Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENATAAN PAMERAN PRODUK FURNITURE STUDI KASUS: PENGUSAHA MEBEL, KLENDER, JAKARTA Mutiara, Maitri W.; W, Augustina Ika; Chandra, Edy; Marizar, Eddy S.
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 1, No 2 (2018): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.354 KB) | DOI: 10.24912/jbmi.v1i2.2898

Abstract

Dalam persaingan dengan industri, ada beberapa hal berkaitan dengan promosi yang dapat dilakukan agar produk yang ditawarkan dapat diminati dan dibeli. Koperasi Industri kayu dan Mebel di Kawasan Klender merupakan tempat berkumpulnya Usaha Kecil Menengah produk kayu dan mebel sejak tahun 1950an. Namun sejak tahun 1970an sampai saat ini belum mengalami perubahan yang signifikan sesuai dengan kemajuan jaman. Selain pola pikir, proses produksi, serta teknologi yang lumayan tertinggal, juga pengetahuan mengenai model promosi di jaman modern ini. Tim dari Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Tarumanagara menyelenggarakan pelatihan dengan materi manajemen bisnis industri mebel dan pelatihan berkaitan dengan promosi produk kayu dan mebel. Pelatihan promosi khususnya pada Penataan Pameran produk Kayu dan Mebel. Penataan pameran tidak terlepas dari keindahan secara visual dan bagaimana tatanan tersebut mempengaruhi penggunanya secara psikologis. Pertimbangan-pertimbangan tersebut dapat menambah daya tarik dan menjadi nilai lebih bagi produk kayu dan mebel yang ditata dengan prinsip-prinsip desain. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan minat pembeli dan pada akhirnya akan meningkatkan angka penjualan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat di koperasi ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dan pendampingan dalam penataan produk. Hasilnya para peserta mulai mengubah tata produk. Produk tidak hanya dikumpulkan di area yang sama, tapi juga ditata dan ditampilkan dengan lebih estetik dan memiliki konsep tertentu.
Tafsir Desain Kursi di Keraton dan Gedung Agung Yogyakarta Eddy Supriyatna MZ
Humaniora Vol 22, No 3 (2010)
Publisher : Faculty of Cultural Sciences, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3399.91 KB) | DOI: 10.22146/jh.1340

Abstract

Chair is one of the unique visual arts (designs). The Indonesian word 'kursi' is possibly derived from the Arabic word 'kursiyun' which means chair. The term 'kursiyun' which is assumed originally from Kursi verses in Al-Qur'an has different functions and meanings in different contexts. In a social context, chairs are attributes that can be used to present a person's social status and prestige. It was found that in the Palace and Gedung Agung of Yogyakarta, a chair does not only function as a place for sitting, but it also serves as a symbolic tool for status display to build an image. Thus, it can also be used as a tool to show wealth, greatness, honor, glory, or a symbol of social status.
Penerapan Tema “Oasis in Urbanism” pada Perancangan Interior Hotel Resort Novotel Palembang Riko Tannuwijaya; Eddy Supriyatna Marizar; Maitri Widya Mutiara
VISUAL Vol 13, No 2 (2018)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v13i2.8023

Abstract

Penerapan Tema ‘Explore and Find Serenity’ pada Perancangan Interior Ganara Art School Desy Lestary; Eddy Supriyatna Marizar; Maitri Widya Mutiara
VISUAL Vol 14, No 1 (2018)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v14i1.9053

Abstract

Uji Pasar Desain Furniture Rotan Untuk Pasar Global STUDI KASUS: PAMERAN IFEX 2018 Maitri Widya Mutiara; Agustinus Purna Irawan; Eddy Supriyatna Marizar
VISUAL Vol 15, No 1 (2019)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i1.7401

