Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN BAHASA INGGRIS MASYARAKAT MELALUI LAGU DI DESA SILALAHI NABOLAK KECAMATAN SILAHI SABUNGAN KABUPATEN DAIRI Rosa Maria Simamora; Linus Rumapea
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2021): Agustus
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.882 KB) | DOI: 10.29303/jppm.v4i3.2867

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pelayanan masyarakat dan penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni ini berlokasi di SilalahiNabolak Kecamatan SilahiSabungan Kabupaten Dairi. Kegiatan ini dilakukan selama dua hari yaitu hari Sabtu – Minggu, 19–20 Desember 2020 pukul 14.00–18.00 WIB. Peserta pelatihan adalah anak-anak, remaja atau anak muda, dan orangtua. Model pelatihan adalah dengan membagi peserta kedalam tiga grup untuk dilatih mengucapkan, memahami, dan menyanyikan lagu-lagu berbahasa Inggris sesuai dengan usia dengan menggunakan media infocus. Lagu-lagu yang dilatih adalah Que Sera Sera, Old Macdonald, Beautiful Sunday, dan Close to Thee. Hari pertama masing-masing kelompok secara terpisah diajari pengucapan, kosa kata, dan lagu masing-masing dua jam per grup tetapi waktu disesuaikan sesuai kebutuhan. Hari kedua melaksanakan hal yang sama tetapi hanya selama tiga jam. Tiga jam selanjutnya dipergunakan untuk penampilan masing-masing grup di depan umum, kemudian bernyanyi bersama-sama lagu Que Sera Sera. Kegiatan tersebut sangat menyenangkan bagi semua grup, terutama bagi orangtua karena lagunya sederhana dan mudah diingat, sekaligus dapat mereka nyanyikan di gereja. Kegiatan ini menyenangkan dan memberikan manfaat berupa motivasi kepada masyarakat. Oleh sebab itu, mereka mengharapkan kegiatan lain yang berhubungan dengan bahasa Inggris dapat dilaksanakan oleh Universitas Katolik Santo Thomas, Fakultas Sastra, khususnya Program Studi Sastra Inggris, mengingat desa SilalahiNabolak merupakan salah satu destinasi wisata.
HUMAN COURAGE AND DIGNITY IN ERNEST J. GAINS A LESSON BEFORE DYING Simamora Rosa; Linus Rumapea
JETAL: Journal of English Teaching & Applied Linguistic Vol 3 No 1 (2021): September
Publisher : English Education Department at FKIP Nommensen University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/jetal.v3i1.607

Abstract

This research is on human courage and dignity in Ernest J. Gainess novel, A Lesson Before Dying. People are able to face threat, pain, danger, or even death in order to maintain their right and dignity relying on courage.This is library research and applies mimetic criticism proposed by Abrams saying that a work of literature is the imitation of the real world. It depicts human being who struggles to maintain and get acknowledgement of their right and dignity to live in respect and worth.The analysis focused on how courage and dignity raise someone who is desperated into brave and thoughtful to face his death. He is desperated because of a false accusision of being a murderer, compared as a hog, and sentenced to death in electric chair. Comparing to a hog makes him lost his courage and self-esteem. He eliminates himself and does not want to speak with others. His godmother disagrees with it and asks a teacher to teach him that he is a human being and should die as a human being too. Then, he is taught by a teacher of moral and obligation to face his death courageously and show that he is a human being who has duty and responsibility. Finally, he is able to sacrifice his death as a symbol of his courage and dignity to himself, his family and community. It is found that the author Ernest J Gains through the novel has vividly portrayed human beings who have courage are able to maintain and get acknowledgement of their right and dignity although they have to face threat, pain, danger, or even death.