker Crusher yang lain yang mempunyai tipe alat yang sama di Plant Tuban 1 & Plant Tuban 3 PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk.
ANALISA PENGARUH VARIASI MAIN JET DAN PILOT JET TERHADAP PERFORMANCE MESIN PADA SEPEDA MOTOR Purwanto Purwanto; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (298.937 KB)

Abstract

Motor vehicle is a ground transportation that are beneficial to the community for personal and business purposes. Fuel intake system is one that affects engine performance. Carburetor is the fuel intake system, and has a main jet and pilot components jet.Karburator is a tool for mixing fuel with air. Main function is to supply jet fuel to the engine cylinders when the engine in conditions adle round. As well as the pilot jet is used to supply the fuel needs of the appropriate materials at all levels of engine speed and load on the idle rotation speed. The influence of the main jet and pilot jet standards, main jet and pilot jet and main jet small variation and large variation of the pilot jet engine performance include, power, torque, fuel consumption, specific fuel consumption and the effective thermal efficiency effectively. The method is carried out in the laboratory and conduct experimental data using statistical analysis to determine the results of the data. With a 4 stroke motorcycle gasoline. Main jet and pilot jet used in the study is the main jet (72) and pilot jet (38) standard, the main jet (70) and pilot jet (35) small variations, as well as the main jet (75) and pilot jet (40) variations large. With a 3500 rpm engine speed, load 5 kg, and 16 ml of fuel. The resulting torque main jet and pilot jet standards, small variations, as well as a large variety of the same, namely 1.25 (kg.m). The resulting effective power was the same, namely 6.11 (PS) or 6.031 (HP). Fuel consumption resulting from the main jet and pilot jet standard is 0.617 (kg/hour), a small variation produces 0,972 (kg/hour), and fuel consumption resulting large variation 0.483 (kg/hour). Specific fuel consumption resulting main jet and pilot jet standard 0.102 (kg/HP.m), a small variation of 0.161 (kg/HP.m), a large variation is 0.080 (kg/HP.m). As well as the effective thermal efficiencies generated by the main jet and pilot standard is 0.648. The resulting effective thermal efficiency of the main jet and pilot jet and the variation resulting 0.412 kesil main jet and pilot jet large variation 0.828. Main jet and pilot jet large variations are increasing
ANALISA KERUGIAN PENGGUNAAN GAS FREON TERHADAP PERUBAHAN SUHU DI BAGIAN KONDENSOR PADA AC MOBIL Surya Wijaya; Abdul Wahab; Artono Raharjo
Jurnal Teknik Mesin Vol 2, No 02 (2013): Jurnal Teknik Mesin
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.175 KB)

Abstract

Important of treatment him to components or parts of from Car Air Conditioner (AC Car) representing very fundamental matter to minimize the level of damage generated by negligence of consumer of facility of AC car. In this case, damage can be resulted from by leakage, stricture and also impasse at pipes between parts of AC Car, and also usage of gas of Freon decreasing. So that, if gas of Freon used decrease counted 300 mg and more than capacities save refrigerant equal to 600 mg will happened refrigeration which dont reach temperature 40C. usage of gas of Freon at type of R12 or of R134A this if decreasing counted 300 mg can cause temperature in part of liquefier become heat. So that the amount of required condensation kalor in part of liquefier very decreasing which result temperature become heat, this matter can cause liquefier pipe wall become hole effect of korosi. Thereby, loss of effect usage of gas of Freon decreasing temperature chapter can in part of liquefier become very hot and temperature in part of evapolator become less is cool.