Abstract

Penelitian dalam pagelaran pameran desain furniture rotan merupakan upaya untuk mendapatkan respon kelayakan pasar dan produksi yang dihasilkan dari proses penciptaan desan furniture rotan. Pagelaran pameran ajang uji pasar yang relevan dalam menciptakan berbagai kontak baru. Di dalam konteks ini, kontak baru yang dimaksud adalah responden, yaitu pengunjung pameran (buyers) yang spesifik memahami dunia furniture. Jika kita mempunyai produk baru yang akan diluncurkan, pameran menjadi sarana peluncuran yang tepat, baik terhadap media dan audiens sasaran. Desain merupakan unsur sentral komunikasi (pemasaran). Penampilan produk, kemasannya, cara mengiklankannya, semua mempunyai peran dalam membangkitkan respon emosional dari seorang pelanggannya. Pagelaran pameran internasional merupakan salah satu luaran di dalam proses penelitian penciptaan desain furniture untuk pasar global. Hasil penciptaan desain tersebut wajib dipamerkan untuk mengamati kecenderungan respon pengunjung pameran (buyers) terhadap desain yang diciptakan. Adapun IFEX 2018 (Indonesia International Furniture Expo 2018) merupakan ajang pertemuan antara produsen dan pembeli asing dari berbagai negara. Pengunjung pameran sebagai responden adalah para pelaku bisnis furniture yang sangat memahami dunia furniture, termasuk desain furniture yang sesuai dengan “wants and needs” konsumennya di pasar global. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian kualitatif berbasis riset desain dan manajemen, dengan metode pengumpulan data melalui wawancara langsung dengan pengunjung pameran yang datang dari berbagai negara. Hasil dari penelitian ini berupa masukan kepada desainer yakni: desain kursi rotan dengan system yang baru yaitu “stacking” dan “knock-down”. Pada furniture Knock-down perlu memperhatikan system konstruksi terutama dari segi estetis dan teknis. Kata kunci: Desain, furniture, rotan, pameran, pasar global.
Penerapan Bentuk Geometris Pada Perancangan Interior Lounge & Bar Manhattan Hotel Jakarta Angelica Catherine; Eddy Supriyatna; Maria Florencia
VISUAL Vol 16, No 2 (2021)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i2.17306

Abstract

Manhattan Hotel menyediakan lounge & bar untuk memenuhi aktivitas dengan kemajuan industri dan ekonomi ibu kota yang pesat. Perancangan hotel perlu mendapat sentuhan desain interior agar dapat menampilkan citra dari sebuah hotel. Lounge & bar Manhattan Hotel dirancang dengan tujuan menampikan kesan modern dan formal karena merupakan pilihan bagi para pengunjung dimana pertumbuhan Jakarta semakin berkembang sehingga menghasilkan gaya hidup baru, sehingga diperlukan tempat yang mewadahi kegiatan bisnis dilingkup ruang sosial khususnya untuk para eksekutif muda menengah ke atas. Metode perancangan ini menggunakan metode kualitatif yaitu pelaksanaan yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Pada perancangan ini, hasil citra dan suasana yang diciptakan adalah elegan, modern, dan contemporer. Gaya modern menjadi pilihan yang cocok dengan lifestyle masyarakat Jakarta saat ini. Kesimpulannya ialah elemen interior lantai lounge& bar yang didesain ini harus mempertimbangkan segala aspeknya, karena sangat berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan aktivitas, perilaku, dan latar belakang pengunjung agar nyaman disana. Namun yang diperhatikan tidak hanya dari segi fungsi tetapi estetika juga diperlukan.Kata kunci— Bar; Hotel; Interior; Lounge;  Manhattan
PENGEMBANGAN DESAIN UKIR KAYU PADA INDUSTRI FURNITURE DI JEPARA Eddy Supriyatna; Agustinus Purna Irawan; Maitri Widya Mutiara
Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni Vol 3, No 2 (2019): Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmishumsen.v3i2.6036

Abstract

Industri furniture di Jepara sedang mengalami proses perubahan dalam mengatisipasi pasar ekspor. Desain-desain fuirniture yang diproduksi cenderung mengikuti keinginan dan kebutuhan pasar global yang nyaris tidak menampilkan ukiran kayu dalam desain furniturenya. Padahal, ukir kayu Jepara merupakan keunggulan Jepara yang telah berkembangn secara turun-temurun, beratus tahun lamanya. Tampaknya potensi ukir kayu tersebut tidak diberdayakan sebagai alat daya saing ekspor. Oleh sebab itu, diperlukan pengembangan desain furniture ukir kayu yang disesuaikan dengan tuntutan keinginan dan kebutuhan konsumennya di pasar ekspor. Di dalam konteks penelitian ini, pengembangan desain dilakukan setelah melakukan identifikasi pasar ekspor di pasar global dan mengidentifikasi potensi produksi yang dimiliki oleh kalangan industri Jepara. Identifikasi pasar menghasilkan karakteristik desain furniture yang sesuai dengan tuntutan ekspor, adapun identifikasi potensi produksi sebagai pertimbangan di dalam pengembangan desain. Luaran yang dicapai adalah desain furniture ukir kayu, prototype furniture knockdown dan beragam jenis desain ukiran, baik diproses manual maupun masinal. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan multidisiplin bidang desain, teknologi, dan manajemen pemasaran. ABSTRACTThe furniture industry in Jepara is undergoing a process of change in anticipating the export market. Furniture designs produced tend to follow the desires and needs of the global market which barely displays wood carvings in their furniture designs. In fact, Jepara wood carving is an advantage of Jepara which has been developed for generations, hundreds of years. It seems that the potential for carving wood is not empowered as a means of export competitiveness. Therefore, it is necessary to develop wooden carved furniture designs that are tailored to the demands and desires of consumers in the export market. In the context of this research, design development is carried out after identifying the export market in the global market and identifying the production potential of the Jepara industry. Market identification produces furniture design characteristics that are in line with export demands, while the identification of production potential as a consideration in design development. The achieved output is wood carved furniture design, prototype knockdown furniture and various types of carving designs, both processed manually and masinal. This qualitative research uses a multidisciplinary approach in the fields of design, technology, and marketing management. 
Pengembangan Branding Arung Jeram di Bogor Barat (New Venture Creation) Kusmayadi Kusmayadi; Eddy Supriyatna MZ
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 6, No 3 (2022): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v6i3.18675

Abstract

The development of branding in this article is to examine strategies for the best implementation that can be applied to the design of branding and re-branding of Aligator Rafting tours in West Bogor. Branding is the giving of a name, term, sign, symbol, design, or a combination of these, which is made to identify the goods or services or groups of sellers and to differentiate them from those of competitors. The concepts used include; brand strategy, brand personality, and brand positioning which are then analyzed to determine branding design as well as branding design steps which are continued by design in the implementation of the re-branding of Aligator Rafting by changing the appearance of the design, which can then be used as corporate identity, including logotype, a mascot that takes the icon reptile as the mascot of Aligator Rafting which is of course visualized by the interests of Aligator Rafting, so that the brand image can be accepted by the public. Pengembangan branding pada artikel ini adalah mengkaji strategi-strategi untuk implementasi terbaik yang dapat diterapkan pada perancangan branding dan re-branding wisata arung jeram Aligator Rafting di Bogor Barat. Branding adalah pemberian nama, istilah, tanda, simbol, rancangan, atau kombinasi dari semuanya, yang dibuat dengan tujuan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk membedakan dari barang atau jasa pesaing. Konsep-konsep yang dipergunakan diantaranya; brand strategy, brand personality, dan brand positioning yang selanjutnya dianalisis untuk menentukan perancangan branding sekaligus langkah-langkah perancangan branding yang diteruskan desain dalam implementasi re-branding Aligator Rafting dengan merubah perwajahan desain, yang selanjutnya dapat dijadikan corporate identity, meliputi logotype, maskot yang mengambil icon reptil sebagai maskot Aligator Rafting yang tentunya divisualisasikan sesuai dengan kepentingan Aligator Rafting, sehinga brand image bisa dapat diterima oleh publik selanjut visi dan misi serta tujuan Aligator Rafting dapat terwujud sekaligus turut serta dalam mewujudkan Bogor Barat menjadi destinasi wisata nasional dengan segala potensi yang ada.
Rencana Bisnis (Business Plan) : Jasa Content Creator Abdi Ramadhan; Eddy Supriyatna
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 6 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v4i6.9833

Abstract

"Business Planning Content Creator Services" is a business plan that offers services in the creative industries. With the rapid development of social media in this digital age, we can see a potential opportunity to plan a content creator service business, which includes several service components, namely photography, videography, design, copywriting, social media handling, and creative ideas for projects. This business plan aims to create a new business plan in the creative industries engaged in services and create opportunities to be able to generate profitable profits. Based on the results of the analysis and discussion, it can be concluded that this business is feasible to be realized on the basis of considerations, among others, because the market potential of the content creator services business increases with the increasing use of social media in Indonesia. This business financial planning also shows that this business will provide profit and deserve to be realized. Financial analysis which consists of Payback Period and Break Event Point (BEP) requires a fairly short estimated time of 2 years 3 months, the Net Present Value (NPV) value of Rp. 291,120,221.5, - this shows that this investment can be profitable and profitable, and the Internal Rate of Return (IRR) of 81% means higher than the interest rate.
Pengaruh Strategi Pengembangan SDM Terhadap Kinerja Karyawan Rita Widjaja; Eddy Supriyatna
Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2020): Jurnal Manajemen Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmbk.v4i2.7523

Abstract

This research aims to determine the effect of training, work dicipline and organization communication toward employee performance. The sample used in the study amounted to 158 employees. The research method uses multiple linear regression analysis with the help of managing data using SPSS version 22 software. The results of this study indicate that training, organization communication partially have a significant effect on the employee performance, and work dicipline partially haven’t a significant effect on the employee performances. And training, work dicipline, organization communication a simultaneously have a significant effect on the employees Performances